Kompas.com - 28/11/2021, 19:00 WIB
Jangan menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga SHUTTERSTOCK/Orawan PattarawimonchaiJangan menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga

KOMPAS.com - Labirinitis adalah suatu kondisi yang mempengaruhi bagian dari telinga bagian dalam yang disebut labirin.

Biasanya, labirin membantu menjaga keseimbangan tubuh manusia.

Saat bengkak, labirin tidak berfungsi dengan baik. Hal ini membuat otak tidak mendapatkan sinyal keseimbangan yang tepat.

Baca juga: Infeksi Telinga

Labirinitis dapat membuat seseorang merasa seperti jatuh atau berputar, padahal sebenarnya tidak.

Penyebab

Labirinitis biasanya disebabkan oleh virus dan terkadang oleh bakteri.

Pilek atau flu dapat memicu kondisi tersebut. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi telinga juga dapat menyebabkan labirinitis.

Penyebab lainnya ialah alergi atau obat-obatan tertentu yang buruk bagi telinga bagian dalam.

Ketika menderita labirinitis, bagian-bagian telinga bagian dalam menjadi iritasi dan bengkak.

Hal ini dapat membuat kehilangan keseimbangan dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Faktor-faktor ini meningkatkan risiko seseorang terkena labirinitis:

  • Minum alkohol dalam jumlah banyak
  • Kelelahan
  • Riwayat alergi
  • Penyakit virus, infeksi saluran pernapasan, atau infeksi telinga
  • Merokok
  • Stres
  • Menggunakan obat resep atau nonresep tertentu (seperti aspirin).

Gejala

Gejala labirinitis secara umum termasuk salah satu dari berikut ini:

Baca juga: 7 Penyebab Telinga Merah yang Bisa Terjadi

  • Merasa seperti berputar, bahkan saat diam (vertigo)
  • Mata bergerak sendiri, sehingga sulit untuk memfokuskannya
  • Pusing
  • Gangguan pendengaran pada satu telinga
  • Kehilangan keseimbangan
  • Mual dan muntah
  • Dering atau suara lain di telinga (tinnitus).

Diagnosis

Seseorang harus menemui dokter segera setelah gejala labirinitis muncul.

Labirinitis dapat sembuh tanpa pengobatan, tetapi menentukan penyebab kondisi adalah kunci untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Dokter dapat menentukan apakah infeksi virus atau bakteri bertanggung jawab atas gejalanya.

Dokter juga mungkin meresepkan antibiotik untuk labirinitis bakteri.

Meskipun labirinitis hilang dengan sendirinya, lebih baik periksakan diri ke dokter untuk menilai apakah kondisi tersebut telah menyebabkan kerusakan permanen atau tidak.

Penyedia layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik.

Pasien mungkin juga menjalani tes sistem saraf (pemeriksaan neurologis).

Tes lain dapat dilakukan untuk mengesampingkan penyebab lain dari gejala, seperti:

  • EEG (mengukur aktivitas listrik otak)
  • Electronystagmography
  • CT scan kepala
  • Tes pendengaran
  • MRI kepala.

Baca juga: 6 Penyebab Vertigo yang Perlu Diwaspadai

Perawatan

Labirinitis biasanya hilang dalam beberapa minggu. Perawatan dapat membantu mengurangi vertigo dan gejala lainnya.

Obat-obatan yang dapat membantu meliputi:

  • Antihistamin
  • Obat-obatan untuk mengontrol mual dan muntah, seperti proklorperazin
  • Obat-obatan untuk meredakan pusing, seperti meclizine atau skopolamin
  • Obat penenang, seperti diazepam (Valium)
  • Kortikosteroid
  • Obat antivirus.

Jika mengalami muntah parah, pasien mungkin harus dirawat di rumah sakit.

Ikuti instruksi dokter untuk merawat diri sendiri di rumah. Melakukan hal-hal ini dapat membantu mengelola vertigo:

  • Tetap diam dan istirahat
  • Hindari gerakan tiba-tiba atau perubahan posisi
  • Istirahat
  • Hindari lampu terang, TV, dan membaca selama serangan
  • Tanyakan dokter tentang terapi keseimbangan.

Pasien harus menghindari hal berikut selama 1 minggu setelah gejala hilang:

  • Menyetir
  • Mengoperasikan alat berat
  • Pendakian.

Baca juga: Vertigo

Komplikasi

Kasus labirinitis yang parah dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada sistem vestibular dan berbagai tingkat gangguan pendengaran.

Labirinitis juga dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV).

BPPV adalah jenis vertigo yang dihasilkan dari gerakan kepala yang tiba-tiba. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat meningkatkan risiko seseorang jatuh dan mengalami benturan yang berbahaya.

Pencegahan

Karena labirinitis disebabkan oleh kondisi lain yang mendasarinya, pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi risiko terkenanya.

Misalnya, cuci tangan secara teratur dan usahakan untuk menghindari kuman selama musim hujan dan flu. Membatasi paparan penyakit ini akan mengurangi risiko labirinitis.

Mengurangi risiko dengan tidak minum alkohol atau merokok dalam jumlah besar juga bisa dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.