Kompas.com - 26/11/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Tes Cytomegalovirus (cmv) Ilustrasi Tes Cytomegalovirus (cmv)

KOMPAS.com - Cytomegalovirus (CMV) menjadi virus yang umum menginfeksi manusia. Virus ini merupakan golongan virus herpes dan dapat menginfeksi siapa saja.

Infeksi virus ini sering kali tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala serius karena normalnya tubuh memiliki sistem imun yang baik untuk mengendalikan infeksi CMV.

Namun, CMV yang menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau kanker, infeksi CMV dapat menimbulkan gejala serius.

Baca juga: Infeksi Virus

Cytomegalovirus dapat menyebar melalui cairan tubuh, seperti air ludah, dahak, darah, urine, feses, air mani, dan air susu ibu (ASI).

Cytomegalovirus, yang juga dikenal dengan sebutan HCMV atau Human Herpes Virus 5 (HHV5), merupakan jenis virus yang sering ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya.

Bayi yang terinfeksi CMV berisiko mengalami masalah kesehatan serius, bahkan kelainan permanen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala

Merangkum Family Doctor dan WebMD, gejala CMV umumnya bersifat ringan, seperti:

  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot.

Seseorang dengan kondisi sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV dan penyakit autoimun, dapat merasakan beberapa gejala berikut:

  • Muncul floaters, yaitu bayangan berbentuk bintik atau garis yang mengambang pada penglihatan
  • Gangguan penglihatan atau pandangan kabur, bahkan mengalami kebutaan akibat CMV retinitis
  • Diare
  • Sakit perut
  • Sulit menelan
  • Punggung bawah terasa sakit
  • Pneumonia berat, ditandai dengan sesak napas dan batuk kering
  • Penurunan berat badan
  • Ensefalitis, ditandai dengan sakit kepala dan kelemahan pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada kaki
  • Perubahan perilaku dan kejang.

Baca juga: 3 Penyakit Akibat Infeksi Virus yang Sering Dialami Anak

Sedangkan pada bayi yang terinfeksi CMV sejak dalam kandungan, ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Kelahiran prematur
  • Ukuran kepala bayi kecil atau mikrosefalus
  • Berat badan lahir yang rendah
  • Ruam atau bercak keunguan, seperti memar pada kulit
  • Kulit dan mata berwarna kuning atau jaundice
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Sering mengalami kejang
  • Gangguan pendengaran
  • Peradangan pada paru-paru atau pneumonia
  • Gangguan fungsi hati.

Penyebab

Menurut WebMD, virus CMV ditularkan melalui kontak langsung atau menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah bersentuhan dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti:

  1. Air liur
  2. Air mani
  3. Darah
  4. Urine
  5. Air susu ibu (ASI).

Virus CMV juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi (donor) darah, dan transplantasi organ.

Virus CMV dapat bertahan di dalam tubuh manusia dalam keadaan tidak aktif pada waktu yang lama, tetapi dapat aktif kembali ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah.

Baca juga: 3 Cara Menjaga Si Kecil yang Baru Lahir Dari Paparan Virus dan Bakteri

Faktor risiko

Mengutip Medicine Net, terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terinfeksi virus CMV, seperti:

  1. Bekerja atau berada di dekat penderita yang terinfeksi virus CMV
  2. Sering berganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual
  3. Melakukan transplantasi organ, sumsum tulang, atau transfusi darah
  4. Mengidap kanker
  5. Memiliki penyakit autoimun dan mengonsumsi obat imunosupresan untuk menekan sistem kekebalan tubuh
  6. Menderita HIV/AIDS.

Diagnosis

Dirangkum dari Mayo Clinic dan WebMD, diagnosis infeksi cytomegalovirus diawali dengan menanyakan riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi penderita.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:

  1. Tes antibodi, untuk mendeteksi imunoglobulin G anti-CMV melalui sampel darah sebagai antibodi yang melawan infeksi virus CMV
  2. Tes darah, untuk mendeteksi keberadaan virus CMV dalam darah
  3. Biopsi, dokter akan mengambil sampel dari jaringan tubuh untuk mendeteksi aktif tidaknya virus CMV di dalam tubuh
  4. Pemeriksaan mata, untuk mendeteksi gangguan dan memeriksa peradangan pada retina
  5. Pemeriksaan radiologi, untuk mendeteksi perubahan pada paru-paru atau otak.

Baca juga: Terlihat Sama, Ini Beda Infeksi Virus dan Bakteri

Bagi ibu hamil yang diduga terinfeksi CMV, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  1. USG kehamilan, untuk mengetahui kondisi janin dan mendeteksi kelainan pada janin
  2. Amniosentesis atau pemeriksaan air ketuban jika ditemukan kelainan pada janin saat USG, untuk mendeteksi keberadaan virus CMV.

Perawatan

Dikutip dari Medicine Net, penderita infeksi CMV dengan sistem imunitas yang baik tidak memerlukan penanganan khusus.

Penanganan hanya diperlukan bagi penderita infeksi CMV dengan gejala yang berat atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Dokter umumnya akan memberikan obat antivirus, seperti ganciclovir dan valganciclovir.

Obat ganciclovir diberikan melalui saluran intravena atau infus. Obat ini dapat menimbulkan efek samping, seperti demam, diare, dan anemia.

Sedangkan obat valganciclovir, merupakan obat oral yang dapat mengobati infeksi CMV.

Meskipun kedua obat tidak membunuh virus CMV secara menyeluruh, tetapi obat-obat ini dapat mengurangi risiko munculnya komplikasi akibat infeksi CMV.

Komplikasi

Melansir WebMD, penderita CMV dengan sistem kekebalan tubuh lemah dapat mengalami beberapa komplikasi berikut:

Baca juga: Membedakan Sinusitis Akibat Infeksi Virus dan Bakteri

  1. Retinitis atau peradangan retina yang menyebabkan kebutaan
  2. Peradangan pada paru-paru atau pneumonia
  3. Gangguan saluran cerna, seperti peradangan usus besar
  4. Pembengkakan otak
  5. Komplikasi sistem saraf pusat yang menyebabkan penurunan kesadaran.

Sedangkan infeksi CMV yang dialami oleh bayi dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

  1. Penurunan fungsi intelektual
  2. Cerebral palsy yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh
  3. Kejang
  4. Hilangnya pendengaran.

Meskipun jarang terjadi, infeksi CMV juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang dapat dialami penderita yang sehat, yaitu:

  1. Mononukleosis, yaitu kondisi yang ditandai dengan terlalu banyaknya sel darah putih di dalam inti sel
  2. Sindrom Guillain- Barré
  3. Gangguan sistem saraf, seperti ensefalitis
  4. Gangguan pada jantung, seperti miokarditis

Pencegahan

Merangkum Family Doctor dan Mayo Clinic, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi CMV:

Baca juga: Beda Gejala Sakit Perut Akibat Virus dan Keracunan Makanan

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 15 sampai 20 detik, terutama sebelum dan melakukan kontak fisik dengan anak kecil
  • Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain, terutama bagi ibu hamil, seperti dengan mencium bibir
  • Hindari berbagi makanan atau minum dari gelas atau piring yang sama dengan orang lain
  • Buang sampah dengan hati-hati, terutama sampah yang telah terkontaminasi cairan tubuh, seperti popok dan tisu, dan cuci tangan setelah melakukannya
  • Bersihkan semua permukaan benda yang sering disentuh anak-anak, seperti meja, kursi, dan mainan secara rutin
  • Lakukan hubungan seksual dengan aman, seperti menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Gunakan sarung tangan saat menangani cairan tubuh, seperti merawat penderita HIV/AIDS
  • Hindari berciuman atau melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.