Kompas.com - 06/08/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi seorang suami membantu istrinya melahirkan. ThinkstockIlustrasi seorang suami membantu istrinya melahirkan.

KOMPAS.com - Bayi lahir prematur menjadi ketakutan terbesar para calon orangtua.

Bayi dikatakan lahir prematur ketika ia terlahir lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan hari persalinan.

Dengan kata lain, kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kandungan mencapai minggu ke-37 kehamilan.

Bayi lahir prematur berisiko tinggu mengalami masalah medis dna komplikasi serius.
Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi medis tersebut.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Orangtua Agar Anak Tidak Tertular Covid-19

Apa yang memicu bayi lahir prematur?

Menurut dokter spesialis Obstetri dan Ginekolog Salena Zanotti, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Beberapa faktor risiko tersebut ada yang bisa dikendalikan dan ada pula yang tidak bisa dikendalikan.

"Wanita yang telah mengandung beberpa kali biasanya berisiko mengalami kelahiran prematur," ucapnya.

Karena itu, mereka perlu mendapatkan pemantauan ketat sebagai tindakan pencegahan.

“Wanita yang hamil di usia yang sangat muda, serta wanita yang hamil setelah usia 35 tahun, juga berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur,” katanya.

Selain itu, gaya hidup juga dapat berperan. Karena itulah, wanita hamil harus menghindari merokok, alkohol, dan penggunaan obat-obatan rekreasional.

Wanita yang telah menjalani prosedur perawatan serviks karena masalah pra-kanker juga bisa mengalami kelahiran prematur.

“Jika Anda pernah menjalani prosedur serviks seperti pap smear dan mengalami perubahan akibat prakanker, Anda berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur,” kata Zanotti.

Zanotti juga berkata wanita yang pernah melahirkan prematur sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi pada kehamilan berikutnya.

Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan suntikan progesteron dapat secara signifikan mengurangi risiko kelahiran prematur. Karena itu,metode ini juga banyak disarankan dokter.

“Ada banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk menemukan cara mengurangi risiko kelahiran prematur," ungkap Zanotti.

Baca juga: 3 Manfaat Lada Hitam yang Sayang Dilewatkan

 

Namun, cara terbaik untuk mencegah kelahiran prematur adalah menerapkan gaya hidup yang baik untuk memastikan seorang wanita dalam kondisi paling sehat dan perawatan prenatal rutin.

Wanita hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kehamilan rutin dan berkonsultasi dengan Ob/Gyn Anda untuk menghindari masalah selama kehamilan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.