Kompas.com - 06/09/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi pengukuran suhu tubuh dengan termometer inframerah atau thermo gun untuk cegah penularan virus corona penyebab Covid-19. SHUTTERSTOCK/RossHelenIlustrasi pengukuran suhu tubuh dengan termometer inframerah atau thermo gun untuk cegah penularan virus corona penyebab Covid-19.

KOMPAS.com - Hipertermia merupakan suatu kondisi ketika suhu tubuh yang terlalu tinggi, serta ketidakmampuan tubuh untuk menyeimbangkan suhu.

Jika tidak segera ditangani, hipertermia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kram otot, gangguan sistem saraf, bahkan kerusakan permanen pada otak atau organ tubuh lainnya.

Baca juga: Hipertermia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Penyebab

Menurut Harvard Health, ketika suhu tubuh menjadi terlalu panas, seharusnya tubuh dapat mengatur dan mendinginkannya dengan berkeringat.

Akan tetapi, jika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu di lingkungan panas tanpa mengonsumsi cairan yang cukup, proses pendinginan tubuh tidak akan bekerja dengan baik, sehingga suhu tubuh akan meningkat hingga menyebabkan rasa sakit.

Faktor risiko

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Berdasarkan Healthline, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami hipertermia:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Bekerja di lingkungan yang sangat panas atau terpapar panas tinggi dalam waktu yang lama
  • Mengalami dehidrasi
  • Memiliki kelainan kulit atau kelenjar keringat
  • Mengonsumsi obat untuk jantung, tekanan darah, atau diare
  • Menderita penyakit tertentu

Gejala

Pada umumnya, kondisi ini terjadi karena kelelahan akibat panas. Berdasarkan Healthline, berikut tanda-tanda atau gejala umum hipertermia, yaitu:

Baca juga: Banjir Jabodetabek, Waspadai Risiko Hipotermia pada Anak dan Lansia

  • Suhu tubuh di atas 40 derajat celcius
  • Perasaan sensitif seperti mudah marah
  • Rasa gerah dan haus
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Kram otot
  • Sakit kepala

Jika gejala awal dari kondisi ini tidak segera diatasi, kelelahan akibat panas dapat berkembang menjadi lebih serius.

Tahapan

Melansir WebMD, berikut beberapa tahapan kondisi yang dapat terjadi akibat hipertermia disertai dengan gejalanya, meliputi:

  • Heat stress
    Umumnya terjadi karena dipengaruhi cuaca yang sangat panas dan pengaturan suhu tubuh mulai terganggu sehingga tidak bisa mengeluarkan keringat. Gejala: pusing, lemas, haus, mual, dan sakit kepala
  • Heat fatigue
    Terjadi ketika menghabiskan waktu yang terlalu lama di lingkungan yang panas sehingga dapat menyebabkan kelelahan, ketidaknyamanan fisik, dan stres psikologis. Gejala: merasa panas, haus, lelah, kesulitan berkonsentrasi, dan kehilangan keseimbangan
  • Heat syncope
    Terjadi ketika tekanan darah turun dan berkurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini biasanya disebabkan karena memaksakan diri untuk berada di lingkungan yang panas. Gejala: pusing, dehidrasi, dan pingsan

Baca juga: Hipotermia: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

  • Heat edema
    Kondisi ini dapat terjadi karena berdiri atau duduk dalam waktu yang lama di tempat yang panas sehingga menyebabkan gejala seperti pembengkakan pada tangan, kaki bagian bawah, atau pergelangan kaki
  • Heat rash
    Beraktivitas terlalu lama pada cuaca panas. Gejala: munculnya benjolan merah seperti jerawat atau ruam di kulit
  • Heat exhaustion
    Terjadi ketika tubuh tidak bisa menyeimbangkan suhu tubuh akibat kehilangan air dan garam dalam jumlah besar. Gejala: sakit kepala, mual, lemas, suhu tubuh meningkat, keringat berlebihan, detak jantung meningkat, sulit bergerak, dan produksi urine berkurang
  • Heat stroke
    Menjadi kondisi hipertermia paling parah karena dapat menyebabkan kerusakan organ secara permanen bahkan kematian. Gejala: suhu tubuh meningkat dengan cepat, kejang, keringat berlebih, penurunan kesadaran, kulit panas dan kering

Perawatan

Penanganan utama dari kondisi ini ialah dengan mendinginkan suhu tubuh saat gejala muncul.

Menurut WebMD, Anda dapat melakukan pertolongan pertama dengan cara berikut:

  • Beristirahat dan berteduh sejenak
  • Melonggarkan pakaian yang ketat
  • Minum air putih atau larutan elektrolit
  • Mengompres kepala, leher, wajah, atau bagian otot yang kram dengan handuk dingin 

Baca juga: Berapakah Suhu Tubuh Normal Manusia?

Selain itu, berikut beberapa langkah pencegahan hipertermia menurut Healthline, yaitu:

  • Hindari menggunakan pakaian yang tebal saat harus beraktivitas di cuaca yang panas
  • Kenakan pakaian yang terang
  • Konsumsi air lebih banyak agar tubuh terdehidrasi
  • Istirahat sejenak di tempat teduh atau di ruangan ber-AC
  • Hindari alkohol dan kafein

Diagnosis

Jika Anda mengalami gejala umum yang tidak kunjung membaik atau mengalami gejala hipertermia kronis, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Achondroplasia
Achondroplasia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.