Kompas.com - 03/12/2021, 09:00 WIB
. Shutterstock.

KOMPAS.com - Sakit lutut merupakan keluhan umum yang disebabkan oleh cedera dan kondisi medis tertentu.

Dalam beberapa kasus, kemungkinan lutut Anda memerlukan operasi untuk mengatasi rasa sakit yang kronis.

Baca juga: Sering Sakit Lutut di Malam Hari, Begini Solusinya

Gejala

Mengutip Mayo Clinic, gejala sakit lutut dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Gejala yang terkadang menyertai rasa sakit lutut antara lain:

Gejala umum

  • Pembengkakan dan kekakuan
  • Kemerahan dan kehangatan saat disentuh
  • Kelemahan atau ketidakstabilan
  • Suara letupan
  • Ketidakmampuan untuk meluruskan lutut sepenuhnya.

Gejala kronis

  • Tidak dapat menahan beban di lutut
  • Merasa seolah-olah lutut tidak stabil
  • Pembengkakan, kemerahan, dan rasa nyeri di lutut
  • Tidak dapat sepenuhnya meluruskan atau melenturkan lutut
  • Terdapat kelainan bentuk yang jelas di kaki atau lutut
  • Mengalami demam
  • Mengalami sakit lutut parah yang berhubungan dengan cedera.

Segera hubungi dokter Anda jika mengalami gejala di atas, terutama gejala kronis untuk menerima pemeriksaan dan penanganan yang lebih lanjut.

Penyebab

Berikut adalah faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan nyeri lutut menurut Mayo Clinic, meliputi:

Baca juga: 14 Penyebab Sakit Lutut yang Sering Dikeluhkan

Cedera

Cedera lutut dapat memengaruhi ligamen, tendon, atau kantung berisi cairan yang mengelilingi sendi lutut serta tulang yang membentuk sendi itu sendiri.

  • Cedera ACL
    Robekan pada anterior cruciate ligament yaitu salah satu dari empat ligamen yang menghubungkan tulang kering ke tulang paha.

    Cedera ACL umum terjadi pada orang yang bermain bola basket, sepak bola, atau olahraga lain yang memerlukan perubahan arah secara tiba-tiba.

  • Fraktur
    Tulang lutut termasuk tempurung lutut dapat patah akibat tulang yang melemah akibat osteoporosis atau patah saat jatuh dan mengalami kecelakaan.
  • Meniskus robek
    Meniskus merupakan tulang rawan yang keras dan kenyal yang berfungsi sebagai peredam kejut antara tulang kering dan tulang paha. Meniskus dapat robek jika tiba-tiba Anda memutar lutut sambil menahan beban di atasnya.
  • Bursitis lutut
    Beberapa cedera lutut menyebabkan peradangan di bursae, kantung kecil berisi cairan yang melindungi bagian luar sendi lutut Anda sehingga tendon dan ligamen meluncur mulus di atas sendi.
  • Tendinitis patela
    Tendinitis menyebabkan iritasi dan peradangan pada satu atau lebih tendon yang merupakan jaringan berserat tebal yang menempelkan otot ke tulang.

    Peradangan ini dapat terjadi ketika ada cedera pada tendon patela yang memungkinkan Anda untuk menendang, berlari, dan melompat.

Baca juga: 5 Obat Sakit Lutut untuk Mengatasi Nyeri

Masalah mekanis

  • Tubuh yang kendur
    Tubuh yang kendur dapat mengganggu gerakan sendi lutut dan menimbulkan masalah saat terjadi cedera atau tulang rawan yang pecah.
  • Sindrom pita iliotibial
    Terjadi ketika pita jaringan keras yang memanjang dari bagian luar pinggul ke bagian luar lutut menjadi sangat kencang sehingga bergesekan dengan bagian luar tulang paha.
  • Tempurung lutut terkilir
    Terjadi ketika tulang segitiga yang menutupi bagian depan lutut terlepas dari tempatnya.
  • Nyeri pinggul atau kaki
    Perubahan pada gaya berjalan dapat menempatkan lebih banyak tekanan pada sendi lutut dan menyebabkan rasa sakit di lutut.

Radang sendi

Terdapat berbagai jenis radang sendi yang dapat memengaruhi lutut.

  • Osteoartritis
    Terjadi ketika tulang rawan di lutut memburuk seiring penggunaan dan penuaan usia.
  • Rheumatoid arthritis
    Kondisi autoimun yang dapat mempengaruhi hampir semua sendi di tubuh, termasuk lutut Anda.
  • Encok
    Terjadi ketika kristal asam urat menumpuk di persendian.
  • Pseudogout
    Disebabkan oleh kristal yang mengandung kalsium yang berkembang dalam cairan sendi.
  • Artritis septik
    Sendi lutut yang terinfeksi dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kemerahan. Artritis septik dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan luas pada tulang rawan lutut.

Baca juga: 8 Cara Megobati Sakit Lutut Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Faktor risiko

Berkaitan dengan penyebabnya, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami sakit lutut, yaitu:

  • Kelebihan berat atau obesitas
  • Kurangnya fleksibilitas atau kekuatan otot
  • Melakukan olahraga atau pekerjaan tertentu yang membutuhkan tekanan berulang pada lutut
  • Riwayat cedera lutut.

Diagnosis

Menurut Mayo Clinic, berikut jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis rasa sakit pada lutut Anda, yaitu:

  • Diskusi mengenai gejala dan riwayat medis
  • Tes pencitraan seperti sinar-X, CT-scan, USG, dan MRI untuk mendeteksi penyakit, cedera atau masalah lainnya di lutut
  • Tes darah, mendeteksi infeksi atau peradangan.

Perawatan

Berdasarkan NHS, berikut perawatan yang dilakukan untuk mengatasi rasa sakit pada lutut, yaitu:

Perawatan medis

  • Resep obat, membantu menghilangkan rasa sakit dan mengobati kondisi yang menyebabkan nyeri lutut
  • Terapi, memperkuat otot-otot di sekitar lutut Anda akan membuatnya lebih stabil
  • Suntikan, menyuntikkan obat atau zat lain langsung ke sendi
  • Operasi, dilakukan pada nyeri lutut yang disebabkan oleh cedera parah.

Baca juga: 5 Obat Sakit Lutut Alami

Perawatan rumahan

  • Istirahatkan kaki
  • Kompres lutut dengan handuk dingin dan hangat secara berkala
  • Minum parasetamol
  • Hindari tekanan berlebih pada lutut seperti berdiri terlalu lama
  • Cobalah menopang kaki di atas bantal untuk mengurangi pembengkakan.

Pencegahan

Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah timbulnya rasa sakit di lutut, langkah-langkah berikut dapat membantu Anda untuk mencegah cedera dan kerusakan sendi:

  • Pertahankan berat badan yang sehat
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Latihan keseimbangan dan stabilitas agar membantu otot-otot di sekitar lutut bekerja lebih efektif.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.