Kompas.com - 20/09/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi virus corona. FreepikIlustrasi virus corona.

KOMPAS.com - Sudah dua tahun virus menjadi topik pembicaraan masyarakat di seluruh dunia. Bagaimana tidak, virus SARS-CoV-2 atau disebut virus corona menjadi pandemi dan menimbulkan jutaan korban jiwa di seluruh dunia.

Untuk diketahui, virus merupakan mikroorganisme yang berukuran lebih kecil dari bakteri dan bersifat parasit atau bergantung hidup pada inangnya.

Hal ini dikarenakan virus tidak mampu bereproduksi sendiri.

Sehingga, setelah masuk ke dalam tubuh manusia, virus akan menyerang sel sehat, mengambil nutrisi, dan oksigen untuk berkembang biak.

Baca juga: Terlihat Sama, Apa Beda Virus dan Bakteri?

Ketika virus berhasil masuk dan berkembang biak dalam tubuh manusia maka disebut dengan infeksi virus.

Sebagian besar virus yang masuk ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan penyakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyakit

Keberadaan virus dalam sel atau jaringan tubuh makhluk hidup akan mengganggu metabolisme, bahkan dapat merusak sel atau jaringan sehingga timbul penyakit.

Terdapat berbagai bentuk infeksi virus karena disesuaikan dengan organ tubuh yang terinfeksi, beberapa di antaranya dapat menular dari orang ke orang.

Mengutip Healthgrades, berikut beberapa penyakit umum akibat infeksi virus:

  • Cacar air
  • Flu
  • Herpes
  • HIV/AIDS
  • Human papillomavirus atau HPV
  • Gondongan
  • Campak
  • Rubella
  • Herpes zoster atau cacar ular (cacar api)
  • Muntaber atau gastroenteritis
  • Hepatitis virus
  • Meningitis virus
  • Pneumonia virus

Baca juga: 3 Penyakit Akibat Infeksi Virus yang Sering Dialami Anak

Salah satu bentuk infeksi virus yang menyebabkan penyakit menular adalah pilek, flu, dan Covid-19.

Berikut beberapa cara umum penyebaran virus dari orang ke orang:

  • Menghirup droplet yang terkontaminasi virus
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus
  • Melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi virus menular seksual
  • Penularan tidak langsung dari orang ke orang oleh inang virus, seperti nyamuk, kutu, atau tikus
  • Menyentuh permukaan atau cairan tubuh yang terkontaminasi virus

Gejala

Penyakit akibat virus dapat memunculkan gejala yang bervariasi dan tingkat keparahan yang berbeda, tergantung pada jenis infeksi virus dan faktor lainnya.

Gejala infeksi virus dapat memengaruhi hampir semua area tubuh atau sistem tubuh, berikut beberapa gejala umum infeksi virus:

  1. Gejala seperti flu, seperti:
    a. merasa lemas atau kelelahan
    b. demam
    c. sakit tenggorokan
    d. sakit kepala
    e. batuk
    f. nyeri otot dan sendi
    g. bersin
    h. hidung berair
  2. Gangguan gastrointestinal, seperti:
    a. diare
    b. mual
    c. muntah
    d. sakit perut
    e. nafsu makan berkurang
  3. Kulit dan bagian putih mata menguning
  4. Malaise, yaitu perasaan lelah, tidak nyaman, dan kurang enak badan tanpa diketahui penyebabnya
  5. Muncul ruam
  6. Hidung tersumbat, pilek, atau postnasal drip (penumpukan lendir di belakang sinus)
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening
  8. Pembengkakan amandel
  9. Pembengkakan pada bagian tubuh yang terinfeksi
  10. Berat badan berkurang tanpa sebab
  11. Warna urine menjadi lebih gelap
  12. Perdarahan pada bagian tubuh yang terinfeksi

Baca juga: Yang Harus Diketahui Tentang Infeksi Ulang Virus Corona

Jika infeksi virus terjadi pada bayi, mungkin akan timbul beberapa gejala berikut:

  • Benjolan lunak di bagian atas kepala
  • Sulit makan
  • Menangis atau rewel berlebihan
  • Kantuk yang berlebihan

Pada beberapa kasus, infeksi virus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti dehidrasi dan pneumonia.

Segera lakukan penanganan medis jika merasakan salah satu gejala berikut:

  • Penurunan kesadaran atau kurang waspada
  • Dada dan perut terasa nyeri atau sakit
  • Batuk disertai dahak berwarna kuning, hijau, atau kecoklatan
  • Demam tinggi, lebih dari 38 derajat Celsius
  • Sesak napas
  • Leher kaku
  • Kejang

Penyebab

Setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia, virus akan merusak, membunuh, bahkan mengubah struktur sel-sel sehat dan mengambil nutrisi sel tersebut.

Setelah mendapat cukup nutrisi maka virus akan merusak sel-sel dalam tubuh dan akhirnya virus dapat memperbanyak diri.

