Kompas.com - 31/10/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Pembatasan makanan pada penderita penyakit ginjal dapat bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan ginjal yang mereka alami.

Baca juga: 10 Penyebab Urine Keruh, Bisa Jadi Gejala Diabetes hingga Penyakit Ginjal

Misalnya, orang dengan penyakit ginjal stadium awal memiliki batasan yang berbeda dibandingkan dengan gagal ginjal yang dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir.

Jika Anda menderita penyakit ginjal, penyedia fasiltas kesehatan dapat membantu menentukan diet terbaik untuk kebutuhan Anda.

Bagi kebanyakan orang dengan penyakit ginjal lanjut, penting untuk mengikuti diet ramah ginjal yang membantu mengurangi jumlah limbah dalam darah.

Diet ini sering disebut sebagai diet ginjal.

Diet ini ditujukan untuk membantu meningkatkan fungsi ginjal sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Natrium Tinggi

Meskipun pantangan makanan berbeda-beda, pada umumnya disarankan agar semua orang dengan penyakit ginjal membatasi nutrisi berikut:

  • Sodium atau natrium, pasalnya ginjal yang rusak tidak dapat menyaring kelebihan natrium, dan menyebabkan kadar darahnya meningkat. Penderita penyakit ginjal seringkali disarankan untuk membatasi natrium hingga kurang dari 2.000 mg per hari.
  • Kalium untuk untuk menghindari kadar darah tinggi yang berbahaya. Biasanya penderita penyakit ginjal dianjurkan untuk membatasi kalium hingga kurang dari 2.000 mg per hari.
  • Fosfor karena ginjal yang rusak tidak dapat menghilangkan kelebihan mineral ini. Sementara, kadar fosfor yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Dengan demikain, asupan fosfor perlu dibatasi kurang dari 800–1.000 mg per hari pada pasien.

Protein adalah nutrisi lain yang mungkin perlu dibatasi oleh penderita penyakit ginjal, karena ginjal yang rusak tidak dapat membersihkan produk limbah dari metabolisme protein.

Namun, seseorang dengan penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani dialisis atau terapi cuci darah, memiliki kebutuhan protein yang lebih besar.

Setiap orang dengan penyakit ginjal berbeda, itulah mengapa penting untuk berbicara dengan dokter dan ahli gizi tentang kebutuhan diet individu Anda.

Baca juga: 17 Makanan yang Mengandung Protein Tinggi


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.