Kompas.com - 23/12/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Diabetes tipe 1, atau dikenal sebagai diabetes juvenile, adalah kondisi kronis ketika pankreas tidak menghasilkan atau hanya menghasilkan sedikit insulin.

Insulin adalah hormon yang dibutuhkan untuk memungkinkan gula (glukosa) masuk ke dalam sel untuk menghasilkan energi.

Berbagai faktor, termasuk genetika dan beberapa virus, dapat menyebabkan diabetes tipe 1.

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya muncul selama masa kanak-kanak atau remaja.

Meski begitu, penyakit ini juga dapat berkembang pada orang dewasa.

Penyebab

Penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui.

Biasanya, sistem kekebalan tubuh sendiri yang secara keliru menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas.

Kemungkinan penyebab lain adalah:

  • Genetika
  • Paparan virus dan faktor lingkungan lainnya.

Beberapa faktor risiko berikut meningkatkan potensi seseorang terkena diabetes juvenile:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1
  • Genetika
  • Usia, puncak pertama biasanya terjadi pada anak-anak antara 4 sampai 7 tahun, dan yang kedua pada anak-anak antara 10 dan 14 tahun.

Gejala

Tanda dan gejala diabetes tipe 1 dapat muncul relatif tiba-tiba yang meliputi:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Mengompol pada anak yang sebelumnya tidak mengompol di malam hari
  • Rasa lapar yang ekstrim
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Iritabilitas dan perubahan suasana hati lainnya
  • Kelelahan
  • Penglihatan kabur.

Baca juga: Diabetes Tipe 1 Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Komplikasi

Diagnosis

Konsultasikan dengan dokter jika melihat salah satu tanda dan gejala diabetes tipe 1.

Tes darah berikut membantu dokter mendiagnosis diabetes:

  • Tes glukosa darah
  • Tes hemoglobin glikolat (A1c)
  • Tes antibodi.

Perawatan

Orang dengan diabetes tipe 1 perlu mengisi kembali insulin mereka setiap hari.

Ada berbagai jenis insulin. Beberapa insulin mulai bekerja segera setelah minum obat; insulin lain membutuhkan waktu beberapa jam untuk bekerja.

Berbagai jenis insulin juga bertahan di tubuh untuk jangka waktu yang berbeda.

Bicarakan dengan dokter untuk menemukan jenis insulin yang tepat untuk kebutuhan pasien.

Pasien diabetes dapat menggunakan insulin dengan salah satu cara berikut:

  • Injeksi insulin menggunakan vial dan spuit
  • Pena insulin 
  • Pompa insulin.

Dokter dapat merekomendasikan tiga hingga empat dosis insulin setiap hari.

Insulin kerja panjang biasanya bekerja paling baik bila dikonsumsi pada waktu yang hampir sama setiap hari.

Ambil insulin kerja cepat dalam waktu 15 menit sebelum makan. Ini memastikannya siap bekerja ketika glukosa dari makanan memasuki darah.

Baca juga: 10 Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Selain insulin, orang dengan diabetes tipe 1 perlu memantau gula darah mereka dengan cermat.

Mempertahankan kisaran gula darah yang sehat adalah cara terbaik untuk menghindari komplikasi kesehatan. Pasien dapat memantau gula darah dengan cara berikut:

  • Pengukur glukosa darah
  • Pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM).

Komplikasi

Potensi komplikasi diabetes tipe 1 sama dengan potensi komplikasi diabetes tipe 2 dan dapat mencakup:

  • Masalah mata dan kehilangan penglihatan
  • Masalah kaki, termasuk bisul
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit ginjal
  • Masalah kesehatan mulut
  • Neuropati perifer (kerusakan saraf)
  • Masalah kulit
  • Sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur)
  • Stroke.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah diabetes tipe 1. Tetapi pasien dapat membantu mencegah komplikasi dengan:

Baca juga: 9 Komplikasi Diabetes Tipe 1 yang Perlu Diwaspadai

  • Mempertahankan kadar glukosa darah target
  • Memantau glukosa darah dengan cermat
  • Jaga kesehatan melalui pola makan dan aktivitas yang sehat
  • Belajar mengelola stres dan penyakit.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.