Kompas.com - 02/11/2020, 09:06 WIB
Ilustrasi tempe shutterstockIlustrasi tempe

3. Membuat makanan lebih mudah dicerna

Fermentasi membantu memecah nutrisi dalam makanan, membuatnya lebih mudah dicerna daripada makanan yang tidak difermentasi.

Misalnya, laktosa, gula alami dalam susu, dipecah selama fermentasi menjadi gula yang lebih sederhana, yakni glukosa dan galaktosa.

Alhasil, seseorang yang memiliki intoleransi laktosa pada umumnya juga akan baik-baik saja mengonsumsi produk susu fermentasi seperti kefir dan yogurt.

Selain itu, fermentasi dapat membantu memecah dan menghancurkan antinutrien, seperti fitat dan lektin yang merupakan senyawa yang ditemukan dalam biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan yang mengganggu penyerapan nutrisi.

Oleh karena itu, mengonsumsi kacang-kacangan yang difermentasi seperti tempe dapat meningkatkan penyerapan nutrisi yang bermanfaat, membuatnya lebih bergizi daripada alternatif yang tidak difermentasi.

Baca juga: Sistem Pencernaan: Fungsi, Organ, dan Cara Menjaga Agar Tetap Sehat

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Manfaat Makanan Fermentasi untuk Kesehatan
Makanan fermentasi memiliki banyak manfaat kesehatan, tak hanya memperlancar pencernaan, sehingga baik dimasukkan dalam menu makanan sehari-hari.
Bagikan artikel ini melalui

4. Manfaat Potensial Lainnya

Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan fermentasi juga dapat meningkatkan:

  • Kesehatan mental

Beberapa penelitian telah mengaitkan strain probiotik Lactobacillus helveticus dan Bifidobacterium longum dengan pengurangan gejala kecemasan dan depresi.

Kedua probiotik ditemukan dalam makanan fermentasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.