Kompas.com - 02/11/2020, 10:35 WIB
Pusing bisa jadi salah satu gejala stroke ringan. Shutterstock/jaojormamiPusing bisa jadi salah satu gejala stroke ringan.

KOMPAS.com - Banyak orang pernah mengalami pusing sebelum makan.

Glukosa darah yang rendah bisa membuat seseorang merasa pusing atau kelelahan, apalagi jika belum makan dalam waktu yang lama.

Sementara, pusing setelah makan jarang terjadi, tetapi gangguan ini tetap saja bisa menyerang.

Baca juga: 12 Makanan yang Baik untuk Pencernaan

Beberapa kondisi medis dan kepekaan terhadap makanan dapat memicu pusing setelah makan.

Dokter terkadang menyebut pusing setelah makan sebagai vertigo postprandial.

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan orang untuk meminimalkan gejala ini.

60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

4 Penyebab Pusing Setelah Makan dan Cara Mengatasinya
Mengenal beragam penyebab pusing setelah makan dan cara mengatasinya baik sebagai bagian dari antisipasi adanya gangguan ini.
Bagikan artikel ini melalui

Berikut ini adalah beragam penyebab pusing setelah makan dan cara mencegahnya:

1. Hipotensi postprandial

Melansir Health Line, hipotensi postprandial adalah penurunan tekanan darah setelah makan.

Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke perut dan usus, yang membuat aliran darah menjauh dari bagian tubuh lainnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X