Kompas.com - 15/09/2021, 20:00 WIB
Ilustrasi anatomi anus Ilustrasi anatomi anus

KOMPAS.com - Abses anus adalah benjolan berisi nanah yang terbentuk di area anus dan menyebabkan keluarnya cairan atau rasa sakit saat buang air besar.

Jika tidak segera ditangani, abses anus dapat menyebabkan Fistula ani atau terbentuknya saluran tidak normal di anus yang kemungkinan memerlukan operasi untuk mengatasinya.

Baca juga: Bahaya Anal Seks, Picu Berbagai Penyakit hingga Kanker Anus

Penyebab

Abses anus terjadi ketika kelenjar-kelenjar di sekeliling anus terinfeksi oleh bakteri yang menyebabkan kelenjar tersebut membesar dan berisi nanah.

Mengutip WebMD, abses anus dapat disebabkan oleh:

  • Fisura ani yaitu robekan atau luka di saluran anus yang terinfeksi
  • Penyakit menular seksual
  • Kelenjar anus yang tersumbat
  • Cedera di anus

Faktor risiko

Berdasarkan Healthline, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya abses anus, meliputi:

  • Memiliki diabetes
  • Melakukan seks anal
  • Mengonsumsi obat golongan kortikosteroid atau kemoterapi
  • Menderita sembelit atau diare
  • Penyakit radang usus atau panggul
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/AIDS

Gejala

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, abses anus dapat menyebabkan keluarnya cairan atau rasa sakit saat buang air besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 4 Gejala Fisura Ani, Robekan di Lapisan Anus yang Perlu Diwaspadai

Merangkum WebMD dan Healthline, berikut tanda-tanda atau gejala lain dari abses anus yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Mengalami sembelit
  • Adanya pendarahan pada anus
  • Rasa nyeri berdenyut secara terus-menerus dan memburuk saat duduk
  • Pembengkakan di daerah anus
  • Iritasi kulit di sekitar anus
  • Keluarnya nanah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Demam
  • Menggigil
  • Kelelahan

Diagnosis

Pada umumnya, melakukan evaluasi klinis dan pemeriksaan anus sudah cukup untuk mendiagnosis abses anus.

Namun, pada kasus abses anus yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang.

Menurut Healthline, berikut beberapa cara atau jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab abses anus Anda:

  • Tes darah, mendeteksi adanya diabetes, radang usus atau HIV/AIDS
  • Endoskopi atau kolonoskopi, melihat kondisi saluran anus dan rektum
  • Tes pencitraan, menggunakan USG, CT-scan atau MRI untuk mendeteksi area abses yang dalam dan tidak terlihat pada saat pemeriksaan fisik

Baca juga: 7 Penyebab Firusa Ani, Robekan di Lapisan Anus yang Perlu Diwaspadai

Perawatan

Merangkum WebMD, perawatan untuk abses anus akan bergantung pada penyebab yang mendasarinya, seperti pemberian antibiotik jika abses anus disebabkan oleh diabetes atau kekebalan tubuh yang rendah.

Selain itu, abses anus juga dapat ditangani dengan berbagai jenis operasi yang akan bergantung pada letak abses.

Jika abses terletak di area yang tidak terlalu dalam dan kondisi sudah stabil setelah operasi, kemungkinan Anda akan diperbolehkan pulang.

Namun, apabila abses terletak di bagian yang lebih dalam, Anda mungkin harus menjalani rawat inap.

Operasi dilakukan untuk mengeluarkan nanah dari anus dan untuk mencegah atau mengatasi Fistula ani yaitu bentuk saluran yang tidak normal.

Oleh karena itu, jika memang dibutuhkan, akan lebih baik jika operasi dilakukan sesegera mungkin.

Setelah menjalani operasi abses atau Fistula ani, Anda dapat merasakan beberapa hal yang menyebabkan ketidaknyamanan ringan.

Untuk mengatasi atau meredakan hal tersebut Anda dapat melakukan cara-cara berikut:

  • Mengonsumsi makanan lunak dan berserat tinggi
  • Minum banyak air
  • Minum obat pereda nyeri
  • Merendam anus dalam air hangat

Baca juga: 14 Penyebab Anus Gatal dan Cara Mengatasinya

Pencegahan

Mengutip Healthline, pada dasarnya belum ada cara yang dapat dipastikan untuk mencegah abses anus.

Akan tetapi, berikut beberapa langkah pencegahan yang mungkin dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Penggunaan kondom, terutama saat melakukan seks anal
  • Jangan tunda pengobatan untuk kondisi infeksi apapun
  • Menjaga kebersihan area anus dengan baik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
PENYAKIT
Fisura Ani
Fisura Ani
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.