Kompas.com - 31/08/2021, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Kecanduan alkohol atau Alcohol Use Disorder (AUD) adalah kondisi ketika seseorang mengalami ketergantungan karena ketagihan dengan sensasi yang diberikan alkohol.

Menurut WebMD, mengkonsumsi alkohol secara teratur dapat memberikan sensasi seperti euforia dan relaksasi.

Orang yang mengalami kondisi ini, kesulitan untuk berhenti atau mengendalikan konsumsi alkohol. Hingga pada akhirnya, kondisi ini dapat menimbulkan masalah serius pada kesehatan dirinya.

Baca juga: Memahami Efek Alkohol Pada Ginjal

Penyebab

Umumnya, kecanduan alkohol terjadi ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak, sehingga memberikan perubahan pada kimiawi di otak yang meningkatkan sensasi kepuasan.

Alkohol memicu otak Anda untuk melepaskan reward-system chemical dopamine dan efek serotonin yang berperan dalam suasana hati dan perasaan positif. 

Akibatnya, Anda akan semakin sulit untuk berhenti dan minum lebih banyak alkohol karena ketagihan dengan sensasi yang diberikan.

Gejala

Walaupun memberikan sensasi kenikmatan, minum alkohol dengan berlebihan dapat memberikan berbagai efek yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Umumnya, seseorang dikatakan telah mengalami kecanduan alkohol di saat tidak dapat lagi membatasi jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Melansir Healthline, orang yang kecanduan alkohol dapat menunjukan gejala tertentu melalui perubahan pada fisik maupun perilakunya.

Perubahan perilaku

  • Mengutamakan waktu untuk minum alkohol
  • Menjadi pendiam atau penyendiri
  • Pola makan menjadi buruk
  • Pola tidur berantakan
  • Minum untuk mabuk meskipun memiliki toleransi alkohol yang tinggi
  • Mengabaikan kebersihan diri
  • Kasar dan mudah marah
  • Mengabaikan masalah kesehatan atau sosial yang diterima
  • Mengidam alkohol
  • Tidak dapat menyelesaikan kewajiban seperti pekerjaan atau pendidikan

Baca juga: Gejala Awal Kerusakan Hati karena Alkohol

Perubahan fisik

  • Mengalami gejala putus alkohol, seperti mual, berkeringat, dan gemetar, saat tidak mengkonsumsi alkohol
  • Mata terlihat sayu dan merah
  • Daya ingat berkurang
  • Gaya bicara berubah
  • Pingsan
  • Mengalami penyakit ketoasidosis alkoholik atau sirosis

Faktor risiko

Terlalu banyak dan sering mengkonsumsi alkohol menjadi faktor utama meningkatnya risiko seseorang mengalami kecanduan alkohol atau Alcohol Use Disorder (AUD).

Melansir WebMD, terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kecanduan alkohol , antara lain:

  • Genetika dan riwayat keluarga
    Jika Anda memiliki orang tua atau kerabat dekat dengan kecanduan alkohol, risiko untuk mengalami hal yang sama semakin tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa gen bertanggung jawab atas sekitar setengah dari risiko AUD
  • Di bawah umur
    Jika mulai minum sebelum memasuki usia legal, kemungkinan empat kali lebih tinggi mengalami ketergantungan alkohol di kemudian hari
  • Masalah kesehatan mental
    Memiliki masalah seperti depresi atau kecemasan dapat meningkatkan kecanduan akan alkohol karena sensasi yang diberikan
  • Riwayat trauma
    Pengalaman traumatis di masa lalu dengan meningkatkan kecanduan alkohol di kemudian hari
  • Jenis kelamin laki-laki
    Pria lebih mungkin untuk mengalami kecanduan alkohol
  • Faktor sosial
    Kebiasaan sosial, keluarga, dan budaya yang memberikan tekanan dapat berperan dalam kecanduan alkohol

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh saat Kita Mengonsumsi Alkohol

Diagnosis

Kecanduan alkohol dapat menimbulkan dampak pada tubuh pasien.

Melansir Healthline, kemungkinan dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Memeriksa riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan laboratorium
    Untuk memeriksa gangguan kesehatan atau kerusakan organ
  • Pemeriksaan psikologi
    Untuk mengetahui perasaan, pola pikir, dan perilaku
  • Tes darah
    Untuk memeriksa fungsi hati atau gejala penyakit hati

Kecanduan alkohol dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh. Hal ini dapat menyebabkan penyakit hati dan komplikasi masalah kesehatan lainnya.

Komplikasi

Terlalu banyak alkohol mempengaruhi cara bicara, koordinasi otot, dan pusat vital otak Anda. Bahkan dapat menyebabkan koma atau kematian yang mengancam nyawa.

Melansir Mayo Clinic, berikut komplikasi masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat kecanduan alkohol:

Baca juga: Bagaimana Konsumsi Alkohol Mempengaruhi Daya Tahan Tubuh?

