Bagaimana Serangan Jantung yang Bisa Sebabkan Kematian?

Kompas.com - 18/02/2020, 09:14 WIB
Ilustrasi serangan jantung ShutterstockIlustrasi serangan jantung

Gumpalan darah tersebut terbentyuk karena plak pada dinding dalam koroner tiba-tiba retak atau pecah. Isi plak itu kemudian merangsang sel-sel darah yang sedang mengalir untuk menggumpal.

Proses penggumalan darah sebenarnya adalah reaksi alami penyebuhan luka seperti halnya apabila tangan terluka. Namun, gumpalan yang terbentuk di dalam liang koroner itu dapat menjadi sumbatan.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Pencegah Kanker hingga Sakit Jantung

Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi pada sel-sel jantung yang dialiri darah oleh koroner akan terhenti.

Jika dalam waktu sekitar 20 menit sumbatan itu tidak melarut, maka sel-sel jantung akan mulai "gugur".

Semakin lama sumbatan dari gumpalan darah itu mengendon di dalam pembuluh koroner, maka kian banyak pulajumlah sel yang mati.

Dari situlah risiko terjadinya komplikasi seperti payah jantung, gangguan irama jantung ganas dan bahkan kematian, akan semakin besar.

Baca juga: Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Jenis, Gejala, Penyebab

Oleh sebab itu, para penderita serangan jantung harus segera ditangani. 

Petunjuk kunci serangan jantung

Merangkum Buku Cintailah Jantung Kita: Mencegah Serangan Jantung (2016) karya I Wayan Wita, terdapat sejumlah informasi yang bisa menjadi petunjuk kunci bagi masyarakat untuk mengenali persoalan serangan jantung.

Berikut poin-poinnya:

  • Serangan jantung adalah masalah kegawatdaruatan penyakit jantung koroner yang bersifat mendadak dan berat
  • Serangan jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia
  • Faktor risiko serangan jantung meliputi faktor risiko tetap (yang tidak dapat diubah) dan faktor risiko dapat diubah atau dimodifikasi (faktor gaya hidup)
  • Nyeri dada adalah keluhan utama yang paling sering terjadi pada penderita serangan jantung
  • Komplikasi serangan jantung dapat berupa gagal jantung: gangguan pompa jantung yang mengakibatkan alian darah yang tidak lagi bisa memenuhikebutuhan makanan dan oksigen tubuh secara normal
  • Gejala dan tanda gagal jantung meliputi penderita mengeluh mudah lelah (sesak saat beraktifitas) dan kaki bengkak
  • Komplikasi serangan jantung lannya, yakni gangguan irama jantung atau aritmia yang bisa membahayakan nyawa

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X