Kompas.com - 04/12/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi nyeri perut bawah, penyebab nyeri perut bawah, sakit perut bawah Shutterstock/VoyagerixIlustrasi nyeri perut bawah, penyebab nyeri perut bawah, sakit perut bawah

KOMPAS.com - Enteritis adalah peradangan pada usus kecil.

Dalam beberapa kasus, peradangan juga dapat melibatkan lambung (gastritis) dan usus besar (kolitis).

Enteritis biasanya sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

Baca juga: 5 Gejala Gastroenteritis yang Perlu Diwaspadai

Namun, jika memiliki gejala enteritis selama lebih dari tiga atau empat hari, segera cari bantuan medis.

Penyebab

Enteritis paling sering disebabkan oleh makan atau minum yang terkontaminasi bakteri atau virus.

Kuman menetap di usus kecil dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Enteritis juga dapat disebabkan oleh:

  • Kondisi autoimun, seperti penyakit Crohn
  • Obat-obatan tertentu, termasuk NSAID (seperti ibuprofen dan naproxen sodium) dan kokain
  • Kerusakan akibat terapi radiasi
  • Penyakit celiac
  • Seriawan tropis
  • Trichuriasis.

Peradangan juga dapat melibatkan lambung (gastritis) dan usus besar (kolitis).

Faktor risiko yang bisa menyebabkan enteritis antara lain:

  • Flu perut baru-baru ini di antara anggota rumah tangga
  • Perjalanan baru-baru ini
  • Paparan air yang tidak bersih.

Enteritis sendiri memiliki beberapa jenis yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, variasi ini meliputi:

Baca juga: 4 Penyebab Gastroenteritis yang Perlu Diwaspadai

  • Gastroenteritis bakterial
  • Enteritis Campylobacter
  • E.coli enteritis
  • Keracunan makanan
  • Enteritis radiasi
  • Salmonella enteritis
  • Enteritis Shigella
  • Keracunan makanan Staph aureus.

Gejala

Gejala enteritis bisa berjam-jam hingga berhari-hari setelah terinfeksi. Gejala umumnya ialah:

  • Sakit perut
  • Diare akut dan parah
  • Kehilangan selera makan
  • Muntah
  • Darah dalam tinja.

Diagnosis

Selain pemeriksaan fisik, beberapa tes untuk mendiagnosis enteritis yang biasa dilakukan antara lain:

  • Kultur tinja untuk mencari jenis infeksi
  • Kolonoskopi dan/atau endoskopi bagian atas untuk melihat usus kecil dan mengambil sampel jaringan jika diperlukan
  • Tes pencitraan, seperti CT scan dan MRI, jika gejalanya menetap.

Baca juga: Gastroparesis

Cari pertolongan medis segera jika:

  • Gejala bertahan lebih lama dari tiga atau empat hari
  • Mengalami demam lebih dari 38 derajat celcius
  • Melihat darah di tinja

Perawatan

Kasus enteritis ringan umumnya sembuh dalam beberapa hari. Kondisi tidak memerlukan perawatan medis.

Pasien yang mengalami diare harus mendapatkan cukup cairan.

Jika tidak mendapatkan cukup cairan, dokter biasanya merekomendasikan rehidrasi dengan larutan elektrolit.

Larutan ini terdiri dari air dan elektrolit esensial seperti natrium (garam) dan kalium.

Dalam kasus yang parah, cairan intravena, obat-obatan, atau rawat inap mungkin diperlukan.

Jika menderita enteritis radiasi, pasien akan diminta mengurangi paparan radiasi bahkan mungkin perlu menjauhi radiasi sepenuhnya.

Dalam beberapa kasus, perlu dilakukan pembedahan untuk memotong bagian usus yang telah rusak.

 

Komplikasi

Jika gejalanya parah atau menjadi kronis, pasien berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi.

Bayi dan anak kecil sangat rentan terhadap dehidrasi.

Baca juga: 6 Faktor Risiko Penyakit Radang Usus yang Tidak Boleh Disepelekan

Cari bantuan segera jika memiliki gejala dehidrasi karena kehilangan cairan melalui keringat, muntah, dan diare. Tandanya meliputi:

  • Mulut kering
  • Mata cekung
  • Kekurangan air mata
  • Volume urine rendah
  • Urine yang berwarna sangat gelap
  • Kelelahan parah
  • TItik lunak di atas kepala bayi, yang dikenal sebagai ubun-ubun cekung
  • Pusing terutama saat berdiri.

Dehidrasi adalah kondisi medis serius yang membutuhkan perhatian medis segera.

Jika tidak diobati, dehidrasi dapat berkembang menjadi syok. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal, jantung, dan hati, bahkan kematian.

Pencegahan

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah enteritis:

  • Selalu cuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum makan atau menyiapkan makanan atau minuman
  • Rebus air yang berasal dari sumber yang tidak diketahui, seperti sungai dan sumur luar sebelum diminum
  • Gunakan hanya peralatan bersih untuk makan atau menangani makanan, terutama saat menangani telur dan unggas
  • Masak makanan dengan matang dan sehat
  • Gunakan pendingin untuk menyimpan makanan yang harus tetap dingin.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.