Kompas.com - 12/11/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi abdominal migraine atau migrain perut Ilustrasi abdominal migraine atau migrain perut

KOMPAS.com - Abdominal migrain atau migrain perut adalah jenis migrain yang menyerang sebagian besar anak-anak.

Tidak seperti migrain sakit kepala, rasa sakit abdominal migrain merupakan rasa sakit di perut yang mungkin terasa sangat parah.

Migrain perut sering menyerang anak-anak antara usia tujuh hingga 10, tahun tetapi terkadang orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Baca juga: 4 Penyebab Umum Sakit Perut Pada Anak, Orangtua Harus Waspada

Migrain perut seringkali tidak terdeteksi karena memiliki gejala yang mirip dengan penyebab sakit perut lainnya yang lebih umum pada anak-anak, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit Crohn.

Penyebab

Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan migrain perut.

Namun, ada beberapa faktor risiko yang sama seperti sakit kepala migrain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu indikasinya adalah bahwa migrain perut berasal dari masalah hubungan antara otak dan saluran pencernaan. 

Faktor-faktor tertentu tampaknya memicu migrain perut, termasuk stres.

Perubahan emosional dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia yang memicu gejala migrain.

Pemicu lain yang disinyalir kuat terkait dengan migrain perut adalah:

  • Nitrat dan bahan kimia lainnya dalam daging olahan, cokelat, dan makanan lainnya
  • Aerofagia (menelan udara dalam jumlah berlebihan)
  • Kelelahan
  • Mabuk.

Gejala

Gejala utama migrain perut adalah nyeri di sekitar pusar yang terasa tumpul atau pegal.

Intensitas rasa sakit dapat berkisar dari sedang hingga berat.

Baca juga: 3 Cara Atasi Sembelit Pada Anak

Seiring dengan rasa sakit, anak-anak akan merasakan gejala-gejala berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kulit pucat.

Diagnosis

Kondisi ini bisa sukar untuk didiagnosis, terutama selama episode pertama.

Tidak ada tes khusus yang dapat menegakkan diagnosis migrain perut, sehingga diagnosis didasarkan pada pengecualian kondisi lain.

Tes laboratorium dan studi pencitraan biasanya diarahkan untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala.

Electroencephalography (EEG) terkadang dilakukan untuk menyingkirkan gangguan kejang sebagai penyebab gejala.

Segera bawa anak Anda menemui dokter jika migrain perut terjadi dengan gejala yang lebih parah, seperti:

  • Kebingungan
  • Pusing
  • Muntah parah.

Perawatan

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati migrain di kepala juga dapat membantu mengatasi migrain perut, seperti:

Baca juga: 7 Gejala Usus Buntu pada Anak yang Pantang Disepelekan

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Motrin IB, Advil)
  • Obat anti mual
  • Obat migrain triptan, seperti sumatriptan (Imitrex) dan zolmitriptan (Maxalt)
  • Propranolol (Hemangeol, Inderal XL, InnoPran XL)
  • Topiramate (Topamax, Qudexy XR, Trokendi XR).

Komplikasi

Migrain perut bisa cukup parah hingga membuat anak-anak harus istirahat selama beberapa waktu.

Karena kondisi ini mudah disalahartikan sebagai penyakit GI lainnya, anak-anak yang salah didiagnosis mungkin akhirnya menjalani prosedur yang tidak perlu.

Pencegahan

Seperti sakit kepala migrain, salah satu cara utama untuk mencegah migrain perut adalah dengan menghindari pemicunya.

Orang tua, anak-anak, dan dokter dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi pemicu spesifik dan menyusun langkah sehingga membantu anak-anak menghindarinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Megakolon
Megakolon
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.