Kompas.com - 02/07/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Cuaca panas dan aktivitas berat seperti olahraga atau pekerjaan fisik di bawah sinar matahari membuat beberapa orang sering merasa haus sehingga menenggak air lebih banyak daripada biasanya.

Asupan air memang penting bagi tubuh manusia demi menunjang semua kegiatan dan mencegah dehidrasi. Namun, air juga bisa memberi dampak negatif apabila dikonsumsi berlebihan.

Orang yang kebanyakan minum air berisiko mengalami kondisi hiponatremia atau ganggauan elektrolit atau umumnya disebut keracunan air.

Baca juga: Bahaya Minum Air Putih Sebelum Tidur

Gangguan elektrolit tersebut berupa pengenceran yang mengakibatkan kadar natrium anjlok (di bawah 135 mEq/L, normalnya 135-145 mEq/L).

Padahal, natrium memiliki banyak peran bagi tubuh manusia, seperti meningkatkan kerja otot dan saraf serta menjaga tekanan darah.

Tanda-tanda hiponatremia

Gejala hiponatremia bisa berbeda tergantung pada proses penurunan kadar natrium pada manusia.

Melansir Everyday Health, berikut beberapa gejala umum yang dialami penderita hiponatremia.

  1. sakit kepala
  2. kelelahan
  3. linglung
  4. mual, muntah
  5. kejang atau kram otot
  6. kondisi mental yang berubah: gelisah, cepat marah

Baca juga: Minum Obat Hipertensi Pagi atau Malam Hari, Mana yang Lebih Baik?

Faktor risiko hiponatremia

Selain kebanyakan konsumsi air, hiponatremia juga bisa dipicu oleh beberapa faktor lain yaitu:

  • Kurang konsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium
  • Penggunaan obat diuretik (misalnya pada penderita gagal jantung)
  • Pemakaian jangka panjang obat antidepresan pada penyintas depresi berat
  • Diare atau muntah kronis
  • Perubahan hormonal, seperti insufisiensi kelenjar adrenal atau rendahnya kadar hormon tiroid

Kapan harus ke dokter?

Anda disarankan untuk segera periksa ke dokter atau mencari pelayan medis apabila mengalami gejala berat seperti muntah kronis, linglung, kejang, kesadaran menurun, dan kram.

Komplikasi hiponatremia

Hiponatremia dapat menyebabkan kejang, koma, dan gejala neurologis yang parah, termasuk kerusakan otak.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.