Kompas.com - 25/10/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi gejala asam urat UnsplashIlustrasi gejala asam urat

KOMPAS.com - Asam urat adalah jenis radang sendi yang dialami oleh banyak orang.

Gejala umum yang dirasakan oleh penderita asam urat adalah rasa sakit atau nyeri pada persendian, misalnya pada jempol kaki.

Asam urat atau gout merupakan salah satu jenis radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat yang terbentuk dari pemecahan purin.

Baca juga: Beda Makanan yang Harus Dihindari dan Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Purin adalah zat yang yang dapat ditemukan di dalam tubuh manusia dan dalam makanan, seperti hati dan kacang-kacangan.

Normalnya, asam urat akan larut dalam darah lalu melewati ginjal dan dikeluarkan melalui urine.

Namun, pada kondisi tertentu, asam urat dapat menumpuk dan membentuk kristal pada persendian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kristal inilah yang akan memicu peradangan sehingga penderita merasa nyeri dan bengkak pada sendi, biasanya pada jempol kaki.

Asam urat juga dapat menimbulkan nyeri di pergelangan kaki, tumit, lutut, pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan siku.

Selain pada persendian, kristal asam urat juga dapat terbentuk pada ginjal hingga membentuk batu ginjal.

Gejala

Mengutip Mayo Clinic, gejala asam urat umumnya muncul secara mendadak dan sering kali dirasakan pada malam hari.

Berikut beberapa gejala asam urat:

  1. Nyeri sendi yang parah dan mendadak
  2. Ketidaknyamanan setelah nyeri sendi, kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu dari hari pertama nyeri sendi yang parah
  3. Sendi bengkak
  4. Sendi kemerahan
  5. Sendi terasa hangat dan lunak saat ditekan
  6. Jika asam urat dibiarkan tanpa penanganan, nyeri sendi dapat semakin parah dan menyebabkan penderita tidak dapat menggerakkan persendian secara normal.

Baca juga: 5 Cara Menyembuhkan Asam Urat agar Tak Gampang Kambuh

Penyebab

Melansir Medicine Net, asam urat disebabkan oleh banyaknya kadar asam di dalam aliran darah sehingga terjadi penumpukan kristal asam urat pada sendi.

Penumpukan kristal asam urat yang terbentuk dari pemecahan purin dapat terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau penurunan fungsi ginjal.

Penurunan fungsi ginjal menyebabkan ginjal tidak dapat bekerja dengan baik untuk membuang asam urat dari dalam tubuh.

Faktor risiko

Merangkum Medical News Today dan Mayo Clinic, terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko mengalami asam urat, yaitu:

  • Berjenis kelamin pria dan berusia sekitar 30 sampai 50 tahun, wanita yang menderita gout umumnya terjadi setelah menopause
  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita asam urat
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan dalam jangka panjang
  • Mengonsumsi makanan yang tinggi purin, seperti daging merah dan beberapa makanan laut atau seafood
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat diuretik, aspirin, dan obat untuk mengobati hipertensi, seperti beta blocker dan ACE inhibitor
  • Obesitas atau kelebihan berat badan, kadar lemak visceral yang tinggi dapat meningkatkan risiko mengalami asam urat
  • Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung atau ginjal, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik
  • Baru melakukan operasi atau terkena cedera.

Baca juga: 7 Komplikasi Asam Urat yang Harus Diwaspadai

Diagnosis

Mengutip Mayo Clinic, berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis asam urat:

  1. Tes cairan sendi
    Dokter akan mengambil cairan dari sendi yang terkena dengan menggunakan jarum suntik lalu akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
  2. Tes darah
    Tes darah bertujuan untuk mengukur kadar asam urat dalam darah atau uric acid.
  3. Rontgen
    Rontgen diperlukan untuk mengetahui kondisi lain yang dapat menyebabkan peradangan sendi.
  4. Ultrasonografi atau USG
    Menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi penumpukan kristal asam urat urat pada persendian

Perawatan

Dilansir dari Arthritis Foundation, terdapat beberapa cara untuk mengatasi asam urat, yakni:

  • Penanganan untuk mengatasi serangan nyeri dan pembengkakan akibat asam urat secara mendadak:

  1. Istirahatkan tubuh dari aktivitas yang berat
  2. Posisikan bagian tubuh yang nyeri lebih tinggi dari dada untuk mengurangi pembengkakan
  3. Kompres dengan es yang dilapisi handuk atau kain pada sendi yang meradang, sekitar 20 menit
  4. Perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi.
  • Beberapa obat-obatan untuk mengobati asam urat dan menurunkan kadar asam urat, seperti:

Baca juga: Berapa Kadar Asam Urat Normal dalam Darah?

  1. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengobati serangan atau gejala mendadak
  2. Kortikosteroid, dapat diberikan melalui obat minum atau suntikan ke dalam sendi yang meradang untuk meredakan nyeri dan pembengkakan
  3. Colchicine, dapat membantu meredakan nyeri dan risiko kekambuhan
  4. Allopurinol, febuxostat, atau probenecid, untuk mengurangi dan mengontrol kadar asam urat dalam darah, serta mencegah kekambuhan.

Komplikasi

Menurut Mayo Clinic, asam urat dapat menimbulkan beberapa komplikasi berikut:

  • Kerusakan sendi
  • Terbentuknya tophi, yaitu penumpukan kristal asam urat di bawah permukaan kulit sehingga muncul benjolan yang biasanya terbentuk di jari, tangan, kaki, dan siku
  • Batu ginjal, kristal asam urat yang .tidak diobati dapat tertumpuk pada saluran kemih yang menyebabkan batu ginjal

Pencegahan

Dikutip dari Healthline, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah asam urat:

  1. Batasi konsumsi alkohol dan hindari konsumsi alkohol secara berlebihan
  2. Batasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi purin, seperti kerang, daging domba, daging sapi, daging babi, dan jeroan
  3. Makan makanan rendah lemak dan konsumsi sayuran yang aman bagi penderita asam urat, seperti wortel, brokoli, kentang, seledri, tomat, dan pare
  4. Jaga berat badan tetap ideal dan sehat
  5. Jangan merokok
  6. Rutin berolahraga
  7. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum banyak air putih.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Nyeri Asam Urat dengan Cepat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
PENYAKIT
Nyeri Haid
Nyeri Haid
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.