Kompas.com - 29/08/2021, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Protein adalah zat yang penting dalam tubuh manusia karena ada pada setiap sel dalam tubuh manusia, termasuk sel-sel otot, hormon, enzim, dan antibodi.

Manusia memerlukan protein agar semua jaringan dalam tubuh berfungsi dengan baik. Protein juga dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Pentingnya peranan protein menyebabkan manusia harus mencukupi kebutuhan protein dalam tubuh.

Baca juga: 9 Fungsi Protein dalam Tubuh

Walaupun tubuh telah secara alami memproduksi protein, manusia tetap memerlukan asupan dari luar sehingga zat ini dapat menjalankan perannya dengan baik.

Meskipun demikian, asupan untuk tubuh harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh karena kadar protein yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit.

Amiloid adalah salah satu jenis protein yang diproduksi di sumsum tulang dan tersimpan pada jaringan atau organ tubuh.

Amiloid berperan dalam berbagai proses fisiologis, seperti pembentukan memori jangka panjang dan pelepasan hormon peptida yang disimpan secara bertahap .

Ketika protein amiloid mengalami penumpukan dan membentuk endapan maka tubuh akan terserang penyakit yang disebut amiloidosis.

Amiloidosis adalah salah satu penyakit langka akibat penumpukan amiloid pada organ dan jaringan di seluruh tubuh.

Pengendapan amiloid pada akhirnya dapat merusak sistem organ bahkan menyebabkan organ tidak berfungsi (kegagalan organ).

Amiloidosis sering terjadi pada organ jantung, ginjal, saluran pencernaan, sistem saraf dan kulit.

Gejala

Melansir Healthline, pada tahap awal gejala amiloidosis tidak tampak.

Namun, jika semakin parah penderita akan merasakan gejala pada organ yang terpengaruh.

Baca juga: 11 Gejala Kekurangan Protein yang Perlu Diwaspadai

Apabila amiloidosis terjadi pada organ jantung, gejalanya adalah:

  • sesak napas
  • detak jantung tidak beraturan, lebih cepat, atau lebih lambat
  • nyeri dada
  • tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan pusing

Amiloidosis yang terjadi pada ginjal menyebabkan penderita mengalami pembengkakan di kaki atau tungkai dan urine berbusa.

Jika amiloidosis mempengaruhi organ hati, penderita akan merasakan nyeri dan bengkak pada bagian atas perut.

Amiloidosis yang menyerang saluran pencernaan menyebabkan penderita akan mengalami:

  • mual
  • diare
  • sembelit
  • kehilangan nafsu makan
  • penurunan berat badan drastis

Sedangkan amiloidosis yang mempengaruhi saraf, penderita akan mengalami gejala:

  • nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada tangan, kaki, ibu jari, dan tungkai kaki
  • mata berkunang-kunang saat berdiri
  • tidak mampu merasakan dingin atau panas

Baca juga: 5 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Protein

Gejala lain yang dapat muncul diantaranya adalah:

  1. kelelahan
  2. memar di sekitar mata atau kulit
  3. lidah bengkak
  4. nyeri sendi

Penyebab

Normalnya, sumsum tulang manusia menghasilkan sel darah yang digunakan tubuh untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh, melawan infeksi, dan membantu pembekuan darah.

Pada salah satu jenis amiloidosis, sel darah putih yang melawan infeksi (sel plasma) pada sumsum tulang menghasilkan protein abnormal yakni amiloid.

Amiloid berbentuk seperti lipatan dan menggumpal yang menyebabkan tubuh lebih sulit memecahnya.

Amiloidosis secara umum disebabkan oleh penumpukan amiloid pada organ penderita dan menimbulkan gangguan hingga kegagalan fungsi pada organ tersebut.

Terdapat beberapa jenis amiloidosis dan penyebabnya, diantaranya:

  1. Amiloidosis primer atau AL amyloidosis (Immunoglobulin Light Chain),
    Penumpukan protein amyloid light chains pada organ.
  2. Amiloidosis sekunder atau AA amyloidosis,
    Penumpukan amiloid tipe A (AA) karena infeksi kronis, seperti TBC dan lupus.
  3. Dialysis-related amyloidosis,
    Penumpukan protein beta-2 microglobulin dalam darah, persendian, otot, tendon, dan tulang. Sering dialami orang yang melakukan cuci darah.
  4. Senile systemic amyloidosis,
    Penumpukan protein TTR (transthyretin) pada jantung dan jaringan di sekitarnya.
  5. Amiloidosis keturunan atau familial amyloidosis (hATTR),
    Kelainan genetik yang ditandai dengan penumpukan protein atau amiloid di beberapa organ dan jaringan tubuh.
  6. Organ-specific amyloidosis,
    Penumpukan zat amiloid di satu organ spesifik, misalnya kulit.

Baca juga: 3 Penyebab Protein Urine pada Ibu Hamil Tinggi dan Perlu Diwaspadai

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena amiloidosis, yakni:

  • Berusia lanjut
  • Berjenis kelamin pria
  • Keturunan ras Afrika
  • Menderita penyakit infeksi kronis atau peradangan
  • Memiliki riwayat amiloidosis dalam keluarga
  • Pernah atau sedang melakukan cuci darah
  • Menderita kelainan ginjal

Diagnosis

Dokter akan melakukan beberapa tes berikut untuk mendiagnosis amiloidosis, diantaranya:

  • tes darah dan urine, untuk mengetahui kadar protein amiloid, fungsi tiroid, dan hati
  • biopsi pada organ yang dicurigai mengalami amiloidosis, untuk melihat keberadaan amiloid
  • pemeriksaan USG, untuk melihat tingkat keparahan amiloidosis
  • ekokardiogram, untuk melihat fungsi struktur jantung dan mengetahui amiloidosis pada jantung
  • tes genetik, untuk mengetahui apakah amiloidosis disebabkan oleh faktor keturunan

Perawatan

Amiloidosis tidak dapat disembuhkan, tujuan pengobatan untuk memperlambat produksi protein amiloid dan meredakan gejala.

Dokter akan melakukan beberapa metode pengobatan pada penderita amiloidosis, yakni:

Baca juga: Hati-hati, Protein Urine Tinggi Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal

  • Kemoterapi untuk menghentikan pertumbuhan sel abnormal pembentuk amiloid
  • Memberikan obat-obatan untuk mengontrol detak jantung
  • Memberikan obat golongan kortikosteroid untuk meredakan peradangan
  • Transplantasi sel induk autologous (ASCT), untuk menggantikan sel yang rusak
  • Transplantasi organ, apabila amiloidosis merusak organ

Dokter juga akan menyarankan penderita untuk menerapkan pola makan rendah garam serta memberikan obat-obatan berikut:

  1. obat diuretik
  2. obat pengencer darah
  3. obat untuk mengatasi diare, mual, dan muntah
  4. obat pereda nyeri

Komplikasi

Jika tidak segera mendapat penanganan, amiloidosis dapat menimbulkan komplikasi pada beberapa organ, seperti

  1. gagal jantung
  2. kerusakan sistem saraf
  3. gagal ginjal

Pencegahan

Amiloidosis tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan. Namun, dengan menjaga kesehatan ginjal dapat membantu mengurangi risiko terkena amiloidosis.

Baca juga: 9 Cara Mudah Meningkatkan Asupan Protein untuk Mendukung Kesehatan

Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan ginjal:

  1. Minum air putih setidaknya 2 liter per hari
  2. Melakukan olahraga secara rutin
  3. Menjaga berat badan
  4. Hindari konsumsi alkohol
  5. Tidak merokok
  6. Mengontrol tekanan darah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.