Kompas.com - 02/04/2022, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Infeksi saluran pernapasan adalah penyakit menular yang mengganggu saluran pernapasan.

Infeksi jenis ini biasanya diklasifikasikan lebih lanjut sebagai infeksi saluran pernapasan atas (URI atau URTI) atau infeksi saluran pernapasan bawah (LRI atau LRTI).

Infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia, cenderung jauh lebih parah daripada infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu biasa.

Baca juga: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penyebab

Infeksi saluran pernapasan sering menyebar melalui batuk dan bersin seseorang yang terinfeksi.

Infeksi pada saluran pernapasan lazimnya disebabkan oleh hal berikut:

  • Virus, seperti flu atau virus pernapasan syncytial (RSV)
  • Bakteri, seperti Streptococcus atau Staphylococcus aureus
  • Infeksi jamur
  • Mikoplasma, yang bukan virus atau bakteri tetapi merupakan organisme kecil dengan karakteristik keduanya.

Dalam beberapa kasus, zat dari lingkungan dapat mengiritasi atau menyebabkan peradangan di saluran udara atau paru-paru, yang dapat menyebabkan infeksi, seperti:

  • Asap tembakau
  • Debu
  • Bahan kimia
  • Uap dan asap
  • Alergen
  • Polusi udara.

Gejala

Gejala infeksi saluran pernapasan meliputi:

Baca juga: 3 Jenis Rokok Elektrik dan Bahayanya bagi Saluran Pernapasan

  • Batuk, terutama batuk berdahak
  • Bersin
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sesak napas, dada sesak, atau mengi
  • Suhu tinggi
  • Merasa tidak sehat secara umum.

Diagnosis

Pulmonary Function Testing (PFT) memungkinkan evaluasi dan penilaian saluran udara, fungsi paru-paru, serta tolok ukur khusus untuk mendiagnosis serangkaian infeksi saluran pernapasan.

Metode seperti teknik pengenceran gas dan plethysmography juga dapat membantu menentukan kapasitas residu fungsional dan kapasitas paru total.

Perawatan

Sebagian besar kasus infeksi saluran pernapasan sembuh dalam satu hingga dua minggu. 

Umumnya pengidap infeksi saluran pernapasan cukup merawat diri di rumah seperti dilansir NHS berikut:

  • Beristirahat yang banyak
  • Minum banyak air untuk melonggarkan lendir
  • Minum lemon hangat dan minuman madu untuk membantu meredakan batuk (tidak untuk bayi di bawah 1 tahun)
  • Berkumur dengan air asin hangat jika sakit tenggorokan (anak-anak tidak boleh mencoba ini)
  • Angkat kepala saat tidur menggunakan bantal tambahan untuk membuat pernapasan lebih mudah dan membersihkan dada dari lendir
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk menurunkan demam dan membantu meringankan sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot.

Baca juga: 8 Cara Cuci Hidung dengan Larutan NaCl Agar Saluran Pernapasan Bersih

Jika tidak kunjung sembuh, perawatan akan tergantung pada penyebab infeksi saluran perawatan.

Dokter umum biasanya akan meresepkan antibiotik apabila penyebab infeksi disebabkan oleh bakteri.

Terkadang sampel lendir perlu diuji untuk melihat penyebab dari infeksi saluran pernapasan.

Segera hubungi dokter jika:

  • Merasa sangat tidak sehat atau gejala memburuk
  • Batuk darah atau lendir berlumuran darah
  • Mengalami batuk lebih dari 3 minggu
  • Sedang hamil
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah
  • Memiliki masalah kesehatan jangka panjang, seperti kondisi jantung, paru-paru atau ginjal.

Anda mungkin menderita pneumonia jika gejalanya parah.

Komplikasi

Komplikasi infeksi saluran pernapasan dapat meliputi:

  • Empiema, kumpulan nanah di samping paru-paru, yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menyebabkan masalah yang mengancam jiwa seperti sepsis (bakteri dalam darah) dan syok
  • Abses paru-paru
  • Tumor bengkak Potts
  • Selulitis orbita, infeksi jaringan di dalam rongga mata dan di sekitar mata
  • Abses orbita, kumpulan bakteri dan nanah di belakang mata
  • Mastoiditis, infeksi bakteri serius yang memengaruhi tulang mastoid di belakang telinga.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Napas Mudah Ngos-ngosan setelah Covid-19

Beberapa infeksi pernapasan dan komplikasinya dapat dicegah dengan vaksinasi tepat waktu terhadap virus influenza dan pneumokokus.

Pencegahan

Jika terus terkena infeksi saluran napas atau berisiko tinggi terkena penyakit tersebut, lakukan kiat pencegahan berikut:

  • Dapatkan vaksinasi flu dan pneumokokus
  • Berhenti merokok
  • Kurangi minum alkohol
  • Cuci tangan sesering mungkin.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.