Kompas.com - 29/12/2021, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Infeksi ginjal adalah jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang umumnya bermula di uretra atau kandung kemih dan menyebar ke salah satu atau kedua ginjal Anda.

Kondisi ini harus segera mendapat perhatian medis yang tepat karena dapat merusak ginjal secara permanen atau penyebaran bakteri ke aliran darah yang dapat mengancam keselamatan.

Baca juga: 9 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering Tak Disadari

Penyebab

Menurut Mayo Clinic, infeksi ginjal dapat terjadi akibat bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang biak hingga masuk ke ginjal Anda.

Selain itu, bakteri dari infeksi di bagian tubuh lainnya juga dapat menyebar melalui aliran darah ke ginjal dan memungkinkan terjadinya infeksi.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko infeksi ginjal meliputi:

  • Jenis kelamin perempuan, uretra perempuan lebih pendek daripada pria yang membuat bakteri lebih mudah berpindah dari luar tubuh ke kandung kemih
  • Mengalami penyumbatan saluran kemih yang mengurangi kemampuan Anda untuk mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Mengalami kerusakan saraf di sekitar kandung kemih
  • Menggunakan kateter urine untuk sementara waktu
  • Memiliki kondisi yang menyebabkan urine mengalir dengan cara yang salah.

Gejala

Berdasarkan Mayo Clinic, gejala infeksi ginjal meliputi:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Sakit punggung
  • Sakit perut
  • Sering buang air kecil
  • Dorongan yang kuat dan terus-menerus untuk buang air kecil
  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Nanah atau darah dalam urine
  • Urine berbau tidak sedap atau keruh.

Baca juga: 5 Penyebab Infeksi Ginjal

Segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki gejala infeksi ginjal yang disertai dengan urine berdarah atau mual dan muntah.

Diagnosis

Dilansir dari Healthline, diagnosis infeksi ginjal akan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Diskusi mengenai riwayat medis, faktor risiko, dan gejala Anda
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan rektal untuk pria, dilakukan untuk memeriksa pembesaran prostat yang menghalangi leher kandung kemih
  • Urinalysis, mendeteksi bakteri dan juga sel darah putih yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi
  • Kultur urine,menentukan bakteri spesifik yang berkembang di tubuh
  • CT scan, MRI, atau tes ultrasound untuk memberikan gambar ginjal Anda.

Perawatan

Mengutip Healthline, perawatan akan tergantung pada tingkat keparahan infeksi ginjal Anda, seperti:

  • Antibiotik oral untuk infeksi yang ringan
  • Pemberian antibiotik intravena dan cairan infus dengan rawat inap untuk infeksi yang lebih serius
  • Operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki penyumbatan atau bentuk bermasalah di saluran kemih.

Selain itu, untuk mengurangi ketidaknyamanan saat pulih dari infeksi ginjal, Anda dapat melakukan cara sebagai berikut:

  • Letakkan bantal pemanas di perut, punggung, atau samping untuk mengurangi rasa sakit
  • Gunakan obat nyer
  • Tetap terhidrasi serta hindari kopi dan alkohol sampai infeksi sepenuhnya pulih.

Baca juga: 4 Obat Infeksi Ginjal

Komplikasi

Berdasarkan Mayo Clinic, infeksi ginjal yang tidak segera ditangani dapat memburuk dan menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Kerusakan ginjal permanen yang menyebabkan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal
  • Bakteri dari ginjal dapat meracuni aliran darah dan menyebabkan sepsis yang mengancam keselamatan
  • Mengalami jaringan parut ginjal atau tekanan darah tinggi
  • Peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah jika mengalami infeksi ginjal selama masa kehamilan.

Pencegahan

Menurut Mayo Clinic, Anda dapat mengurangi risiko infeksi ginjal dengan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Minum banyak air untuk membantu menghilangkan bakteri dari tubuh saat Anda buang air kecil
  • Hindari menunda buang air kecil saat Anda merasa ingin buang air kecil
  • Segera buang air kecil sesegera mungkin setelah berhubungan seksual
  • Bersihkan dengan hati-hati yaitu menyeka dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan setelah buang air besar
  • Hindari penggunaan produk kewanitaan di area genital.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.