  • Penyakit hati
    Hati Anda akan lebih sulit menyaring alkohol dan racun lain dari aliran darah. Sehingga terjadi peningkatan lemak di hati, radang hati, dan kerusakan permanen pada jaringan hati
  • Masalah pencernaan
    Minum berlebihan dapat merusak atau menyebabkan radang lapisan lambung, tukak lambung, kerongkongan, dan pankreas. Kondisi Ini juga dapat mengganggu penyerapan vitamin B dan nutrisi lainnya
  • Masalah jantung
    Meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan pembesaran jantung, gagal jantung, atau stroke
  • Komplikasi diabetes
    Meningkatkan risiko gula darah rendah. Kondisi ini menjadi sangat berbahaya jika Anda menderita diabetes dan menggunakan insulin untuk menurunkan kadar gula darah Anda
  • Disfungsi seksual
    Minum berlebihan dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi pada pria dan dapat mengganggu menstruasi pada perempuan
  • Masalah kehamilan
    Konsumsi alkohol pada masa kehamilan berisiko menyebabkan keguguran atau cacat pada anak yang dilahirkan
  • Gangguan penglihatan
    Konsumsi alkohol dalam jangka panjang bisa menyebabkan pergerakan bola mata yang tidak terkendali (nistagmus) serta kelemahan atau kelumpuhan otot mata akibat kekurangan vitamin B1
  • Kerusakan tulang
    Alkohol bisa menghambat produksi sel tulang baru, sehingga berpotensi menyebabkan pengeroposan tulang atau osteoporosis. Selain tulang, alkohol juga dapat merusak sumsum tulang yang menyebabkan jumlah trombosit rendah
  • Komplikasi neurologis
    Pengaruh alkohol terhadap sistem saraf Anda dapat menyebabkan mati rasa atau nyeri di tangan dan kaki, demensia, dan kehilangan memori jangka pendek
  • Sistem kekebalan tubuh melemah
    Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat mempersulit tubuh Anda untuk melawan penyakit
  • Kanker
    Konsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terserang kanker hati, kanker mulut, kanker usus, kanker tenggorokan, dan kanker payudara

Baca juga: Dampak Negatif Konsumsi Alkohol untuk Atasi Stres

Pada kasus tertentu, penderita kecanduan alkohol dapat mengalami keracunan alkohol karena peningkatan kadar alkohol dalam darah.

Hal ini dapat menyebabkan gangguan perilaku dan mental, blackout, koma, hingga kematian.

Perawatan

Pengobatan pada kondisi ini disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan.

Melansir Mayo Clinic dan NHS, berikut beberapa pengobatan atau cara mengatasi kecanduan alkohol, meliputi:

  • Detoksifikasi
    Untuk membersihkan tubuh dari efek negatif alkohol
  • Rehabilitasi
    Untuk mempelajari keterampilan dan memperbaiki perilaku akibat alkohol
  • Konseling
    Anda akan dibantu untuk memperbaiki pola pikir yang salah mengenai konsumsi alkohol. Hal ini bertujuan untuk membantu Anda mengatasi masalah emosional yang dapat menyebabkan minum berlebihan
  • Perawatan medis
    Berlaku untuk Anda yang mengalami masalah kesehatan akibat kecanduan alkohol
  • Terapi obat-obatan
    Jika dibutuhkan, dokter akan meresepkan obat-obatan, seperti naltrexone, akamprosat, atau disulfiram, untuk membantu proses pemulihan kecanduan alkohol

Selain cara-cara di atas, perubahan gaya hidup juga menjadi langkah penting dalam mengatasi kecanduan alkohol.

Anda dapat mulai menerapkan gaya hidup sehat, seperti istirahat yang cukup, rutin berolahraga, mencari aktivitas baru yang positif, dan menghindari alkohol.

Baca juga: Lemahkan Fungsi Hati hingga Jantung, 12 Bahaya Nyata Konsumsi Alkohol

Pencegahan

Kecanduan alkohol dapat dicegah dengan menghindari atau membatasi asupan alkohol Anda dalam satu hari.

Berdasarkan Healthline, wanita tidak boleh minum lebih dari satu gelas per hari, dan pria tidak boleh minum lebih dari dua gelas per hari.

Melansir Mayo Clinic, berikut batas takaran alkohol yang dianggap masih aman bagi kesehatan, yaitu:

  • 5 persen bir. maksimal 350 milliliter/hari
  • 7 persen malt liquor. maksimal 250 milliliter/hari
  • 12 persen wine. maksimal 150 milliliter/hari
  • 40 persen in, rum, tequila, vodka, atau whiskey. maksimal 50 milliliter/hari

HIndari alkohol jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu karena dapat meningkatkan efek toksik atau menurunkan efektivitasnya.

Jika Anda merasa memiliki kebiasaan minum yang menyebabkan masalah kesehatan dan sosial, serta tidak dapat mengatasinya dengan cara-cara yang sudah dijelaskan, maka segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.