Kompas.com - 08/09/2021, 17:00 WIB
. SHUTTERSTOCK/SEASONTIME.

KOMPAS.com - Lendir dalam tinja merupakan sesuatu yang normal. Hanya saja, lendir biasanya cenderung bening dan tidak terlihat dengan mata telanjang.

Jika lendir berlebih dan terlihat jelas, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah pada sistem pencernaan.

Untuk diketahui, lendir adalah zat kental yang berfungsi melindungi dan melumasi jaringan serta organ halus dalam tubuh.

Baca juga: BAB Keluar Darah Bisa Jadi Gejala Apa?

Lendir juga berfungsi untuk mengurangi kerusakan yang mungkin disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Selain itu, lendir dapat melindungi terhadap asam lambung atau cairan atau iritasi yang berpotensi berbahaya lainnya.

Penyebab

Kelebihan lendir dalam tinja dapat menunjukkan masalah saluran pencernaan atau gastrointestinal (GI).

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

BAB Berlendir
Lendir dalam BAB adalah kondisi normal jika tidak kasat mata. Namun jika terlihat jelas, BAB berlendir bisa menjadi tanda masalah pencernaan.
Bagikan artikel ini melalui

Perubahan tingkat lendir terletak pada lapisan mukosa di usus yang dipecah sebagai hasil dari proses inflamasi.

Dengan demikian, lendir dapat dikeluarkan melalui tinja. 

Kondisi ini akan menyebabkan patogen di dalam usus besar mengalir ke tubuh dan membuat seseorang jatuh sakit.

Melansir Gutcare, ada beberapa kondisi umum yang dapat menyebabkan peningkatan kadar lendir, yaitu:

Baca juga: 9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

  • Infeksi usus
  • Penyakit Crohn, penyakit radang usus yang mempengaruhi saluran pencernaan dengan gejala seperti diare atau kelelahan.
  • Kolitis ulseratif, mirip dengan penyakit Crohn, penyakit radang usus ini memengaruhi usus besar atau usus besar dengan gejala seperti lendir berdarah atau tinja yang mengandung lendir saat buang air besar.
  • Sindrom iritasi usus, gangguan umum yang memengaruhi fungsi normal usus besar, dan dapat meningkatkan jumlah lendir yang muncul dalam tinja.
  • Masalah malabsorpsi
  • Kanker usus besar
  • Cystic fibrosis, kelainan genetik yang menyebabkan tubuh memproduksi lendir kental dan lengket
  • Obat-obatan, obat seperti antibiotik dapat mengubah bakteri dan flora di usus yang menyebabkan diare dan meningkatkan jumlah lendir.

Gejala

Kelebihan lendir dalam tinja terkadang disertai dengan gejala lain. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Darah atau nanah dalam tinja
  • Sakit perut, kram perut, atau kembung
  • Perubahan kebiasaan dalam buang air besar, seperti diare

Diagnosis

Siapa pun yang belum pernah didiagnosis dengan kondisi BAB berlendir, segera temui dokter.

Terutama benar jika lendir disertai dengan gejala pencernaan lainnya seperti:

Baca juga: 7 Bahaya Menahan BAB yang Perlu Diwaspadai

  • Darah dalam tinja
  • Diare
  • Sakit perut
  • Sembelit atau muntah

Jika lendir dalam tinja biasa terjadi karena kondisi yang sudah didiagnosis seperti IBS atau kolitis ulserativa, tetap penting untuk rutin berkonsultasi dengan dokter.

Secara umum, diagnosis cukup dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan tes darah.

Hasil tes akan memberi dokter gambaran tentang kesehatan fisik pasien.

Jika informasi tambahan diperlukan, dokter akan melakukan lebih banyak tes. Di antaranya:

  • Tes darah
  • Pemeriksaan tinja
  • Urinalisis
  • Kolonoskopi
  • Endoskopi
  • Tes pencitraan, seperti sinar-X, pemindaian MRI panggul, atau CT scan
  • Tes elektrolit keringat

Perawatan

Perawatan yang terhadap BAB berlendir tergantung pada penyebabnya. Beberapa kondisi akan membutuhkan obat dan yang lainnya tidak.

Misalnya, perubahan pola makan dengan menghindari makanan tertentu dapat membantu mengelola gejala IBS.

Periksakan ke dokter untuk mendapat diagnosis tepat, agar perawatan BAB berlendir bisa efektif.

Baca juga: 8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Pencegahan

Tinja berlendir dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat, antara lain:

  • Meningkatkan asupan air mineral
  • Konsumsi makanan kaya probiotik atau suplemen yang mengandung probiotik, seperti Bifidobacterium atau Lactobacillus
  • Konsumsi makanan anti inflamasi, seperti makanan rendah asam dan tidak pedas
  • Seimbangakan kandungan serat, karbohidrat, dan lemak yang sehat dalam makanan.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.