Kompas.com - 19/01/2022, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Penyakit jantung rematik adalah kondisi saat katup jantung rusak permanen akibat demam rematik.

Kerusakan katup jantung dapat dimulai segera setelah infeksi streptokokus yang tidak diobati, seperti radang tenggorokan atau demam berdarah.

Respons imun menyebabkan kondisi peradangan dalam tubuh yang menyebabkan kerusakan katup berkelanjutan.

Baca juga: Kenali Apa itu Penyakit Jantung Rematik, Penyebab, dan Gejalanya

Gejala

Penyakit jantung rematik tidak selalu menimbulkan gejala. Saat terjadi, gejala dapat termasuk:

  • nyeri dada
  • palpitasi jantung
  • sesak napas saat beraktivitas
  • masalah pernapasan saat berbaring (ortopnea)
  • bangun dari tidur dengan kebutuhan untuk duduk atau berdiri (paroksismal nokturnal dispnea)
  • pembengkakan (edema)
  • pingsan (sinkop)
  • stroke
  • demam yang berkaitan dengan infeksi akibat kerusakan katup jantung.

Penyebab

Penyakit jantung rematik disebabkan oleh demam rematik, penyakit peradangan yang dapat memengaruhi banyak jaringan ikat, terutama di jantung, persendian, kulit, atau otak.

Katup jantung bisa meradang dan menjadi bekas luka seiring waktu.

Hal ini dapat mengakibatkan penyempitan atau kebocoran katup jantung sehingga efisiensi kerjanya berkurang.

Gangguan ini dapat berlangsung bertahun-tahun untuk berkembang hingga menyebabkan gagal jantung.

Demam reumatik dapat terjadi pada semua usia, tapi biasanya terjadi pada anak usia 5 hingga 15 tahun.

Baca juga: 7 Gejala Demam Rematik dan Penyebabnya

Diagnosis

Diagnosis dapat meliputi:

  • pemeriksaan fisik
  • riwayat kesehatan
  • rontgen dada untuk memeriksa pembesaran jantung atau cairan di paru-paru
  • elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa jika bilik jantung telah membesar atau jika terdapat irama jantung abnormal (aritmia)
  • ekokardiogram untuk memeriksa jika terdapat infeksi atau kerusakan pada jantung. Tes ini paling berguna untuk mengetahui jika seseorang memiliki penyakit rematik jantung.

Komplikasi

Beberapa komplikasi penyakit jantung rematik antara lain:

  • gagal jantung: terjadi dari katup jantung yang sangat menyempit atau bocor
  • endokarditis bakterial: infeksi pada lapisan dalam jantung dan dapat terjadi saat demam rematik telah merusak katup jantung
  • pada kehamilan dan persalinan: wanita dengan penyakit jantung rematik harus berkonsultasi dengan dokter sebelum program hamil
  • katup jantung pecah: keadaan darurat medis yang harus ditangani dengan operasi untuk mengganti atau memperbaiki katup jantung.

Perawatan

Perawatan pada penyakit rematik jantung bergantung pada seberapa besar kerusakan yang terjadi pada katup jantung.

Dalam kasus parah, perawatan dapat termasuk operasi untuk mengganti atau memperbaiki katup yang rusak parah.

Baca juga: Demam Rematik

Pengobatan terbaik adalah dengan mencegah demam rematik.

Antibiotik umumnya digunakan untuk mengobati infeksi radang dan mencegah demam rematik berkembang.

Selain itu, obat antiinflamasi juga dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan menurunkan risiko kerusakan jantung. Obat lain untuk mengatasi gagal jantung juga mungkin diperlukan.

Orang yang pernah mengalami demam rematik sering diberi perawatan antibiotik harian atau bulanan, mungkin hingga seumur hidup untuk mencegah infeksi berulang dan menurunkan risiko kerusakan jantung lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.