Kompas.com - 02/09/2021, 17:00 WIB
Foto cacing pita Taenia solium. CDC/ Dr. Mae MelvinFoto cacing pita Taenia solium.

KOMPAS.com - Taeniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pita. Kondisi ini dapat terjadi ketika mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi parasit atau tertular dari makhluk hidup lain.

Parasit atau cacing pita dapat hidup, tumbuh, dan berkembang biak di dalam tubuh manusia.

Sehingga, infeksi dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh yang menyebabkan masalah kesehatan serius.

Baca juga: Cacingan: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengobati

Penyebab

Melansir Healthline, taeniasis terjadi saat telur atau larva cacing pita masuk ke dalam tubuh.

Kemungkinan, Anda secara tidak sengaja menelannya saat mengkonsumsi daging hewan yang terkontaminasi dalam keadaan mentah atau tidak matang.

Selain itu, kebersihan yang buruk juga dapat menyebabkan taeniasis. Anda dapat tertular melalui kontak dengan kotoran hewan yang mengandung telur cacing pita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut jenis-jenis cacing pita yang bisa menginfeksi tubuh manusia, yaitu:

  • Cacing pita daging sapi atau babi
  • Cacing pita ikan
  • Cacing pita kerdil
  • Cacing pita anjing

Gejala

Infeksi cacing pita dapat berkembang dalam waktu 8 sampai 14 minggu.

Sayangnya, sebagian besar penderita taeniasis tidak merasakan atau mengalami gejala yang berarti.

Kemungkinan, Anda akan mengetahuinya saat melihat bagian tubuh atau telur cacing pita pada tinja saat buang air besar.

Namun, melansir CDC, terdapat tanda-tanda atau gejala yang mungkin menandakan kondisi taeniasis dan perlu Anda waspadai, meliputi:

Baca juga: Benarkah Obat Cacing Ivermectin Bisa Mengobati Covid-19?

  • Sakit perut
  • Mual
  • Diare
  • Pusing
  • Penyumbatan usus
  • Masalah pencernaan
  • Iritasi di sekitar anus
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Faktor risiko

Berdasarkan Healthline, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit taeniasis, yaitu:

  • Tidak menjaga kebersihan diri maupun lingkungan
  • Kontak dengan kotoran hewan
  • Mengkonsumsi daging mentah atau setengah matang
  • Mengidap kondisi medis seperti HIV, AIDS, atau diabetes
  • Bepergian ke negara berkembang
  • Tinggal di kawasan endemik taeniasis

Diagnosis

Segera temui dokter jika mengalami gejala taeniasis atau melihat bagian cacing atau telur di tinja Anda.

Baca juga: Terlihat Sama, Ini Beda Infeksi Virus dan Bakteri

Merangkum dari Healthline dan NHS, berikut beberapa metode untuk memastikan diagnosis taeniasis, yaitu:

  • Wawancara medis
    Untuk mengetahui riwayat kesehatan, produk yang dikonsumsi, atau perjalanan yang dapat mempengaruhi kondisi taeniasis
  • Pengambilan sampel tinja
    Mengidentifikasi keberadaan telur atau bagian tubuh cacing pita
  • Tes darah
    Melihat reaksi tubuh terhadap infeksi cacing pita
  • Uji pencitraan
    Seperti CT-scan, MRI, foto rontgen, atau USG untuk mengidentifikasi infeksi berat

Metode yang Anda terima akan sesuai dengan tingkat keparahan gejala yang dirasakan atau sejauh mana infeksi berkembang.

Perawatan

Pada beberapa kasus, penderita taeniasis dapat pulih setelah cacing pita keluar sendirinya dari tubuh melalui tinja.

Meskipun begitu, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat dan cepat sebelum menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Berdasarkan Healthline, dokter akan memberikan Anda resep obat-obat dalam dosis tertentu yang berguna untuk membunuh cacing parasit serta telurnya.

Obat-obatan tersebut akan membutuhkan beberapa minggu untuk sepenuhnya membersihkan infeksi.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Antibiotik dalam Membasmi Infeksi Bakteri

Namun, jika kondisi infeksi sudah parah dan berkembang di organ tubuh, terdapat kemungkinan akan dilakukan operasi untuk menghilangkan cacing pita dan mencegah disfungsi organ.

Komplikasi

Berikut komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit taeniasis yang tidak segera ditangani menurut Healthline, meliputi:

  • Mengalami kejang
  • Gangguan sistem saraf dan otak
  • Gangguan fungsi organ
  • Gangguan pencernaan
  • Penyumbatan usus
  • Penyakit Hidatidosa

Jika infeksi berkembang dan sangat parah, tidak menutup kemungkinan kondisi taeniasis dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan

Merangkum dari CDC dan Healthline, salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit taeniasis adalah dengan memasak makanan dengan matang.

Selain itu, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  • Hindari mencicipi daging yang belum matang sepenuhnya
  • Diamkan daging selama tiga menit setelah matang untuk membantu menghancurkan parasit yang mungkin ada di dalam daging
  • Cuci bersih buah-buahan atau sayuran sebelum dikonsumsi
  • Jaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan Anda
  • Membawa perlengkapan makan dan minum pribadi
  • Jaga kebersihan tubuh, terutama tangan untuk mencegah penyebaran

Baca juga: Waspadai Cacing Pita pada Sushi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.