Kompas.com - 27/09/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi sakit punggung dan pinggang grinvaldsIlustrasi sakit punggung dan pinggang

KOMPAS.com - Sakit punggung atau nyeri punggung merupakan kondisi yang sangat umum terjadi.

Kondisi ini dapat berkisar dari nyeri tumpul dan konstan hingga nyeri tajam yang tiba-tiba.

Nyeri punggung akut datang tiba-tiba dan dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu.

Nyeri punggung disebut kronis jika berlangsung lebih dari tiga bulan.

Baca juga: Penyebab Sakit Punggung pada Pagi Hari dan Cara Mengatasinya

Penyebab

Sakit punggung sering terjadi tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi oleh dokter dengan tes atau studi pencitraan.

Kondisi yang umumnya terkait dengan nyeri punggung meliputi:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Ketegangan otot atau ligamen
  • Diskus atau bantalan tulang belakang yang menggembung atau pecah
  • Radang sendi
  • Osteoarthritis
  • Osteoporosis

Nyeri punggung lebih berisiko pada seseorang yang memiliki faktor berikut:

  • Usia, mulai sekitar usia 30 atau 40 tahun
  • Kurangnya olahraga
  • Kelebihan berat
  • Penyakit, terutama beberapa jenis radang sendi dan kanker
  • Postur yang tidak ideal
  • Kondisi psikologis, seperti depresi dan stres
  • Merokok

Gejala

Nyeri punggung dapat memiliki banyak gejala, antara lain:

Baca juga: 8 Kebiasaan yang Baik Dilakukan untuk Bantu Mengatasi Sakit Punggung

  • Sensasi nyeri tumpul di punggung bawah
  • Rasa sakit menusuk atau menembak yang dapat menjalar ke bawah kaki
  • Ketidakmampuan untuk berdiri tegak tanpa rasa sakit
  • Rentang gerak yang berkurang untuk melenturkan punggung

Gejala sakit punggung biasanya tidak berlangsung lama kendati bisa berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Diagnosis

Temui dokter jika sakit punggung tidak membaik dalam waktu dua minggu setelah gejala pertama.

Ada kalanya sakit punggung bisa menjadi gejala dari masalah medis yang serius.

Segera hubungi layanan kesehatan jika mengalami gejala yang dapat mengindikasikan masalah medis yang lebih serius, seperti:

  • Kehilangan kontrol usus atau kandung kemih
  • Mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada satu atau kedua kaki
  • Onset setelah trauma, seperti jatuh atau pukulan ke punggung
  • Rasa sakit yang intens dan konstan yang memburuk di malam hari
  • Adanya penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Rasa sakit yang terkait dengan sensasi berdenyut di perut
  • Adanya demam

Dokter akan memeriksa punggung dan menilai kemampuan untuk duduk, berdiri, berjalan, dan mengangkat kaki.

Jika ada alasan untuk mencurigai bahwa suatu kondisi tertentu menyebabkan sakit punggung, dokter akan melakukan salah satu pemeriksaan berikut:

Baca juga: 8 Penyebab Punggung Sakit dan Gejalanya

  • Sinar-X
  • MRI atau CT scan
  • Tes darah
  • Pemindaian tulang
  • Studi saraf

Perawatan

Mengobati sakit punggung akan tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien.

Beberapa perawatan yang umum dilakukan adalah:

  • Pereda nyeri ver-the-counter (OTC), yakni obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen sodium 
  • Relaksan otot
  • Obat pereda nyeri topikal
  • Narkotika, digunakan untuk waktu yang singkat dengan pengawasan ketat oleh dokter
  • Obat antidepresan
  • Terapi fisik
  • Suntikan kortison
  • Neurotomi frekuensi radio
  • Stimulator saraf yang ditanamkan
  • Operasi

Komplikasi

Untuk menghindari sakit punggung atau mencegah kekambuhannya, seseorang dapat memperbaiki kondisi fisik dan berlatih mekanika tubuh yang tepat.

Baca juga: 4 Cara Mudah Atasi Sakit Punggung Tanpa Obat

Berikut tips untuk menjaga punggung sehat dan kuat:

  • Berolahraga seperti aktivitas aerobik berdampak rendah yang teratur
  • Membangun kekuatan dan kelenturan otot lewat latihan
  • Pertahankan berat badan yang sehat
  • Berhenti merokok sebab merokok meningkatkan risiko nyeri punggung
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pulpitis
Pulpitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.