Kompas.com - 18/10/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi penyakit jantung koroner, nyeri dada gejala penyakit jantung koroner Shutterstock/Image Point FrIlustrasi penyakit jantung koroner, nyeri dada gejala penyakit jantung koroner

KOMPAS.com - Darah dan jantung adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kinerja tubuh manusia. Darah dibawa ke jantung oleh pembuluh arteri koroner.

Jika terjadi penyumbatan, suplai darah yang akan dibawa berkurang dan menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK) atau coronary artery disease (CAD).

PJK juga dapat diartikan sebagai gangguan fungsi pada jantung akibat kurangnya suplai darah otot jantung.

Baca juga: 8 Makanan Penurun Kolesterol untuk Cegah Penyakit Jantung Koroner

Hal ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang mengalami kerusakan pada lapisan nya (aterosklerosis).

Gejala

PJK bermula dengan pembentukan plak pada pembuluh darah yang pecah. Hal ini mengakibatkan penurunan aliran darah secara mendadak.

Kumpulan gejala yang timbul akibat PJK disebut dengan sindrom koroner akut (SKA) atau acute coronary syndrome (ACS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala yang timbul pada penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut:

  • nyeri atau rasa tidak nyaman di tengah atau kiri dada (dapat menjalar ke leher, bahu atau tangan kiri, dan punggung)
  • dada terasa tertekan, diremas, terbakar, atau ditusuk
  • pusing melayang, pingsan
  • sulit bernapas atau sesak napas (dyspnea)
  • keringat dingin, mual, muntah, lemas

Gejala dapat timbul secara tiba-tiba dengan intensitas yang tinggi.

Menurut Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut Edisi 4, 2018, terdapat dua jenis gejala yang dapat timbul, yaitu tipikal (umum terjadi) dan atipikal (ditemukan pada pasien berumur relatif muda, 25 hingga 40 tahun).

Gejala tipikal meliputi:

  • ketidaknyamanan yang mengganggu pada area dada, leher, bahu, rangan, dan lengan
  • gejala dipicu aktivitas fisik atau stres

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Sementara itu, gejala atipikal, yaitu:

  • sesak napas, terasa berat di dada
  • mual
  • muntah
  • pusing

Penyebab

PJK diakibatkan oleh kerusakan lapisan dinding pembuluh darah koroner (arteriosklerosis).

Aterosklerosis merupakan pengerasan dinding arteri yang diakibatkan oleh adanya plak kekuningan mengandung lemak dan kolestrol yang disebut ateroma.

Saat plak aterosklerosis pecah, bekuan darah akan timbul pada pembuluh darah koroner dan menyumbat aliran darah.

Penyumbatan tersebut menyebabkan kurangnya suplai oksigen pada otot jantung. Jika terhenti selama kurang lebih 20 menit, sel otot jantung akan mengalami nekrosis (kematian sel).

Lebih dari 90 persen PJK disebabkan oleh plak aterosklerosis yang pecah dan pembentukan bekuan darah dalam pembuluh darah koroner.

Selain itu, faktor risiko PKJ meliputi:

  • pria
  • memiliki penyakit aterosklerosis non koroner (penyakit arteri perfier atau karotis)
  • umur
  • riwayat PKJ dalam keluarga

Baca juga: Ciri Nyeri Dada yang Mengarah pada Gejala Penyakit Jantung Koroner

Diagnosis

Dalam mendiagnosis penyakit jantung koroner, dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan pemeriksaan marka jantung.

Tes lain yang mungkin dilakukan dokter untuk mengkonfirmasi adanya PKJ adalah:

  • tes darah
  • tes treadmill
  • CT scan
  • MRI
  • angiografi koroner

Komplikasi

Serangan jantung dapat terjadi saat otot jantung tidak memiliki cukup darah atau oksigen.

Jika bekuan darah (trombosis koroner) berukuran cukup besar, suplai darah ke jantung dapat terhenti sepenuhnya dan menyebabkan serangan jantung.

Berdasarkan Buku Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut Edisi 3, 2015, komplikasi pada penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Jantung Koroner

Gangguan Hemodinamik

  • Gagal jantung
  • Hipotensi
  • Kongesti paru
  • Syok kardiogenik
  • Aritmia dan henti jantung (cardiac arrest)
  • Sinus bradikardi dan blok jantung

Komplikasi Kardiak (jantung)

  • Ruptur jantung
  • Perikarditis
  • Aneurisma ventrikel kiri
  • Trombus ventrikel kiri

Perawatan

Seseorang dengan keluhan nyeri di dada sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit. Tenaga kesehatan akan melakukan penilaian terhadap ABC (airway, breathing, dan circulation).

Jika diagnosis belum ditetapkan, tenaga kesehatan akan menerapkan terapi MONA (morfin, oksigen, nitrogliserin, dan aspirin) yang tidak harus diberikan secara keseluruhan atau bersamaan.

Tidak ada pengobatan khusus untuk PJK. Namun, penderita dapat mengelola gejala yang timbul dan mencegah terjadinya masalah lain seperti serangan jantung.

Langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

Baca juga: 10 Penyebab Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

  • perubahan gaya hidup, seperti olahraga teratur dan berhenti merokok
  • obat-obatan
  • angioplasti, penggunaan balon khusus untuk menangani pembuluh arteri yang menyempit
  • operasi

Pencegahan

Penyakit jantung koroner atau PJK dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup, termasuk:

  • makan makanan sehat yang bergizi secara berimbang
  • aktif secara fisik
  • berhenti merokok
  • mengontrol kolesterol darah dan tingkat gula
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.