Kompas.com - 03/12/2021, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi jangka panjang ketika asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan.

Seseorang dapat dikatakan menderita GERD jika mengalami refluks asam persisten yang terjadi lebih dari dua kali seminggu.

Baca juga: Mengenal GERD, Masalah Pencernaan yang Bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Penyebab

Menurut Healthline, tidak ada penyebab tunggal GERD. Namun, kondisi ini dapat dikaitkan dengan mekanisme di tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.

Di dalam tubuh terdapat lower esophageal sphincter (LES) yaitu pita otot yang melingkar di ujung kerongkongan Anda.

Saat bekerja dengan benar, itu rileks dan terbuka saat Anda menelan. Kemudian mengencang dan menutup kembali setelahnya.

Namun, refluks asam terjadi ketika LES tidak mengencang atau menutup dengan benar yang memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut kembali naik ke kerongkongan Anda.

Selain itu, berikut kemungkinan penyebab lainnya yaitu:

  • Hernia hiatus, bagian perut bergerak di atas diafragma menuju area dada
  • Makan dalam porsi besar
  • Berbaring terlalu cepat setelah makan dengan porsi besar.

Faktor risiko

Risiko Anda mengalami GERD akan semakin tinggi jika memiliki faktor sebagai berikut:

  • Obesitas
  • Sedang hamil
  • Memiliki gangguan jaringan ikat hidup dengan obesitas
  • Merokok
  • Sering makan dalam porsi besar
  • Secara konsisten segera berbaring atau tidur setelah makan
  • Banyak mengonsumsi makanan berminyak atau asam
  • Minum jenis minuman tertentu seperti soda, kopi, atau alkohol
  • Menggunakan banyak obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Baca juga: Bisakah Asam Lambung Naik (GERD) Sebabkan Serangan Jantung?

Gejala

Melansir Medical News Today, gejala GERD meliputi:

  • Perut terasa mual 
  • Ketidaknyamanan di belakang tulang dada sebagai sensasi terbakar
  • Mual atau muntah
  • Bau mulut
  • Masalah pernapasan
  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan.

Komplikasi

GERD yang tidak segera ditangani dapat memburuk dan menyebabkan komplikasi seperti:

  • Esofagitis, peradangan kerongkongan
  • Striktur esofagus, kerongkongan menjadi sempit sehingga sulit untuk menelan
  • Kerongkongan Barrett, sel-sel yang melapisi kerongkongan berubah menjadi sel yang mirip dengan lapisan usus dan dapat berkembang menjadi kanker
  • Masalah pernapasan.

Diagnosis

Dilansir dari Healthline, diagnosis GERD dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Pemeriksaan fisik dan diskusi mengenai gejala
  • Probe pH 24 jam rawat jalan, mengukur seberapa banyak paparan asam yang didapat kerongkongan
  • Esophagram, memeriksa saluran pencernaan bagian atas
  • Endoskopi bagian atas untuk memeriksa kerongkongan dan mengumpulkan sampel jaringan
  • Manometri esofagus, mengukur kekuatan otot-otot kerongkongan
  • Pemantauan pH esofagus, mempelajari cara asam diatur dalam tubuh Anda selama beberapa hari.

Baca juga: 7 Cara Cegah Penyakit GERD (Asam Lambung) ala Dokter Penyakit Dalam

Perawatan

Melansir Medical News Today, berikut pilihan perawatan untuk mengatasi GERD, antara lain:

  • Pemberian resep obat
  • Inhibitor pompa proton untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung
  • H2 blocker, pilihan lain untuk membantu mengurangi produksi asam
  • Antasida, menetralkan asam di perut dengan bahan kimia alkali
  • Prokinetik, membantu perut menjadi kosong dengan lebih cepat
  • Eritromisin, jenis antibiotik yang juga membantu mengosongkan perut

Jika perubahan gaya hidup atau obat-obatan yang diberikan tidak memiliki efek yang diinginkan, dokter akan merekomendasikan operasi yang meliputi:

  • Fundoplication, menambah tekanan ke ujung bawah kerongkongan untuk mengurangi refluks
  • Prosedur endoskopi, mengencangkan otot sfingter

Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat membantu Anda untuk meringankan GERD termasuk:

  • Makan makanan dalam jumlah sedang dan hindari makan berlebihan
  • Berhenti makan 2 sampai 3 jam sebelum tidur
  • Berhenti atau hindari merokok
  • Menjaga berat badan yang ideal
  • HIndari memakai pakaian yang ketat di sekitar perut
  • Tidur sedikit miring dengan kepala sedikit ditinggikan

Baca juga: 6 Komplikasi GERD yang Bisa Berdampak Fatal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Asam Lambung
Asam Lambung
PENYAKIT
Asam Urat
Asam Urat
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.