Kompas.com - 12/09/2021, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Alergi obat adalah reaksi abnormal sistem kekebalan tubuh yang menganggap kandungan zat dalam obat-obatan tertentu sebagai ancaman atau bahan yang berbahaya.

Berbeda dengan efek samping obat yang tercantum dalam kemasan atau keracunan akibat overdosis, alergi obat dapat terjadi pada siapa saja dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca juga: Memahami Penyebab dan Gejala Alergi Penisilin

Penyebab

Obat jenis apapun dapat menyebabkan reaksi alergi.

Meski begitu, menurut Mayo Clinic, beberapa golongan obat berikut ini paling sering dikaitkan dengan alergi, termasuk:

  • Antibiotik
  • Obat pereda nyeri
  • Obat kemoterapi untuk kanker
  • Obat-obatan penyakit autoimun

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami alergi obat, yaitu:

  • Memiliki riwayat alergi lain seperti alergi makanan
  • Genetika atau riwayat keluarga
  • Menggunakan obat tertentu dalam jangka panjang atau berulang
  • Kondisi medis tertentu seperti HIV

Gejala

Berdasarkan Healthline, berikut tanda-tanda atau gejala umum alergi obat, antara lain:

Baca juga: Sering Terlihat Sama, Begini Beda Demam Biasa dan Alergi

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Demam
  • Pembengkakan
  • Sesak napas
  • Pilek
  • Mata gatal dan berair

Perlu diketahui, alergi obat dapat menyebabkan reaksi yang serius.

Bahkan, kondisi ini juga bisa mengancam nyawa karena dapat menyebabkan anafilaksis atau gangguan sistem tubuh yang meluas. 

Berikut gejala reaksi alergi serius yang perlu Anda waspadai:

  • Penyempitan saluran udara
  • Kesulitan bernapas
  • Mual
  • Kram perut
  • Muntah
  • Diare
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Denyut nadi lemah atau cepat
  • Tekanan darah menurun
  • Hilang kesadaran

Segera hubungi dokter atau bantuan medis darurat jika Anda mengalami gejala-gejala di atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut yang tepat dan aman.

Baca juga: Kenali Gejala Alergi Madu dan Cara Mengatasinya

Komplikasi

Umumnya, gejala alergi obat yang serius akan muncul beberapa hari atau minggu setelah terpapar obat.

Menurut Mayo Clinic, gejala alergi obat juga dapat bertahan selama beberapa waktu dan dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Penyakit serum
  • Anemia atau penurunan sel darah merah
  • Ruam
  • Peningkatan jumlah sel darah putih
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Infeksi hepatitis
  • Peradangan pada ginjal

Diagnosis

Merangkum Mayo Clinic, berikut jenis-jenis pemeriksaan yang mungkin akan Anda lakukan untuk memastikan kondisi alergi obat, yaitu:

  • Diskusi mengenai gejala, riwayat penggunaan obat dan kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes kulit, untuk memastikan jenis obat yang menyebabkan alergi
  • Tes darah, mendeteksi kondisi medis lain

Dengan melakukan diagnosis, Anda dapat mengetahui reaksi atau gejala alergi yang dirasakan memang benar disebabkan oleh obat atau justru karena hal lain.

Baca juga: Mengenal Gejala Alergi Kosmetik dan Cara Pencegahannya

Perawatan

Perawatan akan sangat bergantung pada tingkat keparahan alergi.

Berdasarkan Healthline, berikut beberapa golongan obat yang dapat membantu mengendalikan atau mengurangi gejala alergi obat, yaitu:

  • Antihistamin, menghambat produksi histamin sehingga keluhan dan gejala bisa mereda
  • Kortikosteroid, menangani peradangan reaksi alergi
  • Bronkodilator, membantu membuka saluran udara agar pernapasan lebih mudah
  • Suntikan epinephrine, sebagai pertolongan pertama kondisi anafilaksis sebelum mendapatkan bantuan tenaga medis

Jika memiliki reaksi yang serius, mungkin Anda akan diminta untuk menghindari obat tersebut dan menggantinya dengan jenis lain.

Perlu diingat bahwa kondisi anafilaksi merupakan keadaan gawat darurat yang tidak dapat ditangani secara mandiri, sehingga memerlukan bantuan tenaga medis sesegera mungkin.

Pencegahan

Jika Anda memiliki alergi obat, pencegahan terbaik adalah dengan menghindari kandungan obat yang memicu reaksi.

Selain itu, berikut beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya alergi obat menurut Mayo Clinic, yaitu:

Baca juga: Alergi Karena Deterjen, Begini Cara Mengatasinya

  • Selalu menginformasikan petugas kesehatan sebelum mendapatkan resep obat
  • Pastikan alergi obat Anda dapat diidentifikasi dengan jelas dalam catatan medis
  • Kenakan gelang peringatan medis yang mengidentifikasi alergi obat untuk memastikan penanganan yang tepat dalam keadaan darurat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.