Kompas.com - 13/10/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi anak makan sayur SHUTTERSTOCK/McimageIlustrasi anak makan sayur

KOMPAS.com - Zat besi adalah nutrisi yang memiliki peran penting di dalam tubuh.

Zat besi diperlukan tubuh salah satunya untuk membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen.

Jika makanan anak kekurangan zat besi, ia mungkin akan mengalami kondisi yang disebut kekurangan zat besi.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Kekurangan zat besi pada anak-anak termasuk masalah kesehatan yang umum terjadi.

Ini dapat terjadi pada banyak tingkatan, dari defisiensi ringan hingga anemia defisiensi zat besi, yakni suatu kondisi di mana darah tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat.

Jika tidak tangani, anemia defisiensi zat besi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, anemia defisiensi zat besi juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh pada anak, sehingga lebih rentan terserang penyakit.

Penyebab kekurangan zat besi pada anak

Melansir Cleveland Clinic, kekurangan zat besi pada anak biasanya terjadi karena tiga alasan utama berikut:

1. Pola makan yang buruk

Anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi karena kebutuhan mereka akan mineral ini tidak tercukupi dari makanan.

Sederhananya, pola makan yang miskin sumber zat besi dapat jadi penyebab kekurangan zat besi pada anak.

Perlu diperhatikan, jangan terlalu banyak memberi anak susu.

Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi

Pola makan yang menonjolkan jumlah susu yang berlebihan, yang merupakan sumber zat besi yang buruk, dapat membuat anak berisiko kekurangan zat besi.

2. Kehilangan darah

Penyebab kehilangan darah dapat terjadi dari tukak lambung (kasusnya jarang terjadi), radang usus kronis, hingga infestasi parasit seperti cacing tambang.

3. Ketidakmampuan untuk menyerap zat besi yang cukup dari makanan

Kondisi ini dapat terjadi dengan kondisi seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn.

Untuk mengetahui penyebab kekurangan zat besi pada anak secara pasti, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Jika anak sudah terlanjur menderita anemia akibat kekurangan zat besi, jangan ragu untuk segera bawa mereka ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai kausa (sebab yang menimbulkan suatu kejadian).

Setiap kausa memiliki terapi yang berbeda-beda.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Kalium Tinggi

 

Siapa yang berisiko kekurangan zat besi?

 

Melansir Mayo Clinic, terdapat sejumlah kelompok bayi dan anak-anak yang memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kekurangan zat besi.

Berikut beberapa di antaranya:

  • Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat lahir rendah
  • Bayi yang minum susu sapi atau susu kambing sebelum usia 1 tahun
  • Bayi yang diberi ASI yang tidak diberi makanan pendamping yang mengandung zat besi setelah usia 6 bulan
  • Bayi yang minum susu formula yang tidak diperkaya dengan zat besi
  • Anak-anak usia 1-5 tahun yang minum lebih dari 24 ons (710 mililiter) susu sapi, susu kambing atau susu kedelai sehari
  • Anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti infeksi kronis atau pola makan yang dibatasi
  • Anak-anak yang tidak cukup makan makanan kaya zat besi
  • Anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas

Remaja perempuan juga berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi karena tubuh mereka kehilangan zat besi saat menstruasi.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Vitamin A Tinggi

Tanda dan gejala kekurangan zat besi pada anak

Terlalu sedikit zat besi dapat mengganggu kemampuan anak untuk “berfungsi” dengan baik.

Namun, sebagian besar tanda dan gejala kekurangan zat besi pada anak-anak tidak muncul sampai anemia defisiensi zat besi terjadi.
Jika anak memiliki faktor risiko kekurangan zat besi, bicarakan dengan dokter.

Tanda dan gejala anemia defisiensi zat besi mungkin termasuk:

  • Kulit pucat
  • Kelelahan
  • Tangan dan kaki dingin
  • Pertumbuhan dan perkembangan melambat
  • Nafsu makan buruk
  • Napas cepat yang tidak normal
  • Masalah perilaku
  • Infeksi yang sering

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

Cara mengatasi kekurangan zat besi pada anak

Melansir Medical News Today, untuk mencegah dan mengatasi anemia, orangtua perlu memastikan bahwa anak telah diberikan asupan gizi yang adekuat dalam hal jumlah dan jenisnya.

Berikan anak asupan bahan makanan yang kaya akan sumber zat besi, terutama yang berasal dari produk hewani.

Pasalnya, jenis zat besi yang terkandung di dalam produk hewani dapat langsung diserap oleh tubuh.

Selain itu, pastikan anak mengasup vitamin C yang cukup agar proses absorpsi zat besi berjalan baik.

Anak-anak sementara juga perlu dihindarkan dari konsumsi teh, serat, dan kalsium saat makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Jika pengaturan makanan dirasa belum bisa mencukupi kebutuhan zat besi anak, bicarakan dengan dokter tentang perlunya pemeriksaan dan suplemen zat besi.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik (PMK) Indonesia No. 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, nilai kebutuhan zat besi harian pada setiap orang dapat berbeda, tergantung usia dan faktor risiko.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi

Berikut ini angka kecukupan gizi (AKG) zat yang dianjurkan untuk kelompok bayi dan anak per orang per hari:

  • Usia 0-5 bulan: 0,3 mg (dari ASI)
  • Usia 6-11 bulan: 11 mg
  • Usia 1-3 tahun: 7 mg
  • Usia 4-6 tahun: 10 mg
  • Usia 7-9 tahun: 10 mg

Laki-laki

  • 10-12 tahun: 8 mg
  • 13-15 tahun: 11 mg
  • 16-18 tahun: 11 mg

Perempuan

  • 10-12 tahun: 8 mg
  • 13-15 tahun: 15 mg
  • 16-18 tahun: 15 mg

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Mangan Tinggi

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

4 Cara Mengobati Aterosklerosis Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Nyeri Kronis

Nyeri Kronis

Penyakit
Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Health
Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.