Kompas.com - 28/08/2021, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Jet lag merupakan gangguan tidur yang umum terjadi pada orang yang bepergian melewati zona waktu yang berbeda.

Kondisi ini terjadi karena jam biologis atau ritme sirkadian dalam tubuh sulit beradaptasi dengan zona waktu yang baru.

Pada dasarnya, tubuh Anda menerima sinyal yang menunjukan kapan waktu untuk terjaga dan kapan waktu untuk tidur dari jam biologis atau ritme sirkadian.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

Penyebab

Jet lag terjadi saat jam biologis tubuh Anda kesulitan menyesuaikan perubahan pada perbedaan zona waktu secara cepat. Sehingga, tubuh Anda memerlukan waktu untuk terbiasa dengan zona waktu yang baru.

Melansir Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab lainnya yang memicu jet lag, yaitu:

  • Jam biologis terganggu
    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap orang memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mempengaruhi siklus tidur. Perubahan zona waktu tentunya berdampak pada siklus tidur Anda sebelumnya
  • Pengaruh sinar matahari
    Sinar matahari merupakan kunci utama dalam mengatur jam internal tubuh Anda. Pasalnya, sinar matahari memproduksi hormon melatonin yang mengatur rasa kantuk dan jam tidur Anda
  • Perubahan tekanan udara
    Tekanan udara dan ketinggian pesawat dapat memicu gejala jet lag
  • Dehidrasi
    Tingkat kelembaban udara pada pesawat sangat rendah. Jika Anda tidak minum cukup air selama penerbangan, Anda bisa mengalami dehidrasi yang dapat menyebabkan munculnya gejala jet lag

Gejala

Meskipun merupakan hal yang biasa terjadi saat berpergian, mengalami jet lag dapat mengganggu dan mengurangi kenyamanan aktivitas Anda.

Baca juga: Mabuk Perjalanan: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasinya

Berikut jenis-jenis gejala jet lag yang mungkin akan Anda rasakan menurut Mayo Clinic, yaitu:

  • Gangguan tidur, seperti insomnia 
  • Kelelahan pada siang hari
  • Kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi
  • Gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit
  • Dehidrasi
  • Sakit kepala
  • Merasa gelisah
  • Perubahan suasana hati
  • Tidak enak badan

Biasanya, gejala dari jet lag akan terjadi dalam satu atau dua hari perjalanan dan akan kembali normal dengan sendirinya.

Namun, waktu pemulihan dari gejala-gejala jet lag akan semakin lama tergantung dengan perubahan zona waktu yang Anda tempuh.

Perawatan

Jet lag merupakan kondisi yang bersifat sementara. Sehingga tidak memerlukan diagnosis medis atau perawatan secara khusus.

Namun, berdasarkan Mayo Clinic, jika Anda cukup sering bepergian melintasi zona waktu maka ada baiknya menemui dokter spesialis yang dapat membantu mengatasi jet lag.

Baca juga: 12 Tips Bepergian Aman di Tengah Pandemi Virus Corona

Diagnosis

Jika Anda mengalami gejala-gejala jet lag yang sudah disebutkan sebelumnya dan tetap tidak berangsur membaik setelah satu minggu, maka melakukan konsultasi dan penanganan lebih lanjut oleh dokter terkait dapat menjadi solusi.

Pencegahan

Walaupun sulit melakukan pencegahan pada kondisi jet lag yang tidak dapat dihindari, terdapat beberapa cara untuk meminimalisir munculnya gejala jet lag saat bepergian.

Melansir CDC, terdapat rangkaian persiapan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah jet lag.

Sebelum perjalanan

  • Ubah jam tidur
    Beberapa hari sebelum bepergian, Anda dapat mulai menyesuaikan jam biologis tubuh dengan zona waktu tempat tujuan. Salah satunya dengan menyesuaikan pola tidur, seperti lebih lambat atau lebih awal dari biasanya
  • Dapatkan waktu istirahat yang cukup
    Tubuh yang kelelahan dan kurang tidur memiliki potensi lebih tinggi untuk mengalami gejala jet lag yang lebih berat
  • Makan yang cukup
    Makan makanan ringan sebelum perjalanan dapat menghindari masalah perut yang merupakan gejala dari jet lag
  • Pilih jadwal penerbangan yang tepat
    Jika memungkinkan, pilih jadwal penerbangan yang tidak memiliki rentan terlalu jauh menuju waktu tidur Anda.

Baca juga: 5 Cara Kontrol Gejala Sindrom Iritasi Usus saat Bepergian

Selama perjalanan

  • Minum banyak air dan hindari alkohol
    Untuk mengurangi kemungkinan dehidrasi dan gangguan tidur yang lebih tinggi
  • Makan dalam porsi kecil
    Dilakukan untuk menghindari masalah perut

Setelah tiba di tujuan

  • Ikuti waktu zona waktu yang baru
    Sesuaikan rutinitas tidur dan bangun Anda sesuai dengan zona waktu yang baru. Anda bisa tidur siang selama 15-20 menit namun tetap harus tidur di malam hari
  • Dapatkan sinar matahari yang cukup
    Sinar matahari efektif dalam mengatur dan menyesuaikan jam biologis tubuh Anda dengan zona waktu yang baru
  • Minum minuman dengan kafein
    Seperti kopi untuk mengimbangi kantuk di siang hari. Namun, hindari minuman berkafein di malam hari karena dapat membuat Anda semakin sulit untuk tidur nyenyak.

Jika Anda membutuhkan obat atau alat bantu tidur saat bepergian, maka pastikan takaran obat berada di bawah arahan dokter terkait agar tetap aman bagi kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.