Kompas.com - 08/01/2022, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Shigellosis adalah infeksi akibat sekelompok bakteri yang disebut Shigella dan memengaruhi sistem pencernaan.

Hal ini terjadi karena bakteri melepaskan racun yang mengiritasi usus.

Bakteri Shigella dapat menyebar melalui air, makanan, hingga kontak dengan kotoran yang terkontaminasi.

Baca juga: Infeksi Bakteri

Penyebab

Dilansir dari WebMD, penyebab shigellosis meliputi:

  • Menyentuh objek yang terkontaminasi. Misalnya saat mengganti popok, gagang pintu, atau menelan sesuatu menggunakan tangan yang terkontaminasi
  • Mengonsumsi makanan yang disiapkan oleh penderita shigellosis
  • Menelan air saat berenang yang telah terkontaminasi oleh kotoran
  • Kontak seksual yang melibatkan kontak oral atau anal.

Gejala

Berdasarkan WebMD, gejala shigellosis meliputi:
Diare

  • Terdapat darah atau lendir pada tinja
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Kram di perut
  • Perasaan perlu pergi ke kamar mandi bahkan ketika tidak ada yang tersisa di usus Anda.

Selain itu, Anda harus segera menghubungi dokter jika mengalami gejala kronis sebagai berikut:

  • Diare kronis yang disertai darah atau lendir
  • Demam tinggi
  • Dehidrasi.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Antibiotik dalam Membasmi Infeksi Bakteri

Perawatan

Tujuan utama perawatan shigellosis adalah untuk memerangi dehidrasi.

Oleh karena itu, dilansir dari Healthline, pilihan perawatan shigellosis meliputi:

  • Minum banyak cairan, terutama larutan elektrolit
  • Resep antibiotik untuk menghilangkan bakteri dari saluran pencernaan
  • Pengujian tinja untuk mendeteksi sumber infeksi.

Anda tidak disarankan untuk minum obat apapun untuk meredakan diare karena dapat membuat bakteri menetap di tubuh lebih lama dan memperburuk infeksi.

Komplikasi 

Sebagian besar kasus shigellosis tidak memiliki efek buruk yang bertahan lama.

Namun, menurut Healthline,shigellosis dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikut:

  • Artritis pasca infeksi yang dapat menjadi kondisi kronis
  • Infeksi aliran darah
  • Kejang pada anak kecil
  • Sindrom hemolitik-uremik.

Pencegahan

Anda dapat mencegah shigellosis dengan menerapkan kebersihan pribadi yang baik sebagai berikut:

Baca juga: Cara Terbaik Cuci Buah dan Sayur untuk Hilangkan Bakteri

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi atau mengganti popok
  • Buang popok kotor ke dalam kantong tertutup atau tempat sampah untuk mencegah penyebaran bakteri
  • Gunakan sabun dan air hangat setiap kali mencuci tangan
  • Bersihkan meja dengan tisu antibakteri sebelum dan sesudah digunakan
  • Hindari kontak pribadi yang dekat dengan seseorang yang menderita shigellosis.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.