Kompas.com - 14/12/2021, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani tidak keluar melalui penis saat mencapai orgasme, melainkan memasuki kandung kemih.

Kondisi ini tidak berbahaya dan penderitanya masih dapat mencapai klimaks seksual.

Meski begitu, ejakulasi retrograde dapat menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan pada pria.

Baca juga: Waspada Ejakulasi Tertunda, Bisa Kurangi Kualitas Bercinta

Penyebab

Berdasarkan Healthline, berikut beberapa faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan ejakulasi retrograde, antara lain:

  • Kondisi atau masalah fisik yang terkait dengan refleks otot pada pembukaan kandung kemih
  • Efek samping dari penggunaan obat tertentu seperti resep obat untuk pembesaran prostat, tekanan darah tinggi, atau depresi
  • Kerusakan saraf akibat kondisi medis seperti diabetes, sklerosis ganda, penyakit Parkinson, atau cedera tulang belakang
  • Riwayat operasi seperti operasi prostat atau kandung kemih yang dapat merusak saraf.

Faktor risiko

Pada dasarnya, ejakulasi retrograde dapat terjadi akibat masalah fisik atau kondisi medis yang mendasarinya.

Oleh karena itu, faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami ejakulasi retrograde, yaitu:

  • Diabetes
  • Sklerosis ganda
  • Penyakit Parkinson
  • Cedera tulang belakang
  • Operasi yang melibatkan prostat atau kandung kemih
  • Obat-obatan tertentu untuk mengobati pembesaran prostat, tekanan darah tinggi, atau depresi.

Baca juga: 6 Penyebab Ejakulasi Lemah, Pria Perlu Tahu

Gejala

Mengutip Mayo Clinic, ejakulasi retrograde dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut:

  • Air mani yang masuk ke kandung kemih saat mencapai klimaks atau orgasme
  • Mengeluarkan sedikit atau tidak ada sama sekali air mani dari penis Anda saat orgasme
  • Air seni yang keruh setelah orgasme karena mengandung air mani
  • Ketidakmampuan untuk membuat wanita hamil.

Temui dokter Anda untuk memastikan kondisi atau masalah mendasar yang perlu diperhatikan secara medis.

Diagnosis

Melansir Mayo Clinic, dokter akan melakukan jenis pemeriksaan berikut untuk mendiagnosis ejakulasi retrograde, antara lain:

  • Diskusi mengenai gejala dan jangka waktu Anda mengalami ejakulasi retrograde
  • Pemeriksaan riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik yang mencakup pemeriksaan penis, testis, dan rektum
  • Tes urine dengan melakukan masturbasi untuk mendeteksi adanya air mani setelah mengalami orgasme.

Jika dokter menduga kondisi Anda adalah masalah lain dan bukan ejakulasi retrograde, kemungkinan akan dilakukan tes lebih lanjut atau rujukan ke spesialis untuk menemukan penyebabnya.

Perawatan

Pada dasarnya, ejakulasi retrograde tidak selalu memerlukan perawatan karena tidak mengganggu kenikmatan seksual dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan Anda.

Baca juga: Ciri-ciri Ejakulasi Dini yang Perlu Diketahui

Namun, melansir Healthline, perawatan ejakulasi retrograde dapat dilakukan dengan:

  • Resep obat untuk membantu menjaga otot leher kandung kemih mengerut selama ejakulasi
  • Mengganti atau berhenti penggunaan obat tertentu.

Jika Anda dan pasangan menantikan kehamilan dan pengobatan lainnya tidak berhasil, maka dokter dapat merekomendasikan Anda untuk prosedur infertilitas atau pengambilan sperma dari kandung kemih.

Selanjutnya, sperma akan diproses di laboratorium dan digunakan untuk membuahi pasangan Anda.

Komplikasi

Mengutip Mayo Clinic, meskipun tidak berbahaya, ejakulasi retrograde tetap dapat menyebabkan komplikasi potensial meliputi:

  • Ketidakmampuan untuk membuat pasangan hamil atau infertilitas pria
  • Orgasme yang kurang menyenangkan karena khawatir tidak terjadinya ejakulasi.

Pencegahan

Menurut Mayo Clinic, Anda dapat mencegah atau menurunkan risiko mengalami ejakulasi retrograde dengan cara sebagai berikut:

  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping atau risiko ejakulasi retrograde dari resep obat untuk masalah kesehatan tertentu
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani operasi yang mungkin memengaruhi otot leher kandung kemih
  • Jika Anda berencana untuk memiliki anak di masa depan, bicarakan dengan dokter tentang pilihan untuk mengawetkan air mani sebelum operasi.

Baca juga: 3 Teknik Menunda Ejakulasi untuk Cegah Ejakulasi Dini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.