Kompas.com - 05/10/2021, 06:01 WIB
Area yang biasa ditumbuhi jerawat adalah wajah, dada, bahu, leher, dan punggung, area-area yang memiliki kelenjar keringat. SHUTTERSTOCKArea yang biasa ditumbuhi jerawat adalah wajah, dada, bahu, leher, dan punggung, area-area yang memiliki kelenjar keringat.

KOMPAS.com - Jerawat adalah kondisi kulit umum yang memengaruhi kebanyakan orang di beberapa bagian tubuh.

Jerawat dapat menyebabkan bintik-bintik, kulit berminyak dan terkadang kulit yang panas atau menyakitkan saat disentuh.

Tergantung pada tingkat keparahannya, jerawat dapat menyebabkan tekanan emosional dan bekas luka pada kulit.

Baca juga: Bisa Berdampak Negatif pada Mental, Bagaimana Cara Aman Atasi Jerawat?

Semakin dini memulai perawatan, semakin rendah risiko mengalami masalah yang lebih serius.

Penyebab

Melansir Mayo Clinic, sekurangnya terdapat empat faktor utama penyebab jerawat, yakni:

  • Produksi minyak (sebum) berlebih
  • Folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati
  • Bakteri
  • Peradangan

Jerawat biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas, dan bahu. Hal ini dikarenakan area kulit tersebut memiliki kelenjar minyak (sebaceous) paling banyak. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa kondisi tertentu dapat memicu atau memperburuk jerawat, seperti:

  • Perubahan hormonal
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat-obatan yang mengandung kortikosteroid, testosteron atau lithium
  • Konsumsi makanan tertentu, seperti makanan kaya karbohidrat, contohnya roti, bagel, dan keripik dapat memperburuk jerawat
  • Stres, kondisi ini tidak menyebabkan jerawat, tetapi jika sudah memiliki jerawat, stres dapat memperburuknya.

Gejala

Tanda dan gejala jerawat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi, seperti:

Baca juga: 4 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kulit Bebas Jerawat

  • Whiteheads (pori-pori tersumbat tertutup)
  • Komedo
  • Benjolan kecil berwarna merah dan lunak (papula)
  • Pustula, yaitu papula dengan nanah di ujungnya
  • Benjolan besar, padat, nyeri di bawah kulit (nodul)
  • Benjolan berisi nanah yang menyakitkan di bawah kulit (lesi kistik)

Diagnosis

Penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis jerawat dengan pemeriksaan kulit.

Mereka juga biasanya bertanya tentang stres yang signifikan atau riwayat keluarga dengan jerawat dan faktor risiko lain.

Gadis remaja dan wanita juga ditanya tentang siklus menstruasi, karena jerawat terkadang terkait dengan hal tersebut.

Jerawat yang tiba-tiba dan parah pada orang tua terkadang dapat menandakan penyakit lain yang mendasarinya dan memerlukan perhatian medis.

Jika pengobatan perawatan mandiri tidak menghilangkan jerawat, temui dokter segera.

Dokter dapat meresepkan obat yang lebih efektif.

Cari bantuan medis darurat jika setelah menggunakan produk kulit untuk perawatan justru mengalami:

  • Pingsan
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan mata, wajah, bibir atau lidah
  • Sesak tenggorokan

Baca juga: Di Rumah Saja saat Pandemi Corona Bisa Picu Jerawat, Kenapa Begitu?

Perawatan

Metode pengobatan yang direkomendasikan dokter tergantung pada faktor tertentu seperti usia, jenis jerawat, dan tingkat keparahan jerawat.

Perawatan rumahan di bawah ini dapat dicoba untuk mengurangi gejala jerawat ringan atau sedang dengan produk nonprescription, perawatan kulit dasar yang baik, dan teknik perawatan diri lainnya, seperti:

  • Cuci area bermasalah dengan pembersih yang lembut
  • Hindari produk tertentu, seperti lulur wajah, astringen, dan masker yang cenderung mengiritasi kulit
  • Coba produk penghilang jerawat yang mengandung benzoil peroksida sebagai bahan aktif
  • Penggunaan krim
  • Hindari iritasi, seperti kosmetik berminyak, sunscreen, produk penata rambut, atau concealer jerawat dapat memperburuk jerawat, gunakan produk berlabel water-based atau noncomedogenic
  • Lindungi kulit dari sinar matahari
  • Hindari gesekan atau tekanan pada kulit
  • Hindari menyentuh area rawan jerawat
  • Mandi setelah aktivitas berat

Selain itu, perawatan medis yang umum direkomendasikan meliputi obat topikal, obat oral, dan terapi.

Perawatan melalui obat topikal meliputi:

Baca juga: 5 Makanan yang Menyebabkan Jerawat

  • Retinoid dan obat mirip retinoid, seperti tretinoin, adapalene, dan tazarotene
  • Antibiotik
  • Asam azelaic dan asam salisilat
  • Asam salisilat
  • Dapson

Tidak ada bukti kuat yang mendukung penggunaan zinc, sulfur, nikotinamida, resorsinol, natrium sulfasetamida, atau aluminium klorida dalam perawatan topikal untuk jerawat.

Untuk perawatan lewat obat oral, beberapa obat-obatan yang disarankan adalah:

  • Antibiotik
  • Kontrasepsi oral kombinasi
  • Agen anti-androgen, seperti spironolactone 
  • Isotretinoin

Bagi sebagian orang, metode menggunakan terapi di bawah dapat membantu, baik sendiri atau dalam kombinasi dengan obat-obatan:

  • Terapi cahaya
  • Drainase dan ekstraksi
  • Injeksi steroid

Komplikasi

Orang dengan jenis kulit yang lebih gelap lebih mungkin mengalami komplikasi jerawat di bawah ini daripada orang dengan kulit yang lebih terang:

Baca juga: 6 Bahaya Memencet Jerawat Menurut Dokter Spesialis Kulit

  • Bekas luka, kulit yang berlubang (bekas jerawat) dan bekas yang tebal (keloid) dapat bertahan lama setelah jerawat sembuh
  • Perubahan kulit, setelah jerawat hilang, kulit yang terkena mungkin lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi) daripada sebelum jerawat terjadi.

Pencegahan

Mencegah jerawat bisa sulit dan bahkan tidak mungkin selama perubahan hormonal yang normal.

Tetapi beberapa tips dari Cleveland Clinic di bawah ini dapat membantu:

  • Cuci wajah setiap hari dengan air hangat dan pembersih wajah ringan
  • Rutin menggunakan pelembab
  • Jika terbiasa dandan, coba untuk menggunakan produk nonkomedogenik dan hapus riasan di penghujung hari
  • Jauhkan tangan dari wajah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
PENYAKIT
Angiosarkoma
Angiosarkoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.