Kompas.com - 18/11/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi sindrom metabolik Ilustrasi sindrom metabolik

KOMPAS.com - Sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Kondisi tersebut meliputi peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Memiliki hanya satu dari kondisi ini tidak berarti seseorang memiliki sindrom metabolik.

Baca juga: Memahami Sindrom Metabolik dan Cara Mencegahnya

Penyebab

Penyebab pasti dari sindrom metabolik tidak diketahui.

Banyak ciri dari sindrom metabolik dikaitkan dengan resistensi insulin.

Resistensi insulin berarti tubuh tidak menggunakan insulin secara efisien untuk menurunkan kadar glukosa dan trigliserida.

Kombinasi faktor genetik dan gaya hidup dapat menyebabkan resistensi insulin.

Faktor gaya hidup termasuk kebiasaan diet, aktivitas dan pola tidur yang terganggu (seperti sleep apnea).

Gejala

Biasanya, tidak ada gejala fisik langsung.

Masalah medis yang terkait dengan sindrom metabolik berkembang dari waktu ke waktu. Jika ragu memiliki sindrom metabolik, temui penyedia layanan kesehatan.

Dokter akan membuat diagnosis dengan mendapatkan tes yang diperlukan, termasuk tekanan darah, profil lipid (trigliserida dan HDL) dan glukosa darah.

Diagnosis

Jika merasa memiliki setidaknya satu komponen sindrom metabolik, tanyakan kepada dokter urgensi pengujian untuk komponen lain dari sindrom tersebut.

Seseorang didiagnosis dengan sindrom metabolik jika memiliki tiga atau lebih hal berikut:

Baca juga: 5 Cara Mempercepat Metabolisme Tubuh Selain Olahraga

  • Lingkar pinggang 40 inci atau lebih untuk pria dan 35 inci atau lebih untuk wanita (diukur di perut)
  • Tekanan darah 130/85 mm Hg atau lebih tinggi atau sedang minum obat tekanan darah
  • Tingkat trigliserida di atas 150 mg/dl
  • Kadar glukosa (gula) darah puasa lebih besar dari 100 mg/dl atau sedang mengonsumsi obat penurun glukosa
  • Tingkat lipoprotein densitas tinggi (HDL) kurang dari 40 mg/dl (pada pria) atau di bawah 50 mg/dl (pada wanita).

Perawatan

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup atau obat-obatan seperti:

  • Menurunkan berat badan
  • Lakukan plahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan
  • Turunkan kolesterol dengan makan makanan yang lebih sehat, menurunkan berat badan, berolahraga, dan minum obat penurun kolesterol, jika diperlukan
  • Turunkan tekanan darah dengan makan lebih sedikit garam, menurunkan berat badan, berolahraga, dan minum obat, jika diperlukan
  • Dokter mungkin merekomendasikan aspirin dosis rendah setiap hari.

Komplikasi

Memiliki sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berikut:

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah.

Baca juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Memperlambat Metabolisme Tubuh

Pencegahan

Komitmen seumur hidup untuk gaya hidup sehat dapat mencegah kondisi yang menyebabkan sindrom metabolik.

Gaya hidup sehat meliputi:

  • Melakukan setidaknya 30 menit aktivitas fisik hampir setiap hari
  • Makan banyak sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian
  • Membatasi lemak jenuh dan garam dalam diet
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Tidak merokok.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.