Kompas.com - 27/04/2021, 18:03 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD

Tapi sayangnya, pengujian alergi konvensional tidak dapat diandalkan untuk mengidentifikasi makanan penyebab ini.

Orang dengan esofagitis eosinofilik mungkin memiliki alergi non-makanan lainnya. Misalnya, terkadang alergen yang dihirup, seperti serbuk sari, mungkin menjadi penyebabnya.

3. Esofagitis limfositik

Esofagitis limfositik adalah kondisi esofagus yang jarang terjadi di mana terdapat peningkatan jumlah limfosit di lapisan esofagus.

Esofagitis limfositik mungkin terkait dengan esofagitis eosinofilik atau GERD.

Baca juga: 5 Olahraga yang Baik untuk Penderita Asam Lambung

4. Esofagitis akibat obat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa obat oral dapat menyebabkan kerusakan jaringan jika tetap bersentuhan dengan lapisan esofagus terlalu lama.

Misalnya, jika seseorang menelan pil dengan sedikit atau tanpa air, kemudian pil itu sendiri atau residu dari pil tersebut mungkin tertinggal di kerongkongan.

Obat-obatan yang telah dikaitkan dengan radang kerongkongan meliputi:

  • Obat pereda nyeri, seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve, lainnya)
  • Antibiotik, seperti tetrasiklin dan doksisiklin
  • Kalium klorida yang digunakan untuk mengobati kekurangan kalium
  • Bifosfonat, termasuk alendronate (Fosamax), pengobatan untuk tulang lemah dan rapuh (osteoporosis)
  • Quinidine yang digunakan untuk mengobati masalah jantung

Baca juga: 10 Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Secara Alami

5. Esofagitis menular

Infeksi bakteri, virus atau jamur pada jaringan esofagus dapat menyebabkan esofagitis.

Esofagitis menular relatif jarang terjadi dan paling sering terjadi pada orang dengan fungsi sistem kekebalan yang buruk, seperti pada penderita HIV/AIDS atau penderita kanker.

Jamur yang biasanya ada di mulut yang disebut Candida albicans adalah penyebab umum esofagitis menular.

Infeksi semacam itu sering dikaitkan dengan fungsi sistem kekebalan yang buruk, diabetes, kanker, atau penggunaan obat steroid atau antibiotik.

Baca juga: 4 Tahapan Infeksi HIV Menjadi AIDS

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X