Kompas.com - 14/11/2021, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Hipokalemia berarti kadar kalium dalam darah lebih rendah dari yang seharusnya.

Kalium berperan dalam membantu saraf mengirim sinyal, membuat otot bergerak, dan memberi sel nutrisi.

Selain itu, kalium juga penting dalam sel-sel di hati dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Baca juga: 8 Gejala Hipokalemia (Kekurangan Kalium) yang Perlu Diwaspadai

Hipokalemia juga dapat disebut sebagai:

  • sindrom hipokalemia
  • sindrom kalium rendah
  • sindrom hipopotasemia.

Gejala

Tingkat normal kalium adalah 3,6 hingga 5,2 milimol per liter (mmol/L).

Hipokalemia ringan umumnya tidak menunjukkan gejala. Gejala biasanya muncul jika kadar kalium memang sangat rendah.

Jika mengalami gejala berikut, bisa jadi seseorang mengalami hipokalemia:

  • kelemahan
  • kelelahan
  • sembelit
  • kram otot
  • jantung berdebar (palpitasi).

Kadar kalium dianggap rendah jika berada di bawah 3,6. Jika mencapai di bawah 2,5 mmol/L, kondisi ini bisa dibilang mengancam jiwa.

Gejala yang dapat timbul, yaitu:

  • kelumpuhan
  • gagal napas
  • kerusakan jaringan otot
  • ileus (usus malas).

Baca juga: Penyebab dan Tanda Kekurangan Kalium

Dalam kasus yang lebih parah, ritme jantung abnormal dapat terjadi.

Khususnya bagi penderita yang mengkonsumsi obat digitalis atau memiliki kondisi irama jantung tidak teratur, seperti:

  • fibriliasi atrium atau ventrikel
  • takikardia (detak jantung terlalu cepat) atau bradikardia (detak jantung terlalu lambat)
  • detak jantung prematur.

Gejala lain dapat termasuk:

  • kehilangan napsu makan
  • mual
  • muntah.

Penyebab

Kadar kalium rendah dapat disebabkan oleh berbagai hal.

Penyebab paling umum dari hipokalemia dapat berupa kehilangan kalium berlebihan dalam urin karena obat resep yang meningkatkan pembuangan air kecil.

Obat ini dikenal sebagai pil air atau diuretik, umumnya diresepkan untuk penderita tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Selain itu, muntah, diare, atau keduanya juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalium secara berlebihan dari saluran pencernaan.

Dalam kasus lain, tubuh dapat kekurangan kalium akibat tidak mendapatkan konsumsi kalium yang cukup dari makanan.

Baca juga: 7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Penyebab lain hipokalemia dapat meliputi:

  • penggunaan alkohol berlebihan
  • penyakit ginjal kronis
  • ketoasidosis diabetik
  • diare
  • diuretik
  • penggunaan pencahar yang berlebihan
  • keringat berlebihan
  • defisiensi asam folat
  • aldosteronisme primer
  • beberapa penggunaan antibiotik yang menyebabkan muntah.

Diagnosis

Diagnosis terhadap hipokalemia dapat dilakukan dengan bantuan tes darah.

Selain itu, dokter juga akan bertanya terkait riwayat kesehatan pribadi atau jika ada penyakit yang melibatkan muntah atau diare.

Tes lain yang mungkin dilakukan juga termasuk tes urine.

Dokter dapat mengetahui jika seseorang kehilangan banyak kalium dari urine melalui tes urine.

Apabila dokter menduga hipokalemia terjadi akibat tekanan darah, dokter mungkin akan melakukan elektrokardiogram (EKG).

Alat ini dapat merekam sinyal listrik jantung dan membantu dokter jika seseorang tersebut menderita aritmia.

Baca juga: 11 Penyebab Kekurangan Kalium

Perawatan

Seseorang penderita hipokalemia yang menunjukkan gejala akan membutuhkan rawat inap. Selain itu, dibutuhkan juga pemantauan jantung untuk memastikan irama jantung normal.

Beberapa langkah yang dilakukan untuk mengembalikan kadar kalium, meliputi:

  • menghilangkan penyebab: setelah diketahui penyebab, dokter akan meresepkan obat yang tepat untuk penanganan kondisi yang mendasari
  • mengembalikan kadar kalium: penderita akan diberikan suplemen kalium secara bertahap. Dalam kasus parah, penderita mungkin memerlukan infus IV (intravena) untuk asupan kalium terkontrol
  • pantau kadar kalium: tenaga medis akan mengobservasi dan memantau kadar kalium tetap stabil dan mencegah terjadinya hiperkalemia. Kadar kalium yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi serius

Setelah pulang dari rumah sakit, dokter akan merekomendasikan diet kaya kalium. Penderita juga mungkin akan dianjurkan mengkonsumsi suplemen magnesium jika kehilangan bersamaan dengan kalium.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.