Kompas.com - 24/01/2022, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Insufisiensi trikuspid atau regurgitasi katup trikuspid adalah kondisi saat katup antara ruang jantung kanan (ventrikel dan atrium kanan) tidak menutup dengan benar.

Kondisi ini dapat menyebabkan darah bocor ke belakang, bilik kanan atas (atrium kanan).

Penyakit ini dapat bersifat bawaan dari lahir atau disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

Baca juga: Insufisiensi Aorta

Gejala

Gejala insufisiensi trikuspid mungkin tidak menonjol saat kondisi ini disebabkan oleh kondisi lain yang mendasari.

Kasus ringan juga pada umumnya tidak menunjukkan gejala.

Namun, beberapa gejala yang dapat muncul pada regurgitasi katup trikuspid, yaitu:

  • sesak napas, terjadi saat seseorang sedang aktif
  • kelelahan atau kelemahan, terjadi saat seseorang merasa lelah untuk waktu yang lama (berhari-hari atau lebih), lebih dari sekedar merasa lelah
  • pembengkakan di perut, pergelangan kaki, tau kaki. Pembengkakan di perut dapat menjadi tanda bahwa hati mendapatkan terlalu banyak aliran darah.Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit kuning dan penurunan berat badan.
  • terdengar suara mendesing pada jantung saat didengarkan melalui stetoskop
  • denyut nadi yang luar biasa kuat, biasanya terjadi pada kasus regurgitasi trikuspid yang parah dan lanjut.

Penyebab

Beberapa penyebab insufisiensi trikuspid adalah sebagai berikut.

Dilatasi ventrikel kanan

Penyebab insufisiensi trikuspid paling umum adalah dilatasi ventrikel kanan.

Ventrikel kanan berperan untuk memompa darah dari jantung ke paru-paru. Saat ventrikel kanan dipaksa bekerja ekstra, dindingnya dapat melebar atau menjadi lebih besar.

Baca juga: 18 Jenis Kelainan Jantung Bawaan

Hal ini dapat menyebabkan cincin jaringan yang mendukung kemampuan katup trikuspid untuk membuka-tutup turut melebar.

Pembesaran dapat menjadi komplikasi dari berbagai gangguan, termasuk:

  • emfisema
  • hipertensi paru
  • gangguan jantung sisi kiri
  • stenosis pulmonal.

Infeksi

Infeksi dapat langsung melukai katup trikuspid yang menyebabkan insufisiensi trikuspid. Infeksi yang paling umum terjadi adalah endokarditis infektif.

Penyebab lainnya

Kemungkinan penyebab insufisiensi trikuspid, meski cukup jaang, dapat meliputi:

  • cedera tertentu
  • tumor karsinoid
  • lupus sistemik
  • cacat lahir dari katup
  • anomali Ebstein (penyakit jantung bawaan)
  • prolaps katup trikuspid
  • degenerasi miksomatosa
  • sindrom Marfan
  • demam rematik
  • radang sendi (artritis).

Baca juga: Insufisiensi Mitral

Diagnosis

Kondisi regurgitasi katup trikuspid dapat didiagnosis melalui cara berikut:

  • ekokardiogram transtorakal (TTE)
  • ekokardiogram transesofageal (TEE)
  • pencitraan resonansi magnetik (MRI) jantung
  • elektrokardiogram (EKG)
  • rontgen dada
  • kateterisasi jantung.

Perawatan

Perawatan untuk insufisiensi katup trikuspid tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisinya.

Tujuan pengobatan adalah untuk:

  • mengurangi tanda dan gejala
  • mencegah komplikasi
  • meningkatkan kualitas hidup.

Dalam kasus ringan, mungkin tidak memerlukan tindak lanjut yang teratur.

Jika penyakit disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau cacat jantung bawaan, beberapa penanganan yang mungkin direkomendasikan dokter, yaitu:

  • obat-obatan
  • prosedur kateter
  • pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti katup.

Baca juga: Gejala Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi, Anak, dan Dewasa

Pengobatan mungkin tidak diperlukan jika gejala tidak mengganggu. Obat digunakan untuk meredakan gejala yang timbul.

Sementara itu, perbaikan atau penggantian katup secara bedah biasanya memperbaiki kondisi.

Orang dengan insufisiensi trikuspid yang parah dan tidak diobati bisa jadi menghadapi prognosis buruk, baik dari penyakit katup itu sendiri atau komplikasi dari penyakit yang mendasari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.