Kompas.com - 26/06/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Beberapa kebiasaan dan kondisi medis tertentu disadari maupun tidak dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri.

Penumpukan plak di pembuluh darah arteri ini disebut sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis ini berpotensi berbahaya karena arteri berfungsi untuk mengantarkan darah dan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Penumpukan Plak dalam Pembuluh Darah

Mengutip NHS, jika arteri tersumbat oleh penumpukan plak, sirkulasi darah menjadi tidak lancar dan arteri dapat mengeras serta menyempit.

Plak adalah zat lengket yang terbuat dari lemak, kolesterol, kalsium dan zat lainnya.

Akibatnya beberapa masalah kesehatan serius dapat terjadi, seperti:

Baca juga: 6 Cara Mencegah Penumpukan Plak Gigi yang Bisa Sebabkan Gigi Berlubang

Berikut penumpukan plak dapat terjadi karena beberapa faktor risiko yang perlu Anda ketahui:

1. Kadar kolesterol tinggi

Mengutip WebMD, kadar kolesterol tinggi yang "jahat" (LDL) merupakan penyebab utama pembentukan plak yang menumpuk di arteri.

Kolesterol baik (HDL) sebenarnya dapat menghilangkan beberapa kolesterol jahat dengan membawanya ke hati untuk dihilangkan.

Sehingga, penumpukan plak di arteri dapat dicegah atau dikurangi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.