Jangan Disepelekan, Berikut 5 Jenis Depresi dan Gejalanya

Kompas.com - 26/06/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Penderita juga kerap mengalami halusinasi atau delusi, seperti percaya bahwa mereka sedang diawasi atau diikuti.

Penderita depresi psikotik juga kerap mengalami paranoid dan merasa seolah-olah semua orang menentang mereka.

Depresi jenis ini juga bisa membuat penderitanya percaya bahwa mereka adalah penyebab penyakit atau peristiwa buruk yang terjadi di sekitar mereka.

Baca juga: Kenapa Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi?

4. Depresi antenatal dan postnatal

Wanita berisiko lebih tinggi mengalami depresi selama kehamilan yang dijenak dengan periode depresi atenatal atau prenatal.

Usai persalinan, wanita juga rentan mengalami depresi postnatal, khususnya pada tahun pertama setelah kelahiran bayi.

Penyebab depresi ini sangat kompleks dan seringkali merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor.

5. Depresi Persisten

Depresi persisten biasanya terjadi selama dua tahun atau lebih. Penderita depresi persisten biasanya mengalami hal berikut:

  • selera makan berubah
  • tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • kurang energi atau kelelahan
  • tingkat percaya diri yang rendah
  • kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • merasa putus asa.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X