Kompas.com - 03/11/2021, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Abses payudara adalah benjolan berisi nanah yang tumbuh akibat infeksi di bawah kulit payudara.

Kondisi ini dapat terjadi oleh siapapun tanpa memandang jenis kelamin, meskipun umumnya dialami oleh perempuan yang sedang menyusui.

Baca juga: Abses: Penyebab, Komplikasi, hingga Cara Mengatasinya

Penyebab

Mengutip Healthline, abses payudara disebabkan karena terjadinya peradangan akibat sumbatan atau infeksi di kelenjar payudara yang tidak segera ditangani.

Bakteri yang menyebabkan infeksi dapat masuk melalui mulut bayi ke saluran susu. Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan abses payudara, antara lain:

  • Lansia
  • Menderita diabetes, HIV/AIDS
  • Memiliki riwayat infeksi atau operasi payudara
  • Merokok.

Gejala

Melansir Medical News Today, gejala abses payudara dapat meliputi:

  • Produksi ASI yang rendah
  • Rasa hangat di area abses
  • Nyeri di payudara
  • Keluarnya cairan dari puting
  • Kulit memerah
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Mual atau muntah
  • Kelelahan.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala di atas untuk pemeriksaan dan penanganan yang lebih lanjut.

Baca juga: Kenali Apa itu Abses, Biang Luka Disertai Nanah yang Menyakitkan

Diagnosis

Berdasarkan Healthline, berikut jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis abses payudara, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan
  • Tes pencitraan atau ultrasound
  • Pengambilan sampel untuk menyingkirkan kemungkinan kanker atau kista.

Perawatan

Mengutip Healthline, perawatan abses payudara dapat dilakukan dengan pengeringan area nanah.

Dokter akan mengeluarkan nanah dengan membuat sayatan kecil dan mengeringkan abses secara fisik atau dengan mengeluarkan nanah melalui jarum.

Setelah itu, dokter akan meresepkan antibiotik dan mungkin juga menyarankan penggunaan kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit.

Pencegahan

Melansir Medical News Today, Anda dapat mengurangi risiko mengalami abses payudara dengan melakukan cara sebagai berikut:

  • Penggunaan pelembap pada puting untuk mencegah kulit pecah-pecah
  • Kosongkan ASI dari payudara dengan baik
  • Jangan biarkan payudara penuh dalam waktu yang lama
  • Hindari penggunaan bra atau pakaian lain yang terlalu ketat

Baca juga: Infeksi Payudara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.