Kompas.com - 06/05/2020, 12:06 WIB

Contoh kasus:

Seorang anak baru melempar bola saat bermain hingga membuat kaca rumah pecag. Karena takut dimarahi orangtua, anak ini mengatakan bahwa dia tidak melempar bola tersebut, tapi temannya yang melakukan.

 

Alasan anak berbohong

Melansir Buku Mengembangkan Nilai Moral pada Anak (2009) oleh Dian Ibung, Psi, ada banyak alasan yang bisa melatarbelakangi anak berbohong.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Ingin menguji kemampuan diri

Pada usia 3-4 tahun, ketika berbohong, mungkin sekali anak sedang menguji kemampuannya dalam berbohong dan apakah dia cukup mampu membohongi orangtuanya.

Sayangnya, kebohongan di usia anak ini pada umumnya disertai dengan imajinasi yang tinggi.

Hal ini sering kali justru menyebabkan kebohongan mereka terbongkar karena tidak masuk akal.

Jika kebohongan dilakukan anak balita, yang mungkin terjadi adalah bahwa anak tersebut belum cukup mampu untuk membedakan antara kenyataan dan khayalan.

Anak-anak juga belum paham mengapa berbohong dikategorikan “terlarang”.

Baca juga: Produk Pembersih Bisa Berbahaya Bagi Anak-Anak, Begini Baiknya

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.