Kompas.com - 21/01/2022, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Sistokel adalah kondisi ketika ligamen yang menahan kandung kemih dan otot antara vagina wanita serta kandung kemih meregang atau melemah.

Hal ini memungkinkan kandung kemih melorot ke dalam vagina.

Ada tiga tingkatan sistokel, yakni:

  • Grade 1 (ringan): Kandung kemih hanya turun sedikit ke dalam vagina
  • Grade 2 (sedang): Kandung kemih turun ke lubang vagina
  • Grade 3 (parah): Kandung kemih menonjol melalui lubang vagina.

Baca juga: Nyeri Panggul

Penyebab

Sistokel dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Usia lanjut
  • Kegemukan
  • Melahirkan
  • Kebiasaan mengangkat barang berat
  • Ketegangan otot saat melahirkan
  • Batuk kronis
  • Sembelit
  • Mengejan berulang-ulang saat buang air besar
  • Operasi panggul sebelumnya
  • Kurangnya estrogen setelah menopause sehingga otot melemah.

Gejala

Gejala sistokel meliputi:

  • Panggul terasa berat atau penuh
  • Tonjolan di vagina
  • Sakit atau perasaan tertekan di perut bagian bawah atau panggul
  • Sakit punggung bawah
  • Infeksi saluran kemih
  • Beser
  • Kebocoran urine
  • Sembelit
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Tekanan panggul yang memburuk saat berdiri, mengangkat, atau batuk.

Baca juga: Kenali Gejala Inkontinensia Urine Berdasarkan Jenisnya

Pada kasus yang ringan, tanda atau gejala biasanya tidak terlihat.

Diagnosis

Sistokel Grade 2 atau Grade 3 dapat didiagnosis dari deskripsi gejala dan dari pemeriksaan vagina.

Dokter juga dapat melakukan tes tertentu, seperti:

  • Urodinamik, untuk mengukur kemampuan kandung kemih untuk menahan dan melepaskan urin
  • Sistoskopi (cystourethroscopy), untuk memeriksa malformasi, penyumbatan, tumor, atau batu pada kandung kemih dan saluran kemih.

Perawatan

Perawatan tergantung pada tingkat sistokel, pilihannya meliputi:

  • Menghindari aktivitas tertentu, seperti angkat berat atau mengejan saat buang air besar, yang dapat menyebabkan sistokel memburuk
  • Senam kegel
  • Menggunakan alat pencegah kehamilan
  • Pembedahan
  • Terapi penggantian hormon.

Sistokel bisa membuat tidak nyaman, tetapi jarang menyakitkan.

Buat janji dengan dokter jika memiliki tanda atau gejala yang mengganggu atau memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Gejala Radang Vagina dan Cara Mengobatinya

Komplikasi

Sistokel dapat menekan uretra dan menyebabkan retensi urin.

Dalam kasus yang jarang terjadi, sistokel dapat menyebabkan kekusutan di ureter dan menyebabkan urin menumpuk di ginjal. 

Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Pencegahan

Faktor risiko tertentu, seperti pekerjaan fisik yang berat, kelebihan berat badan, dan konstipasi, dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup.

Sedangkan faktor risiko seperti riwayat keluarga tidak dapat dikendalikan.

Seiring bertambahnya usia, kejadian sistokel cenderung meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.