Kompas.com - 12/04/2021, 10:40 WIB
Ilustrasi puasa menurunkan berat badan Ilustrasi puasa menurunkan berat badan

KOMPAS.com – Cara menjaga daya tahan tubuh saat puasa penting dipahami sebagai bagian dari upaya membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit ketika menjalankan ibadah puasa.

Terlebih lagi, pandemi Covid-19 belum juga berakhir hingga 2021 ini. Daya tahan tubuh harus dibuat kuat agar tidak mudah terpapar virus corona.

Sambil mengikuti tatanan berpuasa yang memang menyehatkan, orang-orang kiranya juga perlu melakukan hal-hal lain yang bisa membantu beradaptasi dan membuat badan terasa bugar selama Ramadan.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Secara umum, berikut ini adalah beberapa cara menjaga daya tahan tubuh saat puasa yang baik dipraktikkan:

1. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan buka puasa

Mengonsumsi makanan bergizi adalah salah kunci utama dari cara menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

9 Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh saat Puasa
Kenali beragam cara menjaga daya tahan tubuh saat puasa yang baik dipraktikkan agar tidak mudah terserang penyakit.
Bagikan artikel ini melalui

Saat puasa di tengah pandemi Covid-19, Anda bisa menerapkannya saat sahur dan berbuka puasa.

Jadi, yang pertama, Anda disarankan jangan pernah melewatkan makan sahur saat puasa. Hal itu hanya akan membuat Anda menjadi lemas dan tubuh tidak bugar selama seharian penuh.

Saat makan sahur, coba pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks untuk memperoleh energi dan juga berserat tinggi.

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks pada umumnya juga memiliki lebih banyak mineral dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh.

Baca juga: 8 Jenis Vitamin dan Mineral yang Bantu Perkuat Sistem imun

Selain itu, karbohidrat kompleks diketahui membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga bukan hanya dapat memberikan energi maksimal, tapi dapat pual membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Berikut beberapa rekomendasi makanan sumber karbohidrat kompleks yang bisa dikonsumsi saat sahur:

  • Oatmeal
  • Nasi merah
  • Roti gandum

Selain makanan mengandung karbohidrat kompleks, makanan mengandung protein juga bisa menjadi pilihan.

Melansir Health Line, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 30 persen kalori makanan dari protein dapat mengurangi rasa lapar.

Sementara itu, saat buka puasa, hindari makan secara berlebihan. Hal ini justru akan menyebabkan perut kembung atau ketidaknyamanan di perut.

Sebaiknya berbukalah dengan porsi secukupnya dan memilih menu makanan dengan gizi yang seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein, dan serat.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi tapi Menyehatkan

Makanan dengan gizi seimbang dapat menjaga daya tahan tubuh tetap kuat saat puasa dan selama pandemi Covid-19.

2. Cukupi kebutuhan air

Mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga penting dilakukan sebagai cara menjaga daya tahan tubuh saat puasa.

Anda bisa mengalami dehidrasi jika samai kekurangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi ini bisa mengakibatkan lemas dan lelah saat puasa.

Untuk itu, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan air saat puasa, yaitu delapan gelas sehari agar tubuh tetap bugar.

Anda bisa minum air putih ketika sahur, berbuka puasa, dan menjelang tidur untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut.

3. Kurangi konsumsi gula

Umat muslim memang disarankan untuk mengonsumsi yang manis ketika berbuka puasa. Hal ini baik jika dilakukan secara wajar.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Konsumsi Gula Berlebihan

Sedangkan, mengonsumsi gula secara berlebihan tidaklah baik bagi tubuh.

Mengonsumsi gula berlebihan juga bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung. Semua penyakit ini dapat melemahkan sistem imunitas tubuh.

Dengan demikian, cobalah untuk mengurangi asupan gula, termasuk di bulan puasa sebagai bagian dari cara menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

4. Konsumsi suplemen jika diperlukan

Apabila diperlukan, konsumsi suplemen yang berisi mineral dan vitamin boleh saja dilakukan.

