Kompas.com - 27/10/2021, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Insomnia adalah gangguan tidur yang dapat terjadi dalam jangka pendek maupun panjang, yaitu selama atau lebih dari 3 bulan.

Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Baca juga: Bisa Berakibat Buruk untuk Mental dan Fisik, Ini Cara Atasi Insomnia

Jenis

Melansir Medical News Today, insomnia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, seperti:

Berdasarkan durasi

  • Insomnia akut dan sementara, masalah jangka pendek yang terjadi selama atau kurang dari 3 bulan
  • Insomnia kronis, dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Berdasarkan penyebab

  • Insomnia primer merupakan masalah tersendiri
  • Insomnia sekunder, terjadi akibat masalah kesehatan lain.

Berdasarkan tingkat keparahan

  • Insomnia ringan, melibatkan kurang tidur yang menyebabkan kelelahan
  • Insomnia sedang, memengaruhi fungsi atau kualitas hidup sehari-hari
  • Insomnia kronis, memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari.

Penyebab

Melansir Medical News Today, insomnia dapat disebabkan oleh berbagai faktor terkait dengan kondisi fisik dan psikologis, seperti:

Kondisi umum

  • Mengalami jet lag atau perubahan lain pada jam internal tubuh
  • Kamar atau tempat tidur yang tidak nyaman
  • Jarang berolahraga
  • Mengalami night terror atau mimpi buruk
  • Menggunakan obat-obatan rekreasional, seperti kokain atau ekstasi.

Baca juga: Insomnia: Gejala, Penyebab, Dampak dan Cara Mengobati

Kondisi psikologis

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Gangguan bipolar
  • Skizofrenia
  • Stres
  • Masalah kesehatan mental lainnya.

Kondisi medis

  • Sindrom kaki gelisah
  • Tiroid yang terlalu aktif
  • Apnea tidur
  • Penyakit refluks gastrointestinal atau GERD
  • Penyakit paru obstruktif kronik atau COPD
  • Memiliki penyakit kronis lainnya
  • Penyakit Alzheimer
  • Kelainan genetik yang disebut insomnia familial fatal.

Faktor risiko

Insomnia dapat terjadi pada setiap orang tanpa memandang usia.

Namun, menurut Medical News Today, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko insomnia, termasuk:

Baca juga: 3 Tips Relaksasi Agar Cepat Tidur Bagi Penderita Insomnia

  • Mengalami menopause
  • Lansia
  • Bepergian melintasi zona waktu
  • Mengonsumsi kafein atau alkohol
  • Penggunaan obat tertentu
  • Riwayat keluarga
  • Mengalami peristiwa kehidupan yang signifikan
  • Sedang hamil
  • Memiliki kondisi kesehatan fisik atau mental tertentu.

Gejala

Berdasarkan NHS, Anda dapat dikatakan mengalami insomnia jika mengalami gejala sebagai berikut:

  • Kesulitan untuk tidur
  • Terbangun beberapa kali di malam hari
  • Terjaga di malam hari
  • Tidak dapat kembali tidur meskipun terbangun pada dini hari
  • Masih merasa lelah setelah bangun tidur
  • Kesulitan tidur di siang meskipun merasa lelah
  • Merasa lelah dan mudah tersinggung di siang hari
  • Kesulitan berkonsentrasi.

Diagnosis

Menurut Healthline, berikut jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis insomnia, antara lain:

Baca juga: Benarkah Makan Pisang Bisa Bantu Atasi Insomnia?

  • Diskusi mengenai riwayat kesehatan, pola tidur, dan gejala
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan kondisi yang mendasari insomnia
  • Tes tidur semalaman untuk merekam pola tidur
  • Penggunaan perangkat yang melacak gerakan dan pola tidur hingga bangun.

Jenis pemeriksaan di atas untuk menentukan penyebab dan tingkat keparahan insomnia agar dokter dapat memberikan perawatan yang tepat dan efektif untuk Anda.

Perawatan

Melansir Medical News Today, beberapa opsi perawatan medis untuk mengatasi insomnia, meliputi:

  • Melakukan konseling
  • Terapi perilaku kognitif atau CBT
  • Resep obat
  • Alat bantu tidur
  • Melatonin.

Pencegahan

Menurut NHS, insomnia dapat membaik atau dicegah dengan mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup, seperti:

  • Tentukan waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari
  • Pastikan kamar tidur Anda gelap dan tenang
  • Olahraga secara teratur
  • Pastikan kasur, bantal dan selimut anda nyaman
  • Hindari merokok, minum alkohol, teh, atau kopi setidaknya 6 jam sebelum tidur
  • Jangan makan besar saat larut malam
  • Hindari penggunaan perangkat digital tepat sebelum tidur
  • Hindari tidur di siang hari.

Baca juga: 3 Cara Meditasi untuk Atasi Insomnia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.