Ketika virus berhasil memperbanyak diri menyebabkan manusia mengalami keluhan akibat infeksi virus pada organ atau bagian tubuh.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri

Melansir On Health, berikut beberapa jenis virus berdasarkan organ atau tubuh yang terinfeksi:

  1. Infeksi di saluran pernapasan, menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Berikut jenis virus penyebab infeksi pernapasan:
    a. Rhinovirus, menyebabkan pilek
    b. Respiratory Syncytial Virus (RSV), menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (seperti pilek) dan infeksi saluran pernapasan bawah (seperti pneumonia dan bronkiolitis)
    c. Coronavirus, menyebabkan MERS, SARS, dan Covid-19
    d. Paramyxovirus, menyebabkan gondongan
  2. Infeksi di saluran pencernaan, terjadi di lambung, hati, dan usus:
    a. Rotavirus, menyebabkan diare cair yang parah hingga menyebabkan dehidrasi
    b. Astrovirus
    c. Norovirus
  3. Infeksi di kulit, dapat terjadi secara ringan hingga parah dan sering memunculkan ruam, contohnya:
    a. Penyakit moluskum kontagiosum, menyebabkan tumbuhnya bintil di kulit
    b. Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1), menyebabkan penyakit herpes pada daerah mulut atau hidung
    c. Varicella Zoster, menyebabkan herpes zoster dan cacar air
  4. Infeksi virus pada area genital, ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh dan beberapa di antaranya melalui darah, di antaranya:
    a. Human papillomavirus atau HPV, menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks
    b. Hepatitis B, ditularkan melalui darah dan cairan tubuh yang terkontaminasi, serta menyebabkan peradangan pada hati
    c. Herpes simplex virus (HSV), menyebabkan herpes genital yang menular melalui hubungan seksual
    d. Human Immunodeficiency Virus (HIV), menyebabkan penyakit HIV/AIDS dan ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi

Baca juga: Membedakan Sinusitis Akibat Infeksi Virus dan Bakteri

Diagnosis

Melansir Healthline, dokter dapat mendiagnosis virus yang menginfeksi pasien setelah mengetahui gejala pasien.

Jika gejala yang muncul memiliki ciri khas, seperti campak atau cacar air maka dokter dapat mendiagnosis dengan pemeriksaan fisik sederhana.

Namun, terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui jenis virus yang menginfeksi pasien, di antaranya:

  1. Tes darah lengkap, untuk mengetahui jumlah sel darah putih
  2. Tes C-reactive protein (CRP), untuk mengukur kadar protein C reaktif yang diproduksi di hati dan mendeteksi peradangan dalam tubuh
  3. Enzyme-liked immunosorbent assay (ELISA), untuk mendeteksi antibodi yang terkait virus Varicella zoster, virus HIV, serta virus hepatitis B dan C.
  4. Polymerase chain reaction (PCR),untuk mengetahui tipe virus yang menginfeksi, biasanya digunakan untuk infeksi virus Herpes simplex dan Varicella zoster
  5. Menggunakan mikroskop elektron untuk melihat sampel darah atau jaringan tubuh pasien secara detail
  6. Tes kultur darah atau urine
  7. Biopsi, untuk mengetahui jenis virus yang menginfeksi dengan mengambil sampel jaringan tubuh yang terinfeksi

Perawatan

Dikutip dari Healthgrades, pengobatan infeksi virus bervariasi karena disesuaikan dengan jenis virus dan kondisi pasien.

Baca juga: Selain Covid-19, Ini 6 Jenis Penyakit Menular akibat Infeksi Virus

Tindakan pengobatan umum bertujuan untuk meredakan atau menghilangkan gejala sehingga pasien dapat istirahat dan kembali pulih.

Pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi, menghambat, atau menghilangkan infeksi virus.

Penderita infeksi virus akan diberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan infeksi, tetapi pada beberapa infeksi ringan biasanya tidak perlu mendapat penanganan intensif.

Hal ini dikarenakan infeksi virus dengan gejala ringan, seperti pilek dan cacar air bersifat self-limiting disease, yakni dapat pulih dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.

Berikut beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengobati infeksi virus:

  • Acyclovir, untuk mengatasi cacar air, cacar ular, dan penyakit herpes
  • Valacyclovir, untuk infeksi virus herpes
  • Oseltamivir, untuk mengatasi infeksi virus influenza
  • Antiretroviral, untuk menghambat kemampuan HIV bereproduksi dan menyebar di dalam tubuh
  • Interferon, untuk meningkatkan respon kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan virus
  • Ribavirin, obat antivirus yang digunakan untuk menangani hepatitis C
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri
  • Dekongestan, untuk meredakan hidung tersumbat
  • Mengisap permen pelega tenggorokan, untuk membantu meredakan sakit tenggorokan

Penderita penyakit akibat infeksi virus juga disarankan untuk banyak istirahat dan memenuhi kebutuhan air putih guna mencegah dehidrasi.

Baca juga: Gejala Demam Karena Infeksi Virus

Pencegahan

Dikutip dari Healthline, terdapat beberapa tips untuk membantu mencegah penyakit akibat infeksi virus, di antaranya:

  1. Terapkan gaya hidup sehat, seperti:
    a. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah atau saat ingin melakukan sesuatu
    b. Hindari menyentuh wajah, mulut, atau hidung jika belum cuci tangan
    c. Tidak berbagi peralatan pribadi, seperti peralatan makanan, gelas, dan sikat gigi
    d. Memasak makanan hingga matang sempurna
    e. Konsumsi makanan bernutrisi
  2. Lakukan vaksinasi untuk mencegah terinfeksi virus, seperti:
    a. Cacar
    b. Campak
    c. Gondongan
    d. Hepatitis A dan hepatitis B
    e. Human papillomavirus (HPV)
    f. Influenza
    g. Polio
    h. Rabies
    i. Rubella
  3. Tidak keluar rumah ketika sedang sakit
    Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan infeksi kepada orang lain
  4. Melakukan hubungan seksual yang aman, seperti:
    a. Menggunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS)
    b. Membatasi jumlah pasangan seksual
    c. Tidak berganti-ganti pasangan seksual
    d. Tidak melakukan seks bebas
  5. Menggunakan masker ketika berada di tempat umum atau menemui orang yang sedang sakit

Baca juga: Waspada, Bahaya Komplikasi Infeksi Virus Corona pada Anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.