KOMPAS.com – Biotin adalah salah satu bagian dari vitamin B kompleks.
Biotin sering disebut juga sebagai vitamin B7, vitamin H, atau koenzim R.
Dilansir dari Medical News Today, manfaat biotin bagi tubuh ada banyak.
Baca juga: 5 Gejala Kekurangan Vitamin B yang Perlu Diwaspadai
Biotin yang jelas diperlukan untuk membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang dibutuhkan untuk membuat energi.
Selain itu, biotin juga dapat membantu memetabolisme lemak dan asam amino yang digunakan untuk membangun protein.
Protein sendiri dibutuhkan untuk memperbaiki dan memelihara sel.
Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika
Oleh sebab itu, kekurangan biotin sebaiknya dapat dihindari.
Kekurangan biotin bisa menimbulkan dampak tidak menyenangkan.
Gejala kekurangan biotin bisa berupa penipisan rambut, kerontokan rambut di seluruh tubuh, dan ruam merah bersisik di sekitar bukaan tubuh, termasuk mata, hidung, mulut, maupun anus.
Kongjungtivitis juga dapat berkembang akibat kekurangan vitamin B7.
Orang dewasa dengan kekurangan biotin di antaranya dapat menderita:
Baca juga: 16 Gejala Kekurangan Biotin yang Perlu Diwaspadai
Sama halnya dengan semua jenis vitamin B, biotin adalah vitamin yang larut dalam air.
Itu berarti vitamin B7 ini tidak disimpan lama di tubuh. Tubuh kita juga tidak memproduksinya secara alami.
Jadi, kita perlu mendapatkan biotin dari luar, bisa dari makanan alami atau suplemen makanan yang disarankan.
Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Korea Selatan 1-0, Gol Dramatis Evandra Penentu Kemenangan Garuda Asia
Melansir Health Line, kekurangan biotin sebenarnya jarang terjadi.
Ketika sudah makan dengan makanan bernutrisi lengkap, kemungkinan seseorang untuk mengalami kekurangan biotin kecil.
Itu karena banyak makanan umum mengandung sejumlah besar vitamin B secara alami.
Meski begitu, kekurangan biotin tetap saja bisa dialami seseorang.
Dokter biasanya akan mencari salah satu dari enam kemungkinan penyebab untuk menjelaskan mengapa kadar vitamin B7 seseorang mungkin sangat rendah.
Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Biotin Tinggi
Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kekurangan biotin yang patut diwaspadai:
1. Efek samping obat-obatan
Obat-obatan tertentu diketahui dapat mencegah tubuh seseorang menyerap vitamin dengan benar.
Obat-obatan ini termasuk antibiotik dan obat anti kejang.
Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami
Selain itu, antibiotik dapat menghancurkan bakteri baik di usus seseorang yang secara alami dapat menghasilkan biotin.
2. Pemberian makanan intravena (IV)
Jika terus menerima nutrisi dari infus atau tabung karena kondisi tertentu, seseorang dapat mengalami defisiensi biotin.
Baca juga: Ungkap Kronologi Kasus Nastar Berjamur, Pemilik Clairmont: Kami Dapat Penawaran
Suplemen mungkin diperlukan sampai seseorang bisa makan makanan padat lagi.
3. Masalah usus
Beberapa kondisi usus kronis dapat mencegah tubuh seseorang menyerap nutrisi dari makanan.
Kondisi ini termasuk penyakit Crohn dan kolitis.
Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Vitamin B2 Tinggi
4. Diet jangka panjang
Diet ketat dapat mencegah seseorang mendapatkan berbagai macam vitamin dan mineral dari makanan yang dimakan.
Untuk diperhatikan, makan makanan yang seimbang sangat penting untuk kesehatan kita.
Oleh sebab itu, diet tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
5. Defisiensi biotinidase
Baca juga: Bantah Uang Kompensasi Dedi Mulyadi Dipotong, Dishub: Itu Keikhlasan Sopir
Defisiensi biotinidase adalah kondisi bawaan ketika tubuh tidak dapat menggunakan kembali atau mendaur ulang biotin.
Untungnya, kelainan herediter ini sangat jarang terjadi.
Biasanya, tubuh manusia dapat menggunakan kembali vitamin B7 beberapa kali sebelum dibuang ke limbah.
Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Vitamin B1 Tinggi
Orang dengan gangguan defisiensi biotinidase tidak dapat mendaur ulang vitamin.
Gangguan ini sering didiagnosis sangat awal dalam kehidupan karena gejala yang parah.
Gejala-gejala ini sering muncul dalam beberapa bulan setelah kelahiran.
6. Penyebab genetik lainnya
Baca juga: Guru Besar UGM Diduga Lecehkan Mahasiswi S1-S3 sejak 2023, Kini Dibebastugaskan
Ada beberapa kelainan genetik lain yang juga dapat menyebabkan defisiensi biotin, termasuk defisiensi holocarboxylase synthetase, defisiensi transport biotin, dan fenilketonuria.
Defisiensi sintetase holokarboksilase dan defisiensi transpor biotin keduanya sangat jarang terjadi.
Sementara, fenilketonuria lebih sering terjadi.
Baca juga: Klasemen Grup C Piala Asia U17 2025 Usai Skor Indonesia Vs Korsel
Setelah dilahirkan, bayi perlu diskrining untuk kondisi ini karena terkait dengan masalah neurologis yang parah jika tidak dikenali dan diobati sejak dini.
Pengobatan untuk kekurangan biotin biasanya melibatkan konsumsi makanan tinggi vitamin ini dan suplemen.
Kebutuhan harian untuk biotin tidak sulit dijangkau.
Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin B Tinggi
Orang dewasa harus berusaha makan 30 mcg per hari, anak-anak harus mendapatkan 5 mcg per hari, dan ibu hamil harus menargetkan 35 mcg per hari.
Mendapatkan vitamin ini dari makanan cukup mudah.
Banyak makanan umum mengandung biotin dalam jumlah besar.
Ini termasuk:
Untuk diingat, pengolahan makanan menghancurkan biotin.
Jadi, makanlah sebanyak mungkin makanan ini dalam bentuk utuh dan tidak diproses untuk mendapatkan jumlah vitamin setinggi mungkin.
Baca juga: 8 Makanan yang Mengandung Vitamin B5 Tinggi
Biotin tersedia dalam multivitamin dan suplemen individu.
Suplemen biotin biasanya datang dalam tiga jumlah: 10 mcg, 50 mcg, dan 100 mcg.
Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen biotin.
Baca juga: Rincian Tarif Listrik per 1 April 2025 untuk Pelanggan Bersubsidi dan Nonsubsidi
Meski jarang, vitamin B7 ini dapat berinteraksi dengan obat lain.
Interaksi ini dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.
Mungkin juga seseorang yang mengonsumsi sulemen mengalami kelebihan asupan biotin.
Jadi, sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang dosis harian yang direkomendasikan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.