Jenis sulplemen yang dipilih tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Maka dari itu, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Beberapa suplemen multivitamin yang umum dikonsumsi saat Ramadan antara lain yakni:

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi

Mengonsumsi suplemen saat puasa bisa membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Kandungan mineral dari multivitamin juga bisa berguna membantu memaksimalkan antioksidan untuk dapat melawan radikal bebas.

5. Perhatikan kondisi kesehatan khusus

Selama bulan Ramadan, siapa saja perlu memperhatikan kondisi kesehatan khusus yang dialami.

Sebagai contoh, bagi Anda yang kerap bermasalah dengan sakit mag atau gastritis, hindari mengkonsumsi makanan yang bisa membuat kondisi ini kambuh agar puasa lancar.

Artinya, Anda perlu membatasi makanan yang terlalu pedas dan berminyak, maupun minuman seperti kopi dan soda.

Bila ingin mengkonsumsinya, Anda harus benar-benar membatasinya.

Sangat disarankan bagi siapa saja yang memiliki kondisi kesehatan khusus lebik baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani puasa.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Mag dengan Kunyit

Hal ini baik agar Anda tetap bisa mengonsumsi obat-obatan atau vitamin yang diperlukan selama puasa.

6. Tetap berolahraga

Momen puasa sebaiknya jangan malah digunakan sebagai pembenaran untuk bermalas-malasan.

Olahraga tetap dianjurkan untuk dilakukan selama puasa untuk mendukung proses metabolisme tubuh.

Anda misalnya bisa melakukan aktivitas fisik sedang selama berpuasa, seperti berjalan kaki selama 30 menit per hari untuk menjaga proses metabolisme tubuh.

7. Cukup tidur

Kurang tidur atau terlalu letih dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit dan menurunkan sistem imunitas tubuh.

Baca juga: Ini Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia

Seseorang yang kurang tidur biasanya akan mudah terserang influenza atau infeksi lainnya.

Maka dari itu, sangat dianjurkan bagi siapa saja untuk memenuhi durasi tidur masing-masing.

Untuk orang dewasa, durasi tidur yang disarankan, yakni 7-9 jam tiap malam demi kesehatan tubuh.

8. Membuat jadwal kegiatan

Bulan puasa ini bisa Anda manfaatkan untuk mulai membuat jadwal aktivitas sehari-hari.

Ini bisa dilakukan dengan membagi waktu beristirahat, beribadah, juga waktu untuk bekerja.

Usahakan untuk mengikuti jadwal yang ada sebaik mungkin agar Anda tetap bisa produktif sekaligus banyak mendapatkan kesempatan untuk beribadah.

Dengan mengikuti jadwal dan menyusun skala prioritas, Anda juga bisa memberikan jeda bagi tubuh untuk beristirahat sehingga terhindar dari kelelahan akibat serangkaian aktivitas yang harus dilakukan sambil berpuasa.

9. Menghindari stres dan bersikap rileks atau santai

Selain kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari cara meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Stres merupakan salah satu sumber penyakit.

Melansir WebMD, semakin tinggi stres, maka kian sedikit antibodi dan sel darah putih yang dihasilkan tubuh.

Stres bahkan selanjutnya bisa membawa seseorang pada gaya hidup kurang terkontrol, misalnya:

  • Sering mengasup makanan tidak sehat
  • Merokok
  • Minum alkohol

Berbagai hal ini jelas bisa semakin menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.

Jadi, saat puasa, sebisa mungkin Anda bisa menikmati berbagai situasi yang terjadi sebagai bagian dari cara menjaga daya tahan tubuh.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

 


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
PENYAKIT
Badan Lemas
Badan Lemas
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
Lidah Terasa Terbakar

Lidah Terasa Terbakar

Penyakit
6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

Health
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.