Kompas.com - 12/09/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Cedera Kepala HalfpointIlustrasi Cedera Kepala

KOMPAS.com - Syok neurogenik merupakan kondisi emergensi akibat tidak teraturnya sirkulasi darah yang menyebabkan tekanan darah secara drastis dan tiba-tiba.

Kondisi ini menjadi komplikasi fatal dari trauma atau cedera pada saraf sumsum tulang belakang.

Jika tidak segera ditangani, syok neurogenik dapat berakibat fatal, seperti kerusakan organ tubuh secara permanen, bahkan mengancam nyawa.

Baca juga: 4 Tahapan dan Gejala Syok Hipovolemik, Saat Volume Darah Turun

Penyebab

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, syok neurogenik sering disebabkan oleh cedera atau trauma pada sumsum tulang belakang.

Berdasarkan Mayo Clinic, akibat cedera atau trauma tersebut, kemungkinan tubuh akan kehilangan fungsi dan stimulasi sistem saraf simpatik yang berperan untuk mempertahankan fungsi tubuh selama aktivitas fisik, sehingga menyebabkan syok.

Selain itu, berikut beberapa faktor lain yang mengganggu saraf pada tulang belakang dan dapat menyebabkan syok neurogenik menurut Healthline, antara lain:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Syok Neurogenik
Syok neurogenik merupakan kondisi emergensi akibat sirkulasi darah tidak teratur yang menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis.
Bagikan artikel ini melalui
  • Kecelakaan berkendara
  • Cedera
  • Efek samping obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf otonom
  • Prosedur pembiusan yang tidak tepat di saraf tulang belakang
  • Kondisi medis tertentu

Gejala

Gejala utama dari kondisi ini adalah tekanan darah yang sangat rendah.

Melansir Healthline, berikut tanda-tanda atau gejala lain syok neurogenik berdasarkan tingkat keparahannya, meliputi:

Baca juga: 4 Jenis Syok yang Bisa Sebabkan Kematian

Gejala umum

  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Pingsan
  • Keringat yang berlebihan
  • Kecemasan
  • Kulit pucat

Gejala kronis

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Kelemahan akibat sirkulasi darah tidak teratur
  • Irama jantung menjadi lebih lambat
  • Denyut nadi lemah
  • Bibir atau jari berubah warna
  • Suhu tubuh menurun

Perlu diingat bahwa syok neurogenik merupakan kondisi gawat darurat yang secepatnya membutuhkan penanganan dari tenaga medis.

Oleh karena itu, segera hubungi dokter dan pertolongan medis jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala di atas untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca juga: 8 Gejala Syok Septik yang Perlu Diwaspadai

Diagnosis

Berdasarkan Healthline, berikut beberapa jenis pemeriksaan terhadap syok neurogenik yang kemungkinan akan Anda lakukan, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik, mengetahui gejala tambahan dan memantau tekanan darah Anda
  • CT scan dan sinar-X, mendeteksi pendarahan internal atau kerusakan lain, dan mendiagnosis tingkat keparahan cedera jika Anda mengalaminya
  • MRI, membantu mendeteksi gangguan pada tulang belakang
  • Tes urine, mengukur volume urine dan membantu mendeteksi tanda-tanda infeksi

Perawatan

Perawatan bertujuan untuk menstabilkan kondisi syok dan mencegah cedera atau komplikasi lain yang fatal seperti kerusakan organ secara permanen.

Melansir Healthline, berikut langkah-langkah penanganan tenaga medis untuk mengatasi syok neurogenik:

  • Membatasi pergerakan tubuh, mencegah kerusakan lebih lanjut, contohnya seperti memasang collar neck pada leher
  • Memberikan cairan melalui infus, mengendalikan atau mengatur tekanan darah agar tetap dalam batas normal
  • Pemberian obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah atau menjaga detak jantung agar tetap normal

Setelah kondisi Anda stabil, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan pengobatan yang sesuai dengan penyebab dari syok neurogenik.

Baca juga: Pendarahan Setelah Operasi: Ciri, Penyebab, Penanganan, Cara Mencegah

Pencegahan

Pada umumnya, seseorang yang sering beraktivitas berat atau memiliki kelainan pada tulang belakang dan persendian akan lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Namun, melansir Mayo Clinic, cara utama untuk mencegah terjadinya syok neurogenik adalah dengan selalu mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas.

Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya cedera pada tulang belakang yang dapat menyebabkan syok neurogenik.

Oleh karena itu selalu gunakan alat pengaman pada aktivitas yang membutuhkannya dan tetap berhati-hati.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

Health
6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

Health
Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun

Penyakit
Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Health
Infeksi Aliran Darah

Infeksi Aliran Darah

Penyakit
Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

Health
Kulit Melepuh

Kulit Melepuh

Penyakit
6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

Health
Lidah Pecah

Lidah Pecah

Penyakit
Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

Health
Malabsorbsi Makanan

Malabsorbsi Makanan

Penyakit
Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

Health
Hidung Tersumbat

Hidung Tersumbat

Penyakit
13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

Health
Jari Kaki Kesemutan

Jari Kaki Kesemutan

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.