Kompas.com - 20/11/2021, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Keriput atau kerutan adalah suatu lipatan, garis, atau tonjolan pada kulit yang secara alami muncul seiring dengan bertambahnya usia.

Kerutan cenderung muncul di bagian tubuh yang secara alami terlipat seperti ekspresi wajah atau area yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, punggung, tangan, dan lengan.

Perkembangan keriput pada kulit dapat terjadi akibat kulit yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastis.

Baca juga: 6 Jenis Makanan Pencegah Keriput

Meskipun merupakan kondisi alami dari bertambahnya usia, munculnya kerutan dapat mengganggu kenyamanan beberapa orang.

Penyebab

Pada usia muda, garis-garis halus pada kulit dapat muncul akibat dampak alami dari ekspresi wajah seperti tersenyum, mengerutkan kening, atau menyipitkan mata.

Namun, garis-garis tersebut akan semakin dalam seiring bertambahnya usia dan menghasilkan lekukan atau keriput permanen.

Berdasarkan Medical News Today, terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi perkembangan keriput, termasuk:

  • Paparan sinar matahari, lapisan kulit yang terdiri dari serat kolagen dan elastin dapat rusak akibat paparan sinar UV yang berlebihan
  • Merokok yang dilakukan secara teratur dapat mengurangi suplai darah ke kulit yang mempercepat proses penuaan kulit
  • Dehidrasi akibat kekurangan cairan atau mengonsumsi alkohol yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering sehingga lebih mungkin untuk mengembangkan kerutan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Faktor lingkungan dan genetik.

Jenis

Menurut Healthline, keriput atau garis-garis halus pada kulit dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti:

Baca juga: 10 Cara Alami Mencegah Keriput

  • Forehead lines, terdapat garis horizontal melintasi bagian atas zona-T wajah
  • Worry lines, garis berbentuk angka 11 di antara alis
  • Bunnies, garis horizontal pada pangkal hidung di antara mata
  • Crow’s feet, garis halus yang memancar dari sudut luar mata
  • Laugh lines, disebut lipatan nasolabial yang membuat tanda kurung di sekitar bibir atas
  • Lip lines, membentuk garis vertikal di sekeliling mulut
  • Marionette lines, terdapat bingkai dagu secara vertikal dan kerutan rahang yang terbentuk saat pipi terkulai.

Perawatan

Melansir Medical News Today, terdapat berbagai jenis perawatan yang tersedia untuk membantu mengurangi keriput pada kulit, di antaranya:

  • Resep obat seperti retinoid topikal untuk meningkatkan produksi kolagen di kulit
  • Dermabrasi, prosedur bedah yang bertujuan untuk menghilangkan kerutan halus, tahi lalat, tato, bekas jerawat, dan jenis bekas luka lainnya
  • Mikrodermabrasi, bertujuan untuk memberikan tampilan kulit yang lebih segar dan halus, serta mengurangi risiko munculnya kerutan, pori-pori besar, kulit kasar, atau kerusakan kulit akibat sinar matahari
  • Laser non-ablatif, menghancurkan lapisan luar kulit untuk mengencangkan kulit dan mengurangi kerutan
  • Botox, mengurangi kerutan dengan menyuntikkan dosis kecil ke otot yang ditargetkan
  • Pengelupasan kimia, dilakukan untuk mengelupas kulit mati
  • Facelift, membantu Anda untuk terlihat lebih muda dengan menghilangkan beberapa kulit wajah dan lemak dengan atau tanpa mengencangkan jaringan di bawahnya
  • Fillers, menyuntikkan kolagen, asam hialuronat, atau lemak ke kerutan wajah yang lebih dalam untuk menghaluskannya dan memberi kulit lebih banyak volume.

Baca juga: 7 Cara Mencegah Keriput Secara Alami

Pencegahan

Menurut Medical News Today, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi perkembangan keriput, yaitu:

  • Gunakan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari untuk menghindari kerusakan kulit
  • Rutin menggunakan pelembab untuk mencegah kekeringan
  • Berhenti merokok yang mempercepat proses penuaan kulit
  • Batasi kadar konsumsi alkohol Anda
  • Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang untuk mencegah kerusakan kulit
  • Mencuci muka dua kali sehari dengan lembut untuk menghindari
  • Selalu cuci muka Anda beberapa saat setelah berkeringat banyak.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.