Kompas.com - 05/05/2022, 14:02 WIB
Ilustrasi penyakit jantung di usia muda, penyebab penyakit jantung pada anak muda. Shutterstock/FangstwIlustrasi penyakit jantung di usia muda, penyebab penyakit jantung pada anak muda.

KOMPAS.com - Penyakit jantung mengacu pada setiap masalah yang memengaruhi jantung.

Terdapat banyak jenis penyakit jantung dan beberapa di antaranya dapat dicegah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kemiskinan dan stres sebagai dua faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan global penyakit jantung dan kardiovaskular.

Baca juga: Jenis Penyakit Jantung dan Ciri-cirinya

Penyakit jantung meliputi:

  • Penyakit pembuluh darah, seperti penyakit arteri koroner
  • Masalah irama jantung (aritmia)
  • Cacat jantung sejak lahir (cacat jantung bawaan)
  • Penyakit katup jantung
  • Penyakit otot jantung
  • Infeksi jantung.

Penyebab

Penyakit jantung berkembang ketika terdapat:

  • Kerusakan pada seluruh atau sebagian jantung
  • Masalah dengan pembuluh darah yang menuju atau dari jantung
  • Suplai oksigen dan nutrisi yang rendah ke jantung
  • Masalah dengan irama jantung.

Dalam beberapa kasus, penyakit jantung juga bisa disebabkan oleh genetik.

Namun, beberapa faktor gaya hidup dan kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi
  • Merokok
  • Asupan alkohol yang tinggi
  • Kelebihan berat badan dan obesitas
  • Diabetes
  • Riwayat keluarga penyakit jantung
  • Pilihan makanan
  • Usia
  • Riwayat preeklamsia selama kehamilan
  • Tingkat aktivitas rendah
  • Sleep apnea
  • Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi
  • Katup jantung bocor.

Baca juga: Penyebab Penyakit Jantung dari Berbagai Jenisnya

Gejala

Gejala penyakit jantung tergantung pada tipe spesifik yang dimiliki pengidapnya.

Di samping itu, terdapat beberapa kondisi jantung yang tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Melansir Medical News Today, gejala berikut bisa mengindikasikan masalah jantung:

  • Angina atau nyeri dada
  • Sulit bernapas
  • Kelelahan dan pusing
  • Pembengkakan karena retensi cairan, atau edema.

Pada anak-anak, gejala cacat jantung bawaan bisa berupa sianosis atau semburat biru pada kulit dan ketidakmampuan untuk berolahraga.

Beberapa tanda dan gejala yang dapat mengindikasikan serangan jantung antara lain:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Palpitasi jantung
  • Mual
  • Sakit perut
  • Berkeringat
  • Nyeri lengan, rahang, punggung, atau kaki
  • Sensasi tersedak
  • Pergelangan kaki bengkak
  • Kelelahan
  • Detak jantung tidak teratur.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Jantung yang Bisa Terjadi Pada Anak

Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung, yaitu ketika jantung berhenti dan tubuh tidak dapat berfungsi lagi.

Seseorang membutuhkan perhatian medis segera jika mereka memiliki gejala serangan jantung.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.

Tes yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit jantung tergantung pada kemungkinan penyakit setelah melakukan pemeriksaan fisik.

Selain tes darah dan rontgen dada, tes untuk mendiagnosis penyakit jantung dapat mencakup:

  • Elektrokardiogram (EKG) 
  • Pemantauan holter
  • Ekokardiogram
  • Tes stres
  • Kateterisasi jantung
  • CT scan
  • MRI.

Perawatan

Pilihan pengobatan akan bervariasi tergantung pada jenis penyakit jantung yang dimiliki.

Tetapi beberapa strategi umum dari penyakit jantung adalah perubahan gaya hidup, minum obat, dan pembedahan.

Baca juga: Kapan Diabetes Bisa Memicu Penyakit Jantung?

Berbagai obat dapat membantu mengobati kondisi jantung. Opsi utamanya meliputi:

  • Antikoagulan
  • Terapi antiplatelet
  • Penghambat reseptor angiotensin II
  • Angiotensin receptor neprilysin inhibitors
  • Beta-blocker
  • Penghambat saluran kalsium
  • Obat penurun kolesterol
  • Digitalis
  • Diuretik
  • Vasodilator.

Terkadang, efek samping dapat terjadi.

Jika hal ini terjadi, akan perlu untuk meninjau rejimen pengobatan.

Selain obat-obatan di atas, menjalani operasi jantung dapat membantu mengobati penyumbatan dan masalah jantung ketika obat tidak efektif.

Beberapa jenis operasi umum termasuk:

  • Operasi bypass arteri koroner
  • Angiografi koroner
  • Penggantian atau perbaikan katup
  • Operasi perbaikan
  • Implantasi perangkat
  • Perawatan laser
  • Operasi labirin.

Baca juga: Punya Riwayat Keluarga Penyakit Jantung, Apa yang Harus Dilakukan?

Cari perawatan medis darurat jika memiliki tanda dan gejala penyakit jantung ini:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pingsan.

Selalu hubungi bantuan medis darurat jika merasa atau melihat tanda serangan jantung.

Komplikasi

Komplikasi penyakit jantung antara lain:

  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Aneurisma
  • Penyakit arteri perifer
  • Serangan jantung mendadak.

Pencegahan

Jenis penyakit jantung tertentu, seperti kelainan jantung, tidak dapat dicegah.

Namun, perubahan gaya hidup yang sehat dapat membantu mencegah penyakit jantung, seperti:

  • Jangan merokok
  • Kendalikan kondisi kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes
  • Berolahragalah setidaknya 30 menit sehari dalam seminggu
  • Makan makanan yang rendah garam dan lemak jenuh
  • Pertahankan berat badan yang sehat
  • Kurangi dan kelola stres
  • Praktekkan kebersihan yang baik.

Baca juga: Kafein bisa Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.