Kompas.com - 12/09/2021, 13:00 WIB
Tes D-dimer berguna untuk mengetahui abnormalitas pembentukan bekuan darah Tes D-dimer berguna untuk mengetahui abnormalitas pembentukan bekuan darah

KOMPAS.com - Normalnya, tubuh memiliki kemampuan untuk menghentikan perdarahan secara alami melalui proses pembekuan darah.

Pada proses pembekuan darah, darah akan membentuk gumpalan atau bekuan untuk menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan perdarahan.

Penggumpalan darah sangat diperlukan tubuh untuk mencegah perdarahan. Namun, penggumpalan darah yang berlebihan dapat menjadi tanda suatu penyakit.

Salah satu penyakit yang menyebabkan darah mengalami pembekuan atau penggumpalan secara berlebihan adalah koagulasi intravaskuler diseminata.

Baca juga: 5 Gejala Pembekuan Darah Sesuai Bagian Tubuh yang Terkena

Koagulasi intravaskuler diseminata atau secara singkat disebut DIC (disseminated intravascular coagulation) adalah penyakit langka yang mengancam jiwa.

DIC merupakan gangguan aliran darah yang ditandai dengan adanya pengentalan darah berlebihan dan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah di berbagai organ.

Jika kondisi berlanjut, trombosit dan faktor pembekuan (zat dalam darah untuk membentuk gumpalan) akan habis.

Akhirnya, penderita akan mengalami perdarahan yang berlebihan. Maka dari itu, penyakit DIC adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kematian.

Gejala

Merangkum Healthline dan Medline Plus, salah satu gejala DIC yang paling umum adalah munculnya perdarahan yang terkadang di beberapa lokasi tubuh.

Penyakit DIC juga menyebabkan perdarahan eksternal, misalnya perdarahan dari jaringan mukosa (pada mulut dan hidung) atau area eksternal lainnya.

Berikut beberapa perdarahan eksternal yang sering terjadi akibat DIC:

Baca juga: Awas, Merokok Bisa Jadi Penyebab Pengentalan Darah

  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Muntah darah
  • BAB berwarna hitam cair
  • Pendarahan pada area dubur atau vagina

Selain perdarahan eksternal, DIC juga dapat menyebabkan perdarahan internal, dengan gejala lain seperti:

  • Gumpalan darah
  • Tekanan darah menurun
  • Mudah memar
  • Muncul bintik-bintik merah pada permukaan kulit (petechiae)
  • Sesak napas akibat sumbatan pembuluh darah di paru
  • Kesadaran terganggu, seperti disorientasi, mudah mengantuk, bahkan tidak sadarkan diri
  • Pembengkakan pada salah satu sisi tungkai yang disertai dengan kemerahan, nyeri, dan terasa lebih hangat
  • Gangren, yakni pembusukan pada ujung jari tangan dan kaki akibat kurangnya aliran darah pada jaringan tersebut

Pada penderita kanker, DIC umumnya muncul secara perlahan dan pembekuan di pembuluh darah lebih sering terjadi daripada perdarahan yang berlebihan.

Penyebab

Penyakit DIC dapat disebabkan karena protein yang digunakan dalam proses pembekuan normal menjadi terlalu aktif.

Pada beberapa kasus DIC, gumpalan darah kecil terbentuk di pembuluh darah dan dapat menyumbat pembuluh darah dan menghalangi aliran darah normal.

Baca juga: 20 Penyebab Pengentalan Darah dan Gejalanya

Akhirnya, organ kekurangan aliran darah dan dapat memicu kerusakan atau cedera besar pada organ.

Jika penyakit DIC menyebabkan protein pembekuan dalam darah habis, maka penderita akan mengalami perdarahan serius, baik tanpa atau akibat cedera.

Penderita juga dapat mengalami perdarahan secara spontan (dengan sendirinya) tanpa disertai penyebab yang jelas.

Penyakit ini dapat menyebabkan sel darah merah yang sehat terfragmentasi dan pecah ketika melewati pembuluh darah kecil yang penuh dengan gumpalan.

Faktor Risiko

Dikutip dari Medline Plus, terdapat beberapa tindakan yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit ini, di antaranya:

  1. Melakukan transfusi darah
  2. Mengidap kanker, seperti leukemia, kanker pankreas, dan kanker prostat
  3. Infeksi yang parah
  4. Melakukan operasi atau anestesi baru-baru ini 
  5. Mengidap sepsis, yakni peradangan di seluruh peredaran darah karena infeksi
  6. Melakukan pembedahan, misalnya efek tindakan kebidanan seperti aborsi, keguguran, dan melahirkan
  7. Kerusakan jaringan parah akibat trauma kepala, luka bakar, radang dingin, atau luka tembak
  8. Gigitan ular berbisa
  9. Suhu tubuh sangat rendah (hipotermia)
  10. Pankreatitis, peradangan pada pankreas
  11. Komplikasi kehamilan, seperti plasenta yang tertinggal setelah melahirkan
  12. Mengidap penyakit liver

Baca juga: Covid-19 Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah, Begini Cara Mencegahnya

Diagnosis

Penyakit DIC dapat didiagnosis melalui berbagai tes yang berkaitan dengan kadar trombosit, faktor pembekuan, dan komponen darah lainnya.

Berikut beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis DIC:

  1. Pemeriksaan trombosit
  2. Menghitung jumlah sel darah lengkap
  3. Menghitung jumlah sel darah lengkap dari sampel
  4. Pemeriksaan PPT (Plasma Prothrombin Time) dan aPTT (activated Partial Thromboplastin Time), untuk menilai adanya gangguan pembekuan darah
  5. Pemeriksaan D-Dimer
  6. Serum fibrinogen

Selain melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pembekuan darah pada tubuh penderita, terdapat pemeriksaan lain untuk mengetahui fungsi organ, seperti:

  • Pemeriksaan ureum dan kreatinin, pada ginjal
  • Pemeriksaan SGOT, SGPT, dan albumin, pada liver
  • Rontgen dada, pada paru dan jantung

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani penyakit DIC dapat menyebabkan komplikasi, baik akibat pembekuan berlebihan maupun tidak adanya faktor pembekuan.

Baca juga: 10 Obat Pengencer Darah Alami

Kemungkinan komplikasi akibat DIC adalah:

  1. gumpalan darah menyebabkan anggota tubuh dan organ mengalami kekurangan oksigen
  2. stroke
  3. perdarahan berlebihan dapat menyebabkan kematian

Perawatan

Pengobatan untuk menangani DIC disesuaikan dengan penyakit yang memicu terjadinya DIC.

Misalnya pada DIC yang dipicu oleh infeksi parah, maka fokus pengobatan untuk infeksi tersebut harus optimal.

Melansir Healthline, untuk mengatasi masalah pembekuan, dokter mungkin akan memberikan antikoagulan yang disebut heparin untuk mengurangi dan mencegah pembekuan darah.

Akan tetapi, pada penderita dengan jumlah trombosit yang rendah atau mengalami perdarahan yang terlalu banyak, dokter tidak memberikan heparin.

Penderita DIC dengan kondisi akut memerlukan rawat inap dan seringkali mendapat perawatan intensif (ICU).

Hal ini bertujuan untuk memperbaiki masalah penyebab DIC sembari mempertahankan fungsi organ.

Penderita DIC juga dapat melakukan transfusi untuk menggantikan trombosit. Transfusi plasma dapat dilakukan untuk menggantikan faktor pembekuan yang kurang dalam tubuh.

Baca juga: Darah Kental